TANJUNGPINANG, KLIKKEPRI.com — Delegasi Sosial Ekonomi Malaysia-Indonesia (Sosek Malindo) Johor, Malaysia, melakukan kunjungan resmi ke Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (24/6/2026).
Dalam kunjungan tersebut, mereka menilai Pulau Penyengat memiliki potensi yang sangat besar sebagai destinasi budaya dan sejarah di kawasan serumpun.
Rombongan delegasi yang dipimpin oleh Ketua Polis Negeri Johor, Dato’ Ab Rahaman Bin Arsad, didampingi langsung oleh Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Provinsi Kepulauan Riau, Doli Boniara.
Hadir pula mendampingi kunjungan tersebut, Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang Zulhidayat, Dir Pol Airud Polda Kepri Kombes Pol Ade Mulyana, dan Kasubdit Patroli Dit Pol Airud Polda Kepri Kompol Efendri Alie.
Kunjungan diawali dengan mengunjungi Masjid Raya Sultan Riau Penyengat, yang merupakan salah satu ikon sejarah dan budaya Melayu abad ke-19.
Setelah melihat langsung keunikan arsitektur masjid, rombongan menikmati santap siang bersama, lalu melanjutkan perjalanan ke kompleks makam para tokoh Kesultanan Riau-Lingga untuk melakukan ziarah.
Rangkaian kegiatan ditutup di Balai Adat Pulau Penyengat untuk melihat warisan tradisi yang masih terjaga hingga saat ini.
Ketua Polis Negeri Johor, Dato’ Ab Rahaman Bin Arsad, mengaku sangat terkesan dengan kekayaan sejarah yang dimiliki Pulau Penyengat.
Menurutnya, pulau tersebut mempunyai nilai penting dalam perjalanan sejarah masyarakat Melayu di Nusantara dan Semenanjung Malaysia.
“Kunjungan ini memberi peluang kepada kami untuk melihat secara dekat warisan sejarah yang menjadi kebanggaan masyarakat Melayu.
Pulau Penyengat menyimpan banyak nilai yang perlu terus dipelihara dan diperkenalkan kepada generasi muda,” kata Dato’ Ab Rahaman.
Beliau menjelaskan bahwa hubungan antara Johor dan Kepulauan Riau telah lama terjalin erat melalui ikatan budaya, bahasa, dan sejarah yang sama.
Oleh karena itu, kunjungan perbatasan ini menjadi momentum penting untuk memperkukuh persaudaraan tersebut.
“Kami melihat banyak persamaan dan kedekatan antara masyarakat Johor dan Kepulauan Riau. Hubungan serumpun ini perlu terus dipererat melalui pelbagai bentuk kerjasama dan pertukaran budaya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dato’ Ab Rahaman menilai Pulau Penyengat mempunyai daya tarik kuat sebagai destinasi pelancongan sejarah dan budaya yang mampu menarik minat wisatawan dari kedua-dua negara.
“Saya melihat Pulau Penyengat mempunyai daya tarikan yang sangat kuat, bukan sahaja kepada masyarakat Indonesia malah juga kepada masyarakat Malaysia yang ingin mengenali sejarah Melayu dengan lebih dekat,” ucapnya.
Menurut beliau, langkah pemeliharaan situs-situs bersejarah yang dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah setempat merupakan contoh yang sangat baik dalam mengekalkan identiti budaya di tengah arus pembangunan modern.
“Warisan sejarah seperti ini merupakan aset yang amat berharga. Kami berharap hubungan baik antara Johor dan Kepulauan Riau akan terus diperkukuh, termasuk dalam usaha memelihara dan mempromosikan warisan budaya Melayu,” harapnya.
Sementara itu, Kepala BPPD Provinsi Kepulauan Riau, Doli Boniara, menyambut baik kunjungan delegasi Sosek Malindo Johor ke Pulau Penyengat.
Ia menegaskan kunjungan ini merupakan wujud nyata dari eratnya hubungan masyarakat serumpun yang selama ini sudah berjalan harmonis.
“Kunjungan ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara Kepulauan Riau dan Johor, sekaligus memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya Melayu yang kita miliki bersama,” jelas Doli.
Ia pun berharap kerja sama yang terjalin melalui forum Sosek Malindo dapat terus diperkuat di berbagai sektor strategis demi memberikan dampak positif dan manfaat bagi kedua wilayah perbatasan negara.
“Kami berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus ditingkatkan, baik dalam aspek sosial, ekonomi, keamanan, maupun pelestarian budaya,” pungkasnya.(din)










Discussion about this post