Perpisahan Manis Layvin Kurzawa dari Persib Bandung Usai Raih Gelar Juara
Kisah singkat namun berkesan Layvin Kurzawa bersama Persib Bandung akhirnya sampai pada babak akhir. Setelah berhasil mengantarkan Maung Bandung meraih tahta juara Super League Indonesia musim 2025/2026, bek asal Prancis ini resmi mengucapkan salam perpisahan. Keputusan ini, yang hanya terjalin dalam kontrak berdurasi enam bulan, meninggalkan jejak emosional bagi sang pemain, klub, maupun para pendukung setia.
Melalui platform media sosial pribadinya, Kurzawa menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam dan mengungkapkan keinginannya untuk bisa melanjutkan kiprahnya di tanah air. Namun, ia memahami bahwa dinamika dunia sepak bola seringkali menghadirkan keputusan yang berada di luar kendali pemain.
Perjalanan Singkat Penuh Makna
Layvin Kurzawa bergabung dengan Persib Bandung di tengah gelaran bursa transfer paruh musim 2025/2026. Kedatangannya disambut antusias oleh manajemen yang melihatnya sebagai solusi krusial untuk memperkuat barisan pertahanan. Harapannya, kehadiran pemain dengan reputasi mentereng ini dapat mendongkrak performa tim dalam upaya mempertahankan posisi di papan atas klasemen.
Pemain berusia 33 tahun ini memang bukan nama baru di kancah sepak bola Eropa. Pengalamannya merumput bersama klub-klub ternama seperti Paris Saint-Germain (PSG) dan AS Monaco memberikan bekal berharga. Publik sepak bola Indonesia, khususnya Bobotoh, menaruh ekspektasi tinggi agar jam terbang tinggi Kurzawa di kompetisi elite Prancis mampu memberikan dampak positif bagi skuad asuhan Bojan Hodak.
Meskipun durasi kebersamaannya dengan Persib terbilang singkat, Kurzawa berhasil menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah keberhasilan tim dalam meraih gelar juara Super League Indonesia 2025/2026. Namun, pasca-kompetisi usai, manajemen klub memutuskan untuk tidak melanjutkan kerjasamanya, mengakhiri ikatan kontrak enam bulan yang telah terjalin.
Pesan Emosional untuk Persib dan Bobotoh
Pada Selasa (2/6/2026), Kurzawa mengunggah sebuah pesan haru di akun Instagram pribadinya, menyampaikan rasa syukurnya kepada seluruh elemen Persib Bandung. Ia menggambarkan pengalamannya selama lima bulan di Indonesia sebagai sesuatu yang sangat spesial.
“Terima kasih, Persib. Lima bulan terakhir di Indonesia ini sangatlah spesial. Saya menemukan negara luar biasa, klub penuh semangat, dan suporter luar biasa yang membuat saya merasa disambut sejak hari pertama,” tulis Kurzawa, mengawali ungkapan perpisahannya.
Dalam pesannya, Kurzawa tidak menyembunyikan keinginannya untuk bisa terus membela panji Maung Bandung. Namun, ia menunjukkan kedewasaan dalam memahami bahwa keputusan akhir tidak selalu berada di tangan pemain.
“Tentu saja, saya sangat ingin untuk melanjutkan perjalanan ini, tetapi sepak bola terkadang membuat keputusan di luar tanganmu. Saya menghargai keputusan klub dan saya pergi tanpa membawa apa pun selain rasa syukur untuk momen yang kita bagi bersama,” lanjutnya, menunjukkan sikap legawa.
Ia juga menegaskan kebanggaannya pernah mengenakan seragam kebesaran Persib dan menjadi bagian dari keluarga besar klub yang berjuluk Maung Bandung.
“Saya bangga pernah memakai baju ini, untuk merasakan emosi bersama kalian, dan menjadi bagian dari keluarga Persib, meskipun untuk waktu yang singkat,” pungkasnya, menutup bagian emosional dalam pesannya.
Kontribusi yang Berharga di Musim Penuh Kemenangan
Selama berseragam Persib, Layvin Kurzawa menorehkan tujuh penampilan di ajang Super League, di mana ia berhasil mencatatkan satu assist. Selain itu, ia juga turut serta dalam dua pertandingan di kompetisi AFC Champions League Two (ACL 2).

Meskipun tidak selalu menjadi pilihan utama di posisi bek kiri, kehadiran Kurzawa memberikan dimensi penting bagi kedalaman skuad Persib di paruh kedua musim. Pengalamannya yang luas di kompetisi Eropa tak hanya berkontribusi di atas lapangan, tetapi juga menjadi aset berharga di ruang ganti.
Karakter dan profesionalisme Kurzawa dinilai mampu memberikan pengaruh positif, terutama bagi para pemain muda Persib. Pengalamannya di level tertinggi sepak bola Eropa menjadi contoh yang inspiratif.
Tak heran, perpisahan Kurzawa disambut dengan hangat oleh para Bobotoh. Kolom komentar unggahan perpisahannya dibanjiri ucapan terima kasih, doa, dan harapan untuk karier sang pemain di masa depan. Dukungan dari para pendukung setia ini menjadi bukti bahwa Kurzawa telah berhasil mencuri hati sebagian dari mereka.
Bahkan, rekan-rekan setimnya di Persib pun turut memberikan salam perpisahan. Ungkapan-ungkapan menyentuh dilayangkan oleh para pemain, menunjukkan ikatan yang telah terjalin selama masa singkat kebersamaan mereka.
“Legenda,” tulis Thom Haye, memberikan apresiasi tinggi.
“Saudaraku,” ucap Eliano Reijnders, menunjukkan kedekatan personal.
“Terima kasih, Bro! Sosok yang luar biasa dan pemain top,” komentar Luciano Guaycochea, memuji kontribusi Kurzawa.
“Semoga Tuhan memberkati tantanganmu selanjutnya,” doa Ramon Tanque, menutup rangkaian ucapan dari para rekan setimnya.
Perpisahan ini menandai akhir dari sebuah babak, namun kenangan akan kontribusi Layvin Kurzawa dalam musim juara Persib Bandung akan tetap terukir.









Discussion about this post