Proses Evakuasi Jenazah Korban Pembunuhan di Papua Pegunungan
Pihak keluarga korban pembunuhan oleh kelompok pemberontak di wilayah Papua Pegunungan berencana memakamkan jenazah secara adat. Proses evakuasi jenazah yang dilakukan oleh pasukan TNI tidak berjalan mudah, mengingat kondisi medan yang sangat ekstrem.
Penyelamatan Jenazah Teina Alya
Pasukan Koops TNI Habema berhasil mengevakuasi jenazah ketiga korban pembunuhan oleh kelompok pemberontak di sekitar Kali Kolaf, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Jumat (31/7/2026). Korban bernama Teina Alya. Setelah dievakuasi dari lokasi kejadian, jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga di RSUD Dekai untuk diproses pemakamannya.
Menurut Pangkogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto, jenazah Teina Alya diduga kuat dilemparkan oleh pelaku ke lembah di pinggir Kali Kolaf yang memiliki medan sangat terjal dan curam. Kondisi ini memaksa personel Satgas Koops Habema menerapkan teknik khusus dalam proses evakuasi.
“Karena kondisi lokasi tersebut, personel Satgas Koops Habema melaksanakan proses evakuasi menggunakan teknik rappelling,” ujar Lucky dalam keterangan tertulisnya, Jumat.
Tantangan Medan Ekstrem
Proses evakuasi jenazah tidak hanya membutuhkan keahlian khusus, tetapi juga ketahanan fisik dan mental dari para personel. Medan yang sulit membuat operasi ini menjadi lebih rumit dan memakan waktu lebih lama dibandingkan dengan situasi biasa.
Selain itu, selama upaya penyelamatan, pasukan Satgas Koops Habema tiba-tiba diserang oleh kelompok yang diduga sebagai pelaku pembunuhan. Kontak senjata terjadi di wilayah Kali Fis, kompleks Papua Pegunungan.
“Dua orang anggota kelompok tersebut tewas setelah melakukan perlawanan dan menembaki personel TNI, sementara anggota lainnya melarikan diri ke dalam hutan,” tegas Lucky.
Tindakan Tegas Sesuai Hukum
Lucky menegaskan bahwa tindakan tegas yang diambil oleh personel TNI di lapangan sudah sesuai dengan ketentuan undang-undang, peraturan yang berlaku, serta rules of engagement (ROE) dengan tetap menjunjung tinggi prinsip Hukum HAM.
TNI akan terus menindak tegas setiap aksi kejahatan yang mengancam nyawa warga maupun aparat pertahanan. “TNI akan tetap bertindak tegas dalam situasi yang mengancam keselamatan masyarakat maupun personel, dengan berpedoman pada prinsip salus populi suprema lex esto, yang berarti keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi,” pungkasnya.
Persiapan Pemakaman Secara Adat
Meskipun proses evakuasi berjalan dengan tantangan besar, pihak keluarga berencana memakamkan jenazah korban secara adat. Hal ini menunjukkan komitmen keluarga untuk memberikan penghormatan maksimal kepada almarhum.









Discussion about this post