Kisah Heroik Aktivis Kemanusiaan Indonesia yang Selamat dari Penyanderaan Tentara Israel
Seorang aktivis kemanusiaan asal Makassar, Andi Angga Prasadewa, membagikan pengalamannya yang menegangkan saat menjadi korban penyanderaan oleh tentara Israel. Bersama delapan Warga Negara Indonesia (WNI) lainnya, Angga mengalami penahanan dan perlakuan tidak manusiawi selama menjalankan misi kemanusiaan untuk Palestina. Momen penting ini dibagikan langsung oleh Angga saat memenuhi undangan wawancara di kantor Tribun Timur pada Selasa sore, Juni 2026.
Kedatangan Andi Angga Prasadewa didampingi oleh beberapa tokoh penting, termasuk Plt Wakil Sekretaris DPD I Golkar Sulsel, Nasruddin Upel, serta Armin Mustamin Toputiri, Koordinator Presidium PP Ikatan Alumni Pesantren IMMIM Makassar. Kehadiran mereka menegaskan dukungan dan perhatian terhadap perjuangan Angga dan rekan-rekannya.
Misi Kemanusiaan yang Berujung Penyanderaan
Andi Angga Prasadewa adalah seorang relawan yang tergabung dalam organisasi GPCI–Rumah Zakat. Ia berangkat ke Gaza, Palestina, sebagai bagian dari misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla, yang menumpangi Kapal Josef. Misi ini bertujuan untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat Palestina yang tengah berjuang.
Namun, di tengah perjalanan, kapal yang mereka tumpangi dicegat oleh tentara Israel di perairan Siprus, Laut Mediterania Timur. Insiden ini berujung pada penahanan kesembilan WNI tersebut. Angga diketahui menjadi salah satu dari mereka yang mengalami penahanan selama empat hari.
Perlakuan Tidak Manusiawi yang Dialami
Selama masa penahanan, para WNI ini dilaporkan mengalami perlakuan yang sangat tidak manusiawi. Keluarga yang menunggu kepulangan mereka di Tanah Air mengungkapkan adanya kekerasan fisik yang dialami oleh para relawan. Andi Angga sendiri secara spesifik menceritakan bahwa ia sempat dibanting sebanyak dua kali dan ditendang oleh tentara Israel saat berada dalam tahanan.
Perlakuan brutal ini tentu saja meninggalkan luka fisik dan mental bagi para pejuang kemanusiaan ini. Meskipun demikian, semangat mereka untuk terus membantu sesama tidak pernah padam.
Kepulangan yang Ditunggu
Setelah empat hari berada dalam penyanderaan, Andi Angga Prasadewa bersama delapan WNI lainnya akhirnya dibebaskan dan tiba kembali di Tanah Air pada Minggu, 24 Mei 2026. Kepulangan mereka disambut haru oleh keluarga masing-masing di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.
Perjuangan mereka dalam misi kemanusiaan, yang diwarnai dengan pengalaman pahit penyanderaan, menjadi bukti nyata dedikasi dan keberanian para aktivis kemanusiaan Indonesia.
Perbedaan Kapal dan Peran Relawan
Perlu dicatat bahwa dalam misi Global Sumud Flotilla ini, terdapat beberapa kapal yang berpartisipasi. Andi Angga Prasadewa berada di Kapal Josef, sementara relawan GPCI–Spirit of Aqsa, Asad Aras, menumpangi Kapal Kasr-1. Meskipun berada di kapal yang berbeda, mereka semua menjadi bagian dari upaya kolektif penyaluran bantuan dan mengalami nasib serupa terkait pencegatan dan penahanan oleh tentara Israel.
Kisah Andi Angga Prasadewa ini menjadi pengingat akan pentingnya misi kemanusiaan dan tantangan yang dihadapi oleh para aktivis di zona konflik. Pengalaman pahit ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik terhadap situasi di Palestina dan mendukung upaya-upaya kemanusiaan yang terus berlangsung.









Discussion about this post