
Fitur Auto Brake Hold kini semakin umum ditemukan pada mobil-mobil modern. Fungsi utamanya adalah untuk menjaga mobil tetap diam tanpa perlu pengemudi terus menginjak pedal rem, terutama saat berhenti di tanjakan atau dalam kondisi lalu lintas yang sering berhenti dan mulai kembali.
Namun, menurut Yannes Martinus Pasaribu, seorang pengamat otomotif dan akademisi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), fitur ini tetap memerlukan penggunaan yang bijak. Ia menilai bahwa Auto Brake Hold masih membutuhkan adaptasi dari para pengemudi karena tidak semua situasi lalu lintas cocok untuk mengandalkannya sepenuhnya.
“Karena fitur ini baru, jika kita masih belum terbiasa dengan karakteristik fitur Auto Hold yang begitu steril dalam menyikapi chaos-nya lalu lintas kota yang sangat padat pada waktu-waktu peak tertentu,” ujar Yannes.
Ia menyarankan agar pengemudi memahami kapan fitur tersebut sebaiknya diaktifkan atau dimatikan. Menurutnya, keputusan itu bisa disesuaikan dengan situasi jalan agar tetap aman dan nyaman saat berkendara.
“Sehingga disarankan belajar memutuskan kapan fitur ini mau dihidupkan dan kapan dimatikan sesuai dengan dinamika lalu lintas yang dihadapi ya,” katanya.
Lebih lanjut, Yannes mengibaratkan Auto Brake Hold seperti asisten pribadi yang dapat diandalkan untuk membantu menjaga mobil tetap aman di posisi berhenti. Meski begitu, ia mengingatkan bahwa pengemudi tetap harus menjadi pengendali utama.
“Jadi analoginya, Auto Hold seperti asisten yang sangat dipercaya yang memegang kendali mobil kita. Nah, walaupun dia kuat dan tepercaya, sebagai pemilik kendaraan, kita ingin tetap memegang kendali sendiri,” ucapnya.
Ia menegaskan, dalam situasi jalan yang padat dan tidak terduga, pengemudi tak boleh sepenuhnya bergantung pada sistem otomatis. Kesiapsiagaan manusia tetap jadi faktor utama dalam menjaga keselamatan di jalan.
“Sebab berada di jalan ramai yang chaotic, kita tidak akan melepaskan (pedal rem) sepenuhnya kepada mesin, karena kita harus siap siaga (di pedal rem) jika sesuatu yang tak terduga terjadi ya,” tuntas Yannes.
Tips Penggunaan Fitur Auto Brake Hold
-
Aktifkan saat berhenti di tanjakan
Fitur ini sangat bermanfaat ketika mobil berhenti di tanjakan, karena mencegah mobil mundur. Namun, pastikan untuk tidak menggunakannya terlalu lama. -
Matikan saat lalu lintas sangat padat
Dalam kondisi lalu lintas yang sangat sibuk, terutama saat ada kemacetan mendadak, sebaiknya matikan fitur ini agar pengemudi tetap bisa mengontrol situasi. -
Gunakan secara selektif
Jangan mengandalkan Auto Brake Hold sepenuhnya. Gunakan hanya saat diperlukan, seperti saat berhenti di lampu merah atau di jalur stop and go. -
Pelajari cara mengaktifkan dan menonaktifkannya
Setiap mobil memiliki cara berbeda untuk mengaktifkan fitur ini. Pastikan Anda memahami instruksi dari pabrikan.
Keuntungan Menggunakan Auto Brake Hold
-
Mengurangi kelelahan saat berkendara
Dengan fitur ini, pengemudi tidak perlu terus menginjak pedal rem, sehingga mengurangi kelelahan selama perjalanan. -
Meningkatkan kenyamanan
Fitur ini memberikan rasa aman dan nyaman, terutama saat berhenti di tempat yang sulit dikendalikan. -
Membantu pengemudi pemula
Bagi pengemudi pemula, Auto Brake Hold bisa menjadi alat bantu untuk menghindari mobil mundur saat berhenti.
Meskipun fitur ini sangat bermanfaat, Yannes menekankan bahwa pengemudi tetap harus waspada dan siap mengambil alih kendali jika diperlukan. Dengan penggunaan yang tepat, Auto Brake Hold bisa menjadi teman setia dalam berkendara di kota-kota besar yang padat.










Discussion about this post