Mengungkap Keunggulan Mobil PHEV di Indonesia: Jarak Tempuh, Performa, dan Pengisian Daya

Dunia otomotif Indonesia semakin diramaikan oleh kehadiran mobil Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Kendaraan jenis ini tidak lagi sekadar menjadi simbol inovasi teknologi, melainkan telah menjelma menjadi pilihan favorit di pasar. Keunggulan utama PHEV terletak pada kemampuannya yang unik, memadukan dua dunia elektrifikasi: kemandirian pengisian daya seperti mobil listrik murni dan hilangnya kekhawatiran akan jarak tempuh (range anxiety) berkat mesin bensin konvensional.
Salah satu parameter krusial yang seringkali menjadi daya tarik utama mobil PHEV adalah sejauh mana kendaraan tersebut mampu menempuh perjalanan hanya dengan mengandalkan tenaga dari baterai listriknya, yang dikenal sebagai EV Mode. Kemampuan ini sangat penting bagi konsumen yang ingin merasakan manfaat mobil listrik tanpa dibayangi keterbatasan jangkauan.
Secara umum, mobil PHEV yang beredar di pasar saat ini menawarkan rata-rata daya jelajah yang mengesankan, bahkan mampu menembus seribu kilometer jika memanfaatkan kombinasi penuh dari pengisian bensin dan listrik. Kapasitas baterai yang lebih besar dibandingkan mobil hybrid konvensional menjadi salah satu faktor penentu jarak tempuh yang lebih jauh ini.
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kekuatan dan kapabilitas mobil-mobil PHEV yang tersedia di Indonesia, berikut adalah rangkuman spesifikasi teknis yang mencakup jangkauan baterai, performa mesin, hingga kecepatan pengisian daya dari beberapa model unggulan:
Model-Model PHEV Unggulan di Indonesia:
1. Chery Tiggo 9 CSH

Chery Tiggo 9 CSH memposisikan diri di kasta tertinggi dalam hal efisiensi daya. SUV premium ini dibekali dengan baterai berkapasitas besar, yaitu 34,46 kWh. Kapasitas baterai ini memungkinkan Tiggo 9 CSH untuk melaju sejauh 180 kilometer dalam mode EV hanya dengan sekali pengisian daya.
Untuk dapur pacunya, kendaraan ini mengandalkan kombinasi mesin bensin 1.500 cc TGDI yang mampu menghasilkan tenaga 141 hp. Tenaga ini dipadukan dengan motor listrik yang sangat bertenaga, mencapai 234 hp. Hasilnya adalah torsi puncak gabungan yang fantastis, mencapai 925 Nm. Menariknya lagi, baterai Chery Tiggo 9 CSH dapat terisi daya dari 30 persen hingga 80 persen hanya dengan fitur fast charging, menjadikannya sangat praktis untuk penggunaan sehari-hari.
2. Jaecoo J8 SHS

Jaecoo J8 SHS berbagi basis teknologi yang serupa dengan Chery Tiggo 9 CSH, mengingat keduanya berada di bawah payung grup perusahaan yang sama. Model ini juga mengusung kapasitas baterai yang identik, yaitu 34,46 kWh, dengan klaim jarak tempuh EV Mode yang impresif mencapai 180 kilometer. Kesamaan ini tidak mengherankan karena keduanya dibangun di atas platform yang sama.
Performa Jaecoo J8 SHS didukung oleh kombinasi mesin pembakaran internal dan motor listrik yang tangguh. Keduanya mampu menghasilkan output tenaga gabungan yang mencapai 455,6 hp. Selain memanfaatkan energi kinetik yang dihasilkan dari proses deselerasi, baterai pada Jaecoo J8 SHS juga dapat diisi daya melalui koneksi AC dan DC, memberikan fleksibilitas bagi penggunanya.
3. Wuling Darion PHEV & Wuling Eksion PHEV

Wuling menghadirkan dua lini produk terbaru yang menggebrak pasar, yaitu Darion PHEV dan Eksion PHEV. Kedua model ini memiliki spesifikasi teknis baterai yang identik, dengan kapasitas 20,5 kWh. Kapasitas ini memungkinkan kedua kendaraan untuk menjelajah sejauh 125 kilometer dalam mode EV hanya dengan sekali pengisian energi.
Di balik kap mesinnya, tersemat unit mesin 1.500 cc yang menggunakan siklus Atkinson Cycle, menghasilkan tenaga 105 hp dengan torsi 130 Nm. Mesin ini berpadu sempurna dengan motor listrik yang bertenaga 195 dk dan torsi puncak 230 Nm yang disalurkan ke roda depan.
Salah satu keunggulan signifikan dari kedua MPV dan SUV ini adalah kemampuan pengisian daya cepatnya. Menggunakan metode DC Fast Charging, baterai kedua mobil ini hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk terisi dari 30 persen hingga 80 persen, sebuah terobosan dalam hal efisiensi waktu pengisian daya.
4. Geely Starray EM-i

Geely Starray EM-i menjadi pendatang baru yang menarik perhatian di kelas SUV menengah. Kendaraan ini mengandalkan paket baterai berteknologi Lithium Iron Phosphate (LFP) dengan kapasitas daya sebesar 18,4 kWh. Dengan kapasitas ini, Starray EM-i mampu menempuh jarak EV Mode sejauh 105 kilometer.
Performa gerak roda depan ditopang oleh kombinasi mesin bensin 1,5 liter yang menghasilkan tenaga 98 hp dan motor penggerak listrik yang sangat bertenaga, mencapai 214 hp. Kombinasi ini mampu memuntahkan torsi instan sebesar 325 Nm. Kecepatan pengisian daya baterainya juga patut diacungi jempol; melalui soket DC, pengisian daya dari 30 persen hingga 80 persen hanya memakan waktu selama 20 menit.
5. Jaecoo J7 SHS

Menargetkan segmen konsumen urban yang aktif, Jaecoo J7 SHS hadir sebagai SUV kompak yang fungsional. Model ini dipersenjatai dengan kapasitas baterai sebesar 18,3 kWh, yang sanggup memberikan daya jelajah EV Mode sejauh 100 kilometer.
Kemudahan operasionalnya semakin ditingkatkan dengan kehadiran dermaga pengisian daya tipe CCS Type 2. Tipe ini mendukung skema pengisian daya kilat menggunakan arus DC, serta pengisian daya yang lebih lambat menggunakan arus AC, memberikan fleksibilitas pilihan bagi penggunanya sesuai kebutuhan.
6. Chery Tiggo 8 CSH

Melengkapi daftar model PHEV terpopuler, Chery Tiggo 8 CSH merupakan varian SUV keluarga yang menawarkan kombinasi efisiensi dan performa. Kendaraan ini menggendong baterai berkapasitas 18,3 kWh, yang memungkinkan mobil melaju dalam EV Mode sejauh 90 kilometer.
Sumber tenaga tambahan didukung oleh mesin bensin turbo berkapasitas 1.500 cc yang menghasilkan tenaga 140 hp dan torsi 215 Nm. Jika digabungkan dengan motor listriknya, Chery Tiggo 8 CSH mampu meletupkan total torsi buas mencapai 525 Nm. Untuk urusan pengisian daya listriknya, mobil ini membutuhkan waktu sekitar 20 menit melalui pengisian arus DC Fast Charging untuk mencapai pengisian daya yang signifikan.










Discussion about this post