Real Betis melayangkan protes keras setelah kalah 2-5 dari Barcelona pada pekan ke-9 Liga Spanyol di La Cartuja, Sabtu (17/10/2026). Kapten Betis, Hector Bellerin, menilai timnya diperlakukan berbeda oleh wasit Ricardo de Burgos dalam laga yang diwarnai sedikitnya tiga keputusan kontroversial dan kemudian memicu kritik dari kubu tuan rumah.
Barcelona memang pulang dengan kemenangan besar, tetapi hasil itu tidak lepas dari perdebatan. Betis merasa beberapa momen penting justru menguntungkan tim tamu, mulai dari anulir gol Giovani Lo Celso, pengesahan gol ketiga Barca, hingga kartu merah untuk Facundo Bernal yang membuat Betis harus menuntaskan pertandingan dengan 10 pemain. Situasi tersebut ikut membuka jalan bagi Blaugrana menambah dua gol di sisa laga.
Polemik pertama terjadi saat Lo Celso sempat menyamakan skor menjadi 2-2 pada menit ke-43 lewat sepakan voli yang indah dari luar kotak penalti. Namun, gol itu dibatalkan setelah VAR memberi laporan kepada wasit. Dalam penilaian De Burgos, ada handball yang dilakukan Cucho Hernandez sebelum rangkaian serangan berlanjut. Pihak Betis mempersoalkan jarak waktu antara dugaan handball itu dan eksekusi Lo Celso, yang disebut sekitar 15 detik, serta berargumen bahwa sentuhan bola terjadi karena dorongan pemain Barcelona.
Kontroversi berikutnya muncul pada gol ketiga Barcelona yang dicetak Gabriel Jesus pada menit ke-51. Betis mempertanyakan dua hal sekaligus: dugaan pelanggaran Fermin Lopez saat merebut bola dari Facundo Bernal, dan posisi Lamine Yamal yang dianggap sudah offside ketika menerima umpan. Hector Bellerin juga heran karena insiden itu tidak ditinjau ulang secara lebih jauh lewat VAR. Ia menilai perlakuan wasit terhadap situasi tersebut tidak sejalan dengan keputusan pada momen gol Lo Celso.
“Ada beberapa keputusan wasit yang tidak adil. Handball (Cucho) yang terjadi akibat dorongan dan ada tindakan berbahaya (Fermin),” kata Bellerin kepada DAZN. Ia menambahkan bahwa dua insiden itu seharusnya tidak diperlakukan secara berbeda. Bellerin, lulusan La Masia yang pernah membela tim senior Barcelona pada 2022-2023 setelah lama bermain untuk Arsenal, menjadi sosok paling vokal dalam menyoroti keputusan pengadil lapangan.
Insiden ketiga melibatkan Bernal dan Yamal. Gelandang Uruguay itu diganjar kartu merah setelah terlihat beradu kepala dengan wonderkid Barcelona tersebut. Betis menilai aksi Yamal sebelumnya memicu tensi, namun pemain Barcelona itu hanya menerima kartu kuning. Pengusiran Bernal kemudian mengubah jalannya laga, karena Barcelona yang sedang unggul 3-2 bisa menambah dua gol lagi saat lawan kehilangan satu pemain.
Pelatih Betis, Manuel Pellegrini, juga tak menahan kekecewaannya. Ia menyebut sejumlah keputusan sebagai hal yang sulit dijelaskan dan merasa timnya terus dirugikan sepanjang pertandingan. Pellegrini menilai handball Cucho tak memengaruhi proses gol, sementara pelanggaran Fermin dan kartu merah Bernal semestinya ditangani berbeda. Ia bahkan menyebut laga itu rusak di hadapan sekitar 60.000 penonton yang hadir menyaksikan pertandingan.










Discussion about this post