Direktur olahraga Espanyol, Monchi, akhirnya menarik kembali dukungannya terhadap Lamine Yamal dalam perebutan Ballon d’Or setelah ucapannya memancing keberatan dari sebagian suporter klub. Pernyataan itu muncul usai ia sempat menempatkan pemain Barcelona tersebut di atas Kylian Mbappe dan Harry Kane ketika diminta memilih kandidat terbaik dunia. Monchi lalu meminta maaf dan menjelaskan bahwa pilihannya didasari keinginan mendukung pesepak bola asal Spanyol.
Polemik ini berawal dari komentar Monchi yang disiarkan dan kemudian dikutip oleh Bein Sports pada Kamis, 1 Oktober. Dalam kesempatan itu, ia menyebut Yamal sebagai sosok yang paling layak dibanding dua nama besar lain. Namun, karena rivalitas panjang antara Espanyol dan Barcelona, sikap tersebut dianggap tidak sensitif oleh sejumlah pendukung Espanyol yang menilai dukungan kepada pemain Blaugrana sebagai langkah yang keliru.
Setelah reaksi keras bermunculan, Monchi menyampaikan penjelasan melalui Cadena SER. Ia menegaskan bahwa pilihannya tidak dimaksudkan sebagai pernyataan yang memihak Barcelona, melainkan sebagai bentuk dukungan terhadap pemain Spanyol yang dinilai pantas bersaing di level tertinggi. Dalam penjelasan itu, Monchi juga menyebut bahwa dirinya memahami identitas Espanyol, tetapi saat berbicara soal Yamal, ia melihatnya semata-mata sebagai wakil Spanyol di panggung dunia.
Yamal sendiri disebut memahami mengapa komentar tersebut menuai penolakan dari para pendukung Espanyol, yang dikenal sebagai Pericos. Ia mengakui bahwa ia semestinya bisa memilih nama lain agar tidak memunculkan gesekan di tengah hubungan yang sudah lama panas antara dua klub kota Barcelona itu. Situasi ini menunjukkan bahwa bahkan pernyataan yang tampak sederhana pun bisa berubah menjadi isu sensitif ketika berkaitan dengan rivalitas lokal.
Di luar polemik tersebut, Yamal memang tengah berada dalam sorotan besar berkat performanya sepanjang musim 2025/26 bersama Barcelona. Pemain muda itu tampil produktif dengan torehan 24 gol dan 17 assist dari 45 pertandingan di semua ajang. Statistik tersebut membuat namanya masuk jajaran kandidat kuat Ballon d’Or, apalagi ia juga tercatat sebagai salah satu pemain dengan kontribusi gol, jumlah dribel, dan peluang tercipta dari aksi membawa bola terbanyak di lima liga top Eropa.
Karena performa itu, dukungan terhadap Yamal semula dianggap wajar oleh sebagian pihak. Namun, latar belakang rivalitas Barcelona dan Espanyol membuat pernyataan Monchi terbaca berbeda di mata pendukung klubnya sendiri. Pada akhirnya, ia memilih meredakan polemik dengan menarik dukungan tersebut, sekaligus menegaskan bahwa pilihannya sebelumnya lahir dari penilaian atas kualitas Yamal sebagai pemain Spanyol, bukan karena afiliasi klub.










Discussion about this post