Mantan chairman Manchester City, David Bernstein, menyatakan klub lamanya layak mendapat hukuman paling berat jika banding atas 115 pelanggaran finansial gagal. Pernyataan itu muncul setelah Premier League menyatakan The Citizens bersalah usai proses penyelidikan komisi independen. Kasus yang menyeret klub asal Manchester tersebut mencakup dugaan pelanggaran serius dalam periode 2009 hingga 2018, mulai dari kontrak sponsor yang tidak sah hingga laporan keuangan yang dinilai tidak akurat. Jika tidak ada banding atau upaya itu ditolak, Manchester City berpotensi dijatuhi denda, pengurangan poin, bahkan degradasi dari Premier League.
Dalam keterangan resmi, liga menilai rangkaian temuan tersebut sebagai skandal terbesar yang pernah dihadapi kompetisi itu. Tuduhan yang disorot meliputi pembuatan dokumen sponsor yang dianggap palsu, kegagalan menyampaikan data keuangan secara benar, serta sikap yang disebut tidak kooperatif selama penyelidikan. Premier League juga memberi tenggat kepada Manchester City untuk mengajukan banding hingga Jumat, 2 Oktober 2026. Setelah itu, komisi independen akan menentukan sanksi lanjutan apabila keputusan awal tetap berlaku.
Bernstein, yang memimpin klub pada periode 1998-2003, justru menilai konsekuensi berupa pengusiran dari Premier League bukanlah langkah berlebihan. Dilansir BolaSport.com dari BBC Sport, ia menyebut kasus ini sebagai sesuatu yang sangat berat dan sulit dipercaya. Menurutnya, persoalan ini bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan menyangkut integritas sepak bola dan kredibilitas liga.
“Hal ini sangat memberatkan dan sulit dipercaya,” kata Bernstein. Ia menambahkan bahwa tuduhan soal dokumen palsu dan pola perilaku yang berlangsung bertahun-tahun menunjukkan masalah yang jauh lebih besar dari sekadar kesalahan teknis. Bernstein bahkan mempertanyakan apakah pihak-pihak yang bertanggung jawab di tubuh klub masih pantas tetap menjabat. Baginya, ada kebutuhan untuk mengambil tindakan yang lebih keras daripada denda semata.
“Ini masalah yang sangat, sangat serius. Menurut saya, situasinya benar-benar parah,” ujarnya. Ia menilai sikap menyangkal tidak akan menyelesaikan perkara karena yang dipertaruhkan adalah kepercayaan publik terhadap Premier League. Bernstein juga menegaskan bahwa jika banding Manchester City gagal, maka klub tersebut semestinya tidak dibiarkan tetap berada di kompetisi papan atas Inggris.
Dari sisi klub, Manchester City menolak putusan itu dan menyatakan siap menempuh jalur hukum untuk membantah tuduhan yang diarahkan kepada mereka. Dalam pernyataan resminya, klub menyebut hasil pemeriksaan komisi Premier League membuat mereka kecewa dan terkejut. The Citizens akan mengajukan banding pada 2 Oktober 2026, dan bila hasil akhirnya tetap merugikan, perkara itu masih bisa dibawa ke Badan Arbitrase Olahraga atau CAS.
Sumber: www.bolasport.com










Discussion about this post