An Se-young menambah daftar prestasinya di bulu tangkis dengan merebut emas tunggal putri Asian Games 2026 setelah menundukkan Akane Yamaguchi di final, Selasa (29/9/2026), di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Aichi, Jepang. Pebulu tangkis asal Korea Selatan itu menang dua gim langsung 21-17, 21-9 dan menjadi peraih gelar tunggal putri Asian Games secara beruntun, menyusul suksesnya pada edisi Hangzhou 2022.
Meski hasil itu menempatkannya sebagai pemain pertama yang mampu mempertahankan emas nomor tunggal putri di ajang Asian Games, An justru mengaku tidak datang ke laga puncak dengan pikiran soal rekor. Ia mengatakan fokus utamanya hanya menjalani pertandingan sebaik mungkin. “Saya menjalani pertandingan hanya dengan pikiran bahwa akan lebih baik jika saya menang,” kata An Se-young, mengutip Star News.
Final tersebut tidak sepenuhnya berjalan mudah bagi unggulan nomor satu dunia itu. Akane sempat memberi perlawanan ketat pada gim pembuka, namun An mampu menjaga ritme permainan dan mengambil kendali saat duel memasuki gim kedua. Setelah unggul, ia melesat lebih nyaman hingga menutup laga dalam durasi 52 menit.
Kemenangan itu juga membuat An mencatat sejarah baru dalam cabang yang sudah lama hadir di Asian Games. Bulu tangkis resmi dipertandingkan sejak 1962 di Jakarta, tetapi baru pada edisi 2026 ada pemain tunggal putri yang berhasil meraih dua emas secara beruntun. Pencapaian itu sekaligus menegaskan konsistensinya di level tertinggi.
An mengakui laga melawan Yamaguchi menyimpan banyak tantangan. Menurut dia, lawannya punya pertahanan yang rapat dan pergerakan yang cepat, sehingga ia harus terus menimbang pilihan selama pertandingan. Namun, semakin banyak opsi yang ia pikirkan, semakin besar pula kemungkinan melakukan kesalahan. Karena itu, ia memilih bertindak lebih cepat dalam mengambil keputusan di lapangan.
“Itu adalah pertandingan yang membuat saya memiliki banyak kekhawatiran, karena Akane memiliki pertahanan yang sangat baik,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa dirinya belajar untuk tidak terlalu lama memikirkan pukulan berikutnya agar permainan tetap mengalir. Menurutnya, perubahan pendekatan itu membuat performanya lebih stabil dan membantu mengamankan kemenangan.
Bagi An, emas Asian Games 2026 bukan garis akhir. Ia menilai pencapaian tersebut hanya bagian dari proses panjang dalam kariernya. Dengan kalender BWF World Tour yang masih menunggu turnamen Denmark dan French Open pada Oktober mendatang, ia ingin segera kembali fokus. “Target saya berikutnya adalah memenangkan turnamen berikutnya,” tegasnya.
Sumber: www.tribunnews.com










Discussion about this post