Arema FC Bersiap Songsong Musim 2026-2027: Memperkuat Fondasi Tim dan Staf Kepelatihan
Musim kompetisi 2025-2026 telah usai, dan Arema FC berhasil menorehkan catatan positif dengan finis di posisi kesembilan klasemen Super League. Pencapaian ini menandai musim terbaik Singo Edan dalam tiga tahun terakhir, sebuah lompatan signifikan dari musim sebelumnya. Di musim 2023-2024, tim berjuluk Singo Edan ini hanya mampu bertengger di peringkat ke-15, tipis di atas zona degradasi. Setahun kemudian, pada musim 2024-2025, Arema FC menduduki peringkat ke-10, menunjukkan grafik peningkatan yang stabil.
Berkat performa yang membaik ini, manajemen Arema FC kini berancang-ancang untuk membangun kerangka tim yang lebih kokoh untuk musim 2026-2027. Salah satu langkah strategis yang tengah dipertimbangkan adalah mempertahankan pucuk pimpinan tim, pelatih Marcos Santos. Meskipun kepastiannya belum mencapai 100 persen, sinyal positif dari manajemen untuk melanjutkan kerja sama dengan pelatih asal Brasil ini semakin menguat.
Keputusan untuk mempertahankan pelatih yang telah menangani tim di musim 2025-2026 bukanlah hal yang unik di kancah sepak bola Indonesia. Klub Jawa Timur lainnya, Persebaya Surabaya, juga menunjukkan kepercayaan yang sama dengan tetap menunjuk Bernardo Tavares sebagai nakhoda tim mereka. Begitu pula dengan PSIM Jogja yang masih akan berada di bawah arahan Jean-Paul van Gastel.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengungkapkan bahwa keputusan final mengenai nasib Marcos Santos masih menunggu hasil rapat Dewan Direksi (Board of Directors). Namun, ia membenarkan adanya sinyal kuat untuk mempertahankan pelatih asal Brasil tersebut.
Alasan di Balik Keputusan Mempertahankan Marcos Santos
Manajemen Arema FC tampaknya mantap dengan sosok Marcos Santos bukan tanpa alasan yang mendalam. Pelatih ini dinilai mampu membawa tim melewati berbagai tekanan dan tantangan sepanjang musim 2025-2026, hingga akhirnya mampu menyelesaikan kompetisi hingga akhir.
“Pertimbangannya, selama tiga tahun terakhir kita sudah mengganti enam pelatih di tengah musim dan baru pelatih ini yang bisa bertahan sampai akhir musim,” ujar Yusrinal Fitriandi, yang akrab disapa Inal. Pernyataan ini menyoroti stabilitas yang berhasil diciptakan Santos, sebuah elemen krusial yang seringkali hilang pada musim-musim sebelumnya.
Meskipun belum berhasil mempersembahkan gelar juara, kinerja Marcos Santos di musim ini patut diapresiasi dengan beberapa catatan positif. Di antaranya adalah kemenangan meyakinkan 2-0 atas Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Karno pada 8 Februari, serta keberhasilan menahan imbang juara bertahan Persib Bandung tanpa gol di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada 24 April.
Inal menambahkan, Santos memiliki kelebihan dalam hal kepiawaian mencari pemain berbakat, kemampuan mengayomi tim, serta minimnya isu negatif di dalam internal skuad. “Dia juga sudah paham karakter pemain dan kompetisi di Indonesia,” jelasnya. Pemahaman mendalam tentang atmosfer sepak bola Tanah Air ini menjadi aset berharga bagi Arema FC.
Produktivitas Pemain dan Tantangan yang Dihadapi
Di bawah asuhan Santos, lini serang Arema FC menunjukkan performa yang mengesankan. Sejumlah pemain menunjukkan ketajaman yang luar biasa dalam mencetak gol. Dalberto menjadi sorotan utama dengan 19 gol, diikuti oleh Joel Vinicius yang mencetak 15 gol (8 gol di antaranya untuk Arema FC), dan Gabriel ‘Gabi’ Silva dengan 6 gol. Produktivitas Dalberto bahkan menempatkannya dalam tiga besar pemain paling subur di Super League musim 2025-2026.
Namun, perjalanan musim ini juga tidak lepas dari catatan negatif bagi Santos dan tim. Salah satunya adalah kekalahan telak 0-4 dari rival abadi, Persebaya Surabaya, pada 28 April. Selain itu, Arema FC juga harus mengakui keunggulan Persik Kediri dalam pertandingan lainnya pada 3 Mei. Kekalahan-kekalahan ini menjadi bahan evaluasi penting untuk perbaikan di masa mendatang.
Pembenahan Staf Kepelatihan Menjadi Prioritas
Selain fokus pada perpanjangan kontrak pelatih kepala, manajemen Arema FC juga serius dalam melakukan pembenahan di sektor staf kepelatihan. Salah satu posisi yang sedang dalam tahap evaluasi mendalam adalah peran analis video.
“Kami berencana mencari sosok dari internal atau legenda Arema sendiri untuk mengisi posisi tersebut, namun saat ini pembicaraannya masih belum intens,” ujar Inal. Langkah ini menunjukkan komitmen manajemen untuk membangun tim yang solid tidak hanya di atas lapangan, tetapi juga di balik layar. Penguatan tim kepelatihan dengan individu yang memiliki pemahaman mendalam tentang klub dan sepak bola Indonesia diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi performa tim di musim-musim mendatang. Dengan fondasi yang mulai diperkuat, Arema FC optimis menatap masa depan yang lebih cerah di Super League.










Discussion about this post