Kekalahan Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026 melawan Paris Saint-Germain (PSG) tidak hanya mengubur mimpi mereka akan gelar Eropa, tetapi juga mengukir rekor yang memalukan. Pertandingan yang digelar di Puskas Arena, Budapest, Hungaria, pada Sabtu (30/5/2026) WIB tersebut, harus diselesaikan melalui drama adu penalti yang menegangkan.
Pertandingan berjalan dramatis sejak awal. Arsenal sempat unggul lebih dulu melalui gol cepat Kai Havertz di menit ke-6. Keunggulan ini berhasil dipertahankan hingga paruh babak kedua. Namun, harapan Arsenal untuk meraih kemenangan kandas setelah PSG dihadiahi penalti di menit ke-62. Ousmane Dembele yang menjadi algojo sukses mengeksekusi penalti tersebut di menit ke-64, menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Skor imbang ini bertahan hingga akhir babak perpanjangan waktu, memaksa kedua tim untuk menentukan nasib juara melalui adu tos-tosan.
Dalam adu penalti, Arsenal hanya mampu mencetak gol dari tiga dari lima penendangnya. Sebaliknya, empat eksekutor PSG berhasil menjalankan tugasnya dengan baik, memastikan kemenangan 4-3 bagi tim asal Paris tersebut.
Rekor Memalukan di Kompetisi Eropa
Kekalahan ini menempatkan Arsenal dalam catatan yang kurang membanggakan di kancah sepak bola Eropa. Berdasarkan data, The Gunners kini memegang rekor sebagai tim dengan penampilan terbanyak di Liga Champions tanpa pernah sekalipun meraih gelar juara. Sepanjang sejarah partisipasi mereka di kompetisi paling prestisius di benua biru ini, Arsenal telah memainkan total 226 pertandingan.
Catatan ini menempatkan Arsenal di puncak daftar tim yang belum pernah mencicipi manisnya gelar Liga Champions. Mereka bersanding dengan klub-klub seperti Atletico Madrid, Dynamo Kyiv, Galatasaray, dan Olympiakos, yang juga memiliki catatan penampilan banyak tanpa gelar.
- Atletico Madrid: Meskipun belum pernah juara, Atletico telah memainkan 192 pertandingan di Liga Champions dan berhasil menembus tiga final.
- Dynamo Kyiv: Klub asal Ukraina ini telah berpartisipasi sebanyak 184 kali, dengan pencapaian terbaiknya adalah mencapai babak semifinal.
- Galatasaray: Tercatat telah bermain sebanyak 169 kali, dengan pencapaian terbaik mencapai semifinal.
- Olympiakos: Memiliki 166 penampilan di Liga Champions, dengan pencapaian terbaik adalah perempat final.
Final yang Gagal Dimenangkan
Lebih memilukan lagi, Arsenal juga bergabung dengan tiga tim lain yang belum pernah merasakan gelar juara Liga Champions meskipun sudah pernah mencapai final minimal dua kali. Ketiga tim tersebut adalah:
- Atletico Madrid: Tiga kali mencapai final.
- Stade de Reims: Dua kali mencapai final.
- Valencia: Dua kali mencapai final.
Arsenal sendiri tercatat pernah menembus final Liga Champions pada musim 2005/2006 dan musim 2025/2026. Pada kedua kesempatan tersebut, The Gunners harus menelan kekalahan. Di final 2006, mereka dikalahkan oleh Barcelona, sementara di final 2026, giliran PSG yang menundukkan mereka.
Penghibur di Kancah Domestik
Meskipun mencetak rekor yang kurang mengenakkan di Eropa, Arsenal masih memiliki alasan untuk bernapas lega. Kesuksesan mereka di kancah domestik, khususnya di Premier League, setidaknya dapat sedikit menutupi kekecewaan di Liga Champions. Gelar Premier League yang berhasil diraih menjadi penawar dahaga panjang klub akan trofi mayor sejak musim 2019-2020.
Selain itu, kegagalan di Liga Champions musim 2025-2026 ini diharapkan dapat menjadi motivasi berharga bagi skuad muda Arsenal. Pengalaman pahit tersebut dapat menjadi pelajaran berharga yang akan membakar semangat mereka untuk kembali berjuang dan meraih hasil yang lebih baik di musim-musim mendatang. Perjalanan panjang di kompetisi elit Eropa masih terbuka, dan Arsenal memiliki potensi untuk bangkit dari kekalahan ini.









Discussion about this post