Presiden Prabowo Subianto menghadiri Upacara Peringatan HUT ke-81 TNI di Lapangan Prima Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin, 5 Oktober 2026, dengan cara yang menarik perhatian: ia tiba menggunakan helikopter dari kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Kehadiran pesawat itu diumumkan langsung oleh pembawa acara upacara sebelum Prabowo menjalankan tugas sebagai inspektur upacara.
“Saat ini, helikopter Bapak Presiden Republik Indonesia melintasi Lapangan Prima Mabes TNI,” ujar pembawa acara. Setelah mendarat, Prabowo menuju lokasi upacara untuk memimpin jalannya peringatan hari ulang tahun TNI. Pada acara tersebut, komandan upacara dijabat Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto, sementara Pangkorpasgat Marsdya TNI Deny Muis disiapkan sebagai cadangan komandan upacara.
Di deretan tamu undangan VVIP, hadir dua mantan presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko “Jokowi” Widodo. Keduanya duduk di barisan depan bersama Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Sebelum upacara dimulai, Prabowo sempat menghampiri dan memberi hormat kepada SBY serta Jokowi saat tiba di area acara.
Penampilan SBY dan Jokowi juga menjadi perhatian. SBY datang dengan baret hijau yang dipadukan dengan jas hitam, sedangkan Jokowi mengenakan jas biru dan peci hitam. Kehadiran para tokoh itu menambah bobot simbolik peringatan HUT TNI yang berlangsung di tengah jajaran pejabat negara dan pimpinan militer.
Selain kehadiran para tokoh nasional, sorotan lain tertuju pada pakaian dinas upacara baru yang dikenakan sejumlah perwira TNI Angkatan Darat dan TNI Angkatan Udara. Seragam itu menampilkan detail berbeda dari model sebelumnya, terutama pada bagian kerah yang diberi garis merah serta ujung lengan dengan aksen melingkar berwarna emas. Model baru ini juga tidak lagi memakai dasi seperti pada seragam lama.
Dari tampilan luarnya, desain tersebut sempat memunculkan perbandingan dengan busana militer Korea Utara. Namun Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menilai kemiripan seragam militer di kawasan Asia, termasuk Asia Tenggara, adalah hal yang wajar. Ia bahkan menyebut pola pakaian militer di sejumlah negara memang kerap terlihat serupa.
Agus menegaskan bahwa rancangan PDU baru TNI tetap membawa unsur budaya Indonesia. Menurut dia, inspirasi desain itu merujuk pada beskap, busana tradisional yang lekat dengan budaya Jawa. Dengan pendekatan itu, TNI ingin menampilkan ciri khas sendiri sekaligus memberi ruang bagi identitas lokal dalam pakaian dinas upacara. Peringatan HUT ke-81 TNI pun diwarnai rangkaian momen yang mencuri perhatian, mulai dari kedatangan Presiden dengan helikopter, kehadiran dua mantan presiden, hingga perdebatan seputar seragam baru para perwira.










Discussion about this post