Jakarta, Jumat (9/10), Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa temuan penggunaan rumah dinas TNI AD sebagai pusat operasional judi online merupakan aib bagi institusinya. Ia menyampaikan sikap itu di Markas Besar TNI AD, Jakarta Pusat, sembari menekankan bahwa Angkatan Darat menolak keras segala bentuk aktivitas yang berkaitan dengan perjudian daring.
Maruli mengatakan pihaknya tidak akan memberi perlindungan kepada siapa pun yang terlibat. Menurut dia, prajurit yang diduga menyewakan rumah dinas untuk dipakai para operator judi online sudah ditahan dan kini berada di Markas Polisi Militer Komando Daerah Militer Jaya. Ia juga memastikan oknum tersebut akan dikenai sanksi dari satuan setelah proses pemeriksaan berjalan.
Kasus ini mencuat setelah TNI AD membongkar dugaan aktivitas ilegal di sebuah rumah di Komplek Perumahan Angkatan Darat, Cijantung, Jakarta, pada Minggu (4/10). Pengungkapan bermula dari laporan adanya kegiatan yang dianggap tidak wajar di lokasi tersebut. Setelah itu, personel Kodim 0505/Jakarta Timur bersama unsur kewilayahan mendatangi tempat kejadian untuk mengamankan area dan mengumpulkan barang bukti.
Dari pemeriksaan awal di rumah dinas itu, petugas menemukan beberapa komputer di sejumlah ruangan yang diduga dipakai untuk menjalankan sistem judi online. Selain itu, sebelas warga sipil turut diamankan, terdiri atas enam laki-laki dan lima perempuan. Mereka kemudian dibawa ke Detasemen Polisi Militer untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Barang yang disita dalam penggerebekan tersebut juga cukup banyak. Aparat mengamankan 32 unit komputer, 14 telepon seluler, dan sembilan kartu tanda penduduk. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa rumah dinas itu tidak hanya dipakai untuk aktivitas biasa, melainkan dijadikan tempat bekerja jaringan yang berkaitan dengan judol.
Kapuspen TNI Mayjen TNI Muhammad Nas menjelaskan bahwa rumah dinas tersebut memang ditempati oleh prajurit yang kini diperiksa. Ia menyebut prajurit itu adalah Letnan Kolonel Inf Arman, yang menjabat Kepala Seksi Intelijen Garnisun Tetap 1/Jakarta. Saat ini, yang bersangkutan masih ditahan di Pomdam Jaya untuk pendalaman lebih jauh.
Nas menambahkan, penyidik masih menelusuri sejauh mana keterlibatan Arman dalam aktivitas judi online di rumah tersebut. Di sisi lain, TNI AD melalui Brigjen TNI Donny Pramono menegaskan bahwa institusinya tidak akan membiarkan fasilitas di lingkungan militer dipakai untuk kegiatan yang melanggar hukum. Pihak-pihak lain yang diduga berkaitan dengan penggunaan rumah itu juga masih terus ditelusuri.










Discussion about this post