Maya Septha memilih menutup kolom komentar saat membagikan momen pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby di media sosial. Keputusan itu diambil karena ia sudah memperkirakan unggahannya akan memancing banyak respons negatif. Langkah tersebut disampaikan Maya saat menjadi bintang tamu dalam program Pagi Pagi Ambyar, Jumat, 9 Oktober 2026, dan ia menegaskan keputusan itu bukan karena ada persoalan pribadi dengan Andre maupun Amanda.
Bagi Maya, unggahan tersebut semata-mata bentuk kebahagiaan sebagai teman. Namun, ia merasa tidak perlu memberi ruang tambahan bagi netizen yang ingin melontarkan hujatan. Menurutnya, pasangan itu sudah cukup mendapat komentar miring dari berbagai pihak, sehingga akun miliknya tak perlu ikut menjadi tempat pelampiasan. Ia bahkan menyebut kasihan jika Andre dan Amanda harus membaca komentar buruk yang muncul berulang kali.
Maya mengatakan dirinya sempat menunda membagikan foto tersebut karena sedang berada di China untuk berlibur. Setelah pulang dan mempertimbangkan situasinya, ia akhirnya memutuskan tetap mengunggah momen itu. Hanya saja, sejak awal ia langsung mematikan fitur komentar agar unggahan tersebut tidak berubah menjadi ruang perdebatan baru di media sosial.
Dalam penuturannya, Maya mengaku sudah menduga isi komentar yang akan muncul. Ia memahami bahwa publik tengah ramai membicarakan pernikahan Andre, sehingga reaksi negatif hampir pasti datang. Karena itu, ia memilih langkah pencegahan daripada harus menghapus komentar satu per satu atau membiarkan unggahannya dipenuhi serangan warganet.
Maya juga menyadari bahwa menutup komentar pada satu foto tidak sepenuhnya menghentikan orang untuk berbicara. Menurut dia, sebagian warganet tetap mencari unggahan lain di akun media sosialnya untuk menuliskan pendapat. Meski begitu, ia memilih tidak terlalu memikirkan hal tersebut dan tidak menelusuri seluruh komentar yang masuk.
Di sisi lain, Maya menegaskan hubungannya dengan Andre dan Amanda tetap baik. Ia mengaku ikut senang saat mengetahui keduanya menikah, meski sempat terkejut karena merasa menjadi salah satu orang yang baru mengetahui hubungan mereka belakangan. Sebagai sahabat, ia ingin memberi dukungan tanpa ikut memperkeruh suasana di dunia maya.
Maya juga menyinggung kebiasaannya sesekali menjauh dari media sosial. Ia pernah melakukan digital detox selama sekitar dua minggu hingga satu bulan. Pengalaman itu membuatnya lebih selektif dalam menggunakan gawai dan lebih sadar bahwa terus-menerus membaca pemberitaan atau menggulir layar ponsel bisa menyita waktu sekaligus membuat emosi lebih mudah terpancing. Dari situ, ia berharap masyarakat bisa lebih bijak saat memberi komentar, terutama soal kehidupan pribadi orang lain.










Discussion about this post