Irjen Pol Prof. Dr. H. Dadang Hartanto menjadi sorotan setelah masuk dalam mutasi besar di tubuh Polri dan ditetapkan sebagai Kapolda Metro Jaya menggantikan Komjen Pol Asep Edi Suheri. Promosi itu tertuang dalam surat mutasi nomor ST/2205/X/KEP/2026 tertanggal 2 Oktober 2026, yang merupakan bagian dari perombakan jabatan di jajaran perwira tinggi dan menengah Polri. Dengan posisi baru tersebut, Dadang berpeluang naik pangkat menjadi komisaris jenderal. Perubahan status Polda Metro Jaya juga merujuk pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 38/POLRI/Tahun 2026 yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto.
Nama Dadang bukan sosok baru di lingkungan kepolisian, terutama di wilayah Sumatra Utara. Jenderal bintang dua ini pernah menjabat sebagai Kapolrestabes Medan dan Wakapolda Sumut, dua posisi yang menempatkannya dekat dengan dinamika keamanan di provinsi tersebut. Sebelum dipromosikan ke Jakarta, ia juga memimpin Polda Maluku sejak Agustus 2025. Sebelumnya lagi, Dadang bertugas sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.
Perjalanan kariernya di Korps Bhayangkara terbilang panjang dan bertahap. Dadang lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 24 November 1971, dan merupakan lulusan Akpol 1994. Ia satu angkatan dengan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, yang dikenal dengan nama batalyon Tunggal Panaluan, serta seangkatan dengan Ferdy Sambo. Setelah lulus, Dadang sempat mengisi sejumlah jabatan, mulai dari Kapolsek Senen pada 2005, Kapolres Subang pada 2009, Kapolres Cianjur pada 2011, hingga Wakapolrestabes Bandung dan Sespri Kapolri pada 2012.
Kariernya terus menanjak lewat penugasan di bidang pembinaan dan staf strategis. Pada 2014, ia menjadi Assesor Utama Bagpenkompeten Robinkar SSDM Polri, lalu pernah menjabat Koorspripim Polri. Dua tahun kemudian, Dadang dipercaya sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Pideksus Bareskrim Polri. Pada 2017, ia naik menjadi Kapolrestabes Medan, kemudian pada 2020 menduduki jabatan Wakapolda Sumut. Setelah itu, pada Desember 2022 ia dipindahkan ke Sespim Lemdiklat Polri sebelum akhirnya memimpin Polda Maluku pada 2025.
Di luar karier lapangan, Dadang juga dikenal punya latar akademik yang kuat. Ia meraih gelar doktor dari Universitas Indonesia pada 2015 dan kemudian dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Administrasi Publik di Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara. Nama lengkapnya tercatat sebagai Irjen Pol. Prof. Dr. H. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si. Ia diketahui beragama Islam dan memiliki istri bernama Vitri Hartanto.
Selain rekam jejak jabatan, laporan harta kekayaannya juga ikut menjadi perhatian publik. Berdasarkan LHKPN KPK, total kekayaan Dadang tercatat sebesar Rp8.030.200.300 dan terakhir dilaporkan pada 12 Maret 2026. Aset terbesarnya berupa tanah dan bangunan senilai Rp7,72 miliar yang tersebar di Jakarta Selatan, Cianjur, Cimahi, Surabaya, dan Subang. Ia juga melaporkan satu mobil Toyota Fortuner G tahun 2012 senilai Rp150 juta serta kas dan setara kas sebesar Rp160.200.300.










Discussion about this post