Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) akan menggelar Aksi Nasional Pendidikan di depan Gedung DPR RI, Jakarta, pada Senin, 5 Oktober, mulai pukul 13.00 WIB. Dalam aksi itu, BEM SI mengajak mahasiswa dari berbagai daerah untuk turun ke jalan membawa sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan persoalan pendidikan nasional.
Seruan tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi BEM SI, @bem_si, pada Minggu, 4 Oktober. Organisasi mahasiswa ini menekankan bahwa aksi tersebut bukan sekadar bentuk protes, melainkan upaya mendorong perhatian publik dan negara terhadap masalah-masalah yang dinilai masih membayangi dunia pendidikan di Indonesia.
Salah satu isu utama yang diangkat adalah pendidikan gratis. BEM SI menilai akses belajar merupakan hak masyarakat yang semestinya benar-benar diwujudkan, bukan hanya menjadi janji dalam wacana kebijakan. Dalam seruannya, BEM SI menegaskan bahwa aspirasi ini berlaku untuk seluruh wilayah Indonesia, dari Aceh sampai Papua, serta mencakup jenjang pendidikan dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
Di luar soal pembiayaan pendidikan, BEM SI juga menyoroti pembahasan regulasi pendidikan yang dinilai perlu mendapat perhatian serius. Bagi mereka, kebijakan pendidikan tidak boleh berhenti pada penyusunan aturan, tetapi harus memastikan sistem yang ada benar-benar memberi manfaat bagi peserta didik, tenaga pendidik, dan lembaga pendidikan di berbagai daerah.
Isu kesejahteraan guru dan tenaga pendidik turut masuk dalam daftar tuntutan. BEM SI menilai para pengajar memegang peran penting dalam mencerdaskan generasi bangsa, namun masih menghadapi persoalan terkait kesejahteraan, kepastian kerja, dan penghargaan yang layak atas kontribusi mereka. Karena itu, nasib pendidik disebut menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari pembenahan sistem pendidikan.
Selain pendidikan dasar dan menengah, keberlanjutan perguruan tinggi swasta juga menjadi perhatian. BEM SI memasukkan persoalan tersebut sebagai salah satu agenda yang harus dikawal, karena keberadaan PTS dinilai penting dalam menopang akses pendidikan tinggi di Indonesia. Melalui aksi ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya hadir sebagai peserta unjuk rasa, tetapi juga ikut menjaga agar tuntutan yang dibawa tetap mendapat sorotan.
Dalam penutup seruannya, BEM SI menegaskan bahwa perjuangan atas pendidikan tidak cukup berhenti pada pembicaraan. Mereka meminta mahasiswa untuk hadir, bersuara, dan mengawal langsung aksi nasional tersebut di kawasan DPR RI.









Discussion about this post