Komjen Dadang Hartanto kini resmi menempati kursi Kapolda Metro Jaya setelah ditetapkan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto. Ia menggantikan Komjen Asep Edi Suheri, yang bergeser menjadi Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri. Pergantian itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 bertanggal 2 Oktober 2026, dan penjelasan resmi mengenai mutasi disampaikan Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir pada Sabtu (3/10).
Nama Dadang mencuri perhatian bukan semata karena jabatan barunya di ibu kota. Di lingkungan Polri, ia termasuk sedikit perwira tinggi yang mencapai gelar profesor. Sejak 2023, Dadang tercatat mengajar di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), dan pada 27 Mei 2023 ia dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Administrasi Publik di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMSU.
Di jalur kepolisian, Dadang adalah lulusan Akademi Kepolisian angkatan 1994. Pengalamannya banyak berkaitan dengan reserse, namun jejak tugasnya juga tersebar di berbagai level, mulai dari satuan kewilayahan hingga posisi penting di Markas Besar Polri. Dalam perjalanan karier itu, ia pernah memimpin Kapolsek Senen, menjabat Kapolres Subang dan Kapolres Cianjur, lalu dipercaya menjadi Wakapolrestabes Bandung. Ia juga sempat menjadi Sespri Kapolri.
Karier Dadang berlanjut ke sejumlah penugasan strategis. Pada 2014, ia diberi amanah sebagai Assesor Utama Bagpenkompeten Robinkar SSDM Polri. Dua tahun kemudian, ia ditempatkan sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Pideksus Bareskrim Polri. Pada 2017, ia memimpin Polrestabes Medan, sebelum kemudian dipercaya memegang jabatan Kepala Biro Perencanaan dan Administrasi Bareskrim Polri.
Setelah itu, posisinya terus naik. Pada 2022, Dadang menjabat Wakapolda Sumatera Utara. Setahun berikutnya, ia menjadi Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri. Lalu pada 20 September 2024, ia diangkat sebagai Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri. Dalam perjalanan berikutnya, Dadang juga sempat ditugaskan sebagai Kapolda Maluku menggantikan Irjen Pol Eddy Sumtitro Tambunan.
Penunjukan Dadang ke Polda Metro Jaya menempatkannya di salah satu posisi paling penting di tubuh Polri, mengingat wilayah Jakarta menjadi pusat pemerintahan, ekonomi, dan aktivitas keamanan nasional. Polri menyebut rotasi jabatan seperti ini merupakan bagian dari kebutuhan organisasi, sekaligus sarana pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian.










Discussion about this post