Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto merombak besar-besaran jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia hanya dua hari setelah dilantik. Dalam mutasi yang tercantum pada Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026, sebanyak 88 perwira tinggi dan perwira menengah bergeser posisi. Salah satu nama yang ikut terdampak adalah Ahrie Sonta Nasution, mantan ajudan Presiden Prabowo Subianto, yang kini resmi naik pangkat menjadi Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) sekaligus memimpin Divisi Hukum Polri.
Promosi itu datang setelah Ahrie meninggalkan jabatan sebelumnya sebagai Penyelidik Pengamanan Internal Utama Tk II Divpropam Polri. Ia kemudian ditempatkan pada posisi Kepala Divisi Hukum Polri, jabatan yang di struktur Mabes Polri memang diperuntukkan bagi perwira tinggi bintang dua. Karena itu, pangkatnya otomatis menyesuaikan dari Brigadir Jenderal Polisi menjadi Irjen Pol.
Perjalanan karier Ahrie Sonta Nasution terbilang cepat dan menonjol. Pria kelahiran 2 April 1981 itu merupakan lulusan Akademi Kepolisian angkatan 2002. Sejak awal, namanya dikenal di lingkungan Polri bukan hanya karena pengalaman lapangan, tetapi juga karena capaian akademiknya yang kuat. Ia menempuh pendidikan lanjutan di PTIK pada 2008, lalu mengikuti Dikjur Pamen SDM Polri pada 2015, dan Sespimen Polri tiga tahun setelahnya.
Prestasi akademik Ahrie mencapai puncaknya ketika ia meraih gelar Doktor Ilmu Kepolisian pada 2018. Pencapaian ini membuatnya dikenal sebagai polisi pertama yang memperoleh gelar doktor di bidang tersebut. Di luar pendidikan formal, ia juga mengikuti sejumlah pelatihan dan program internasional, antara lain di Politie Academy Apeldoorn, Belanda; Strategic Crime Science Analysis; Crime Scene Analysis by Visual Comparison di Münster, Jerman; Joint Special Operation University di Amerika Serikat; dan Nanyang Technological University di Singapura.
Dalam kariernya, Ahrie pernah mengisi sejumlah jabatan penting. Ia sempat memimpin Polres Pelabuhan Tanjung Priok, lalu dipercaya menjadi Sekretaris Pribadi Kapolri pada Spripim Polri. Pada 2021, ia menerima kenaikan pangkat luar biasa menjadi Kombes Pol. Setelah itu, ia bertugas sebagai Kepala Tim Monitoring Bagmon Robinopsnal Bareskrim Polri dan juga pernah menjabat Kasat Lantas Polres Sidoarjo. Ia pun sempat tergabung dalam Satgassus Operasi Nemangkawi di Papua.
Nama Ahrie makin dikenal publik ketika pada 2024 ia dipilih menjadi ajudan Presiden Prabowo Subianto. Setelah masa tugas itu, ia ditempatkan di Divpropam Polri sebelum akhirnya kembali mendapat promosi. Pada 2025, Ahrie resmi menyandang pangkat Brigjen Pol di usia 44 tahun, sekaligus menjadi jenderal termuda dari lulusan Akpol 2002. Kini, dengan penugasan barunya sebagai Kepala Divisi Hukum Polri, ia menambah daftar perwira Polri yang kariernya terus menanjak dalam waktu singkat.










Discussion about this post