Presiden Prabowo Subianto mengubah susunan Kabinet Merah Putih melalui pelantikan sejumlah pejabat di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (1/10). Langkah ini muncul saat pemerintah mendekati dua tahun masa kerja pemerintahan Prabowo-Gibran. Dalam prosesi tersebut, Prabowo memimpin langsung pengambilan sumpah sebelum para pejabat resmi menerima mandat baru mereka.
Di hadapan para pejabat yang akan dilantik, Prabowo lebih dulu menanyakan kesediaan mereka untuk menjalani sumpah sesuai agama masing-masing. Setelah dijawab siap, ia membacakan naskah sumpah jabatan yang kemudian diulang oleh para pejabat. Isi sumpah menegaskan kewajiban setia pada konstitusi, menaati aturan negara, dan menjalankan tugas demi kepentingan bangsa.
Salah satu perubahan yang paling menonjol adalah penugasan baru kepada Bahlil Lahadalia. Selain tetap menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil kini juga dipercaya memimpin koordinasi urusan hilirisasi dan transisi energi. Penugasan ganda ini menempatkannya pada dua posisi strategis yang berkaitan erat dengan pengolahan sumber daya dan arah kebijakan energi nasional.
Perombakan juga menggeser sejumlah nama di kursi penting pemerintahan. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kini menempati jabatan Kepala Kantor Staf Kepresidenan, menggantikan Dudung Abdurachman. Adapun Sugiono berpindah tugas menjadi Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Posisi Menteri Luar Negeri kemudian diisi oleh Wakil Menteri Luar Negeri Armanatha Christiawan Nasir. Sementara Dudung Abdurachman dilantik sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan.
Di jajaran kementerian lain, Prabowo menunjuk Muhammad Sarmuji yang berasal dari Partai Golkar sebagai Menteri Perindustrian. Drajad Hari Wibowo mendapat amanah sebagai Wakil Menteri Koordinator bidang Perekonomian. Pada Kementerian Keuangan, dua nama baru masuk sebagai wakil menteri, yakni Nurkholisoh Ibnu Aman dan Luky Alfirman. Selain itu, Muhammad Saleh Mustafa dilantik sebagai Wakil Menteri Pertanian, sedangkan Irwan Meilano dipercaya menjadi Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan.
Pelantikan tidak hanya menyentuh struktur kementerian. Pemerintah juga menempatkan pejabat baru pada lembaga dan badan tertentu. Dedy Prasetyo kini memimpin Badan Reforma Agraria Nasional, Arianto Wibowo ditunjuk sebagai Wakil Kepala BPKP, dan M Fadil Imran mengisi jabatan Wakil Kepala Otorita Badan Pengelola Pantai Utara Jawa. Dengan susunan baru ini, Prabowo menata ulang pembagian peran di lingkar pemerintahan pusat menjelang fase berikutnya masa pemerintahannya.
Sumber: jawapos.com










Discussion about this post