Pemerintah menegaskan manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang memilih mundur tidak akan dikenai sanksi. Kepastian itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Jakarta, Selasa (29/9), saat menanggapi keluhan sejumlah manajer yang keberatan karena penempatannya tidak sesuai dengan domisili.
Zulkifli, yang akrab disapa Zulhas, menyebut jumlah manajer yang mundur sejauh ini masih sangat kecil dibandingkan total peserta yang sudah menerima penugasan. Ia menggambarkannya hanya satu dua orang dan menekankan bahwa pemerintah tidak akan memberi hukuman bagi mereka yang menarik diri.
“Sedikit, satu-dua lah (yang mundur). Enggak ada (sanksi),” kata Zulhas dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (29/9).
Penjelasan senada juga datang dari Menteri Koperasi Ferry Juliantono. Ia mengatakan, proses rekrutmen dan penempatan manajer Kopdes Merah Putih memang sudah berjalan, tetapi jumlah yang mengundurkan diri tetap terbatas. Menurut Ferry, penarikan diri itu tidak terjadi dalam skala besar.
Ferry turut mengungkapkan bahwa sekitar 1.900 manajer, atau kurang lebih 11 persen dari total manajer Kopdes Merah Putih, ditempatkan lintas provinsi. Skema itu dipakai untuk menutup kebutuhan tenaga pengelola di daerah yang masih kekurangan sumber daya manusia.
“Yang jumlahnya tadi disampaikan oleh Pak Menko, jumlahnya kurang lebih 1.900 atau sekitar 11 persen dari manajer Kopdes yang ditempatkan lintas provinsi,” ujarnya.
Ia menambahkan, penempatan lintas wilayah tersebut bukan dilakukan tanpa alasan. Pemerintah, kata dia, justru ingin memastikan koperasi di daerah yang belum memiliki cukup tenaga pengelola tetap bisa berjalan. Karena itu, penugasan lintas provinsi menjadi salah satu cara untuk mengisi kekosongan SDM.
Ferry juga menegaskan pemerintah tidak akan langsung mencoret manajer yang sudah ditempatkan hanya karena bangunan koperasi di lokasi tugasnya belum rampung. Dalam hal ini, Kementerian Koperasi bersama PT Agrinas Pangan Nusantara akan mempertahankan status para manajer sembari menunggu fasilitas fisik Kopdes Merah Putih selesai dibangun.
Menurut Ferry, persoalan ketersediaan bangunan di lokasi penugasan tengah dicari jalan keluarnya agar penempatan manajer tidak menimbulkan masalah baru. “Pokoknya kita carikan solusinya,” ucapnya.
Sumber: www.jawapos.com










Discussion about this post