bali.
TABANAN – Gunung Batukaru yang terletak di wilayah Penebel, Tabanan, Bali, kembali menjadi tempat yang penuh misteri bagi para pendaki.
Untuk kesekian kalinya, seorang pendaki dilaporkan tersesat dan hilang saat melakukan pendakian di gunung yang memiliki ketinggian 2.276 Mdpl ini. Korban diketahui bernama Made Didia, seorang pendaki lansia berusia 80 tahun asal Penebel, Tabanan.
Made Dibya dilaporkan terpisah dari rombongan yang terdiri dari 14 orang. Informasi awal mengenai kehilangan Made Didia diterima oleh petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) pada Minggu (26/4/2026) pukul 04.40 WITA dari anggota BPBD Tabanan.
Perjalanan dimulai ketika rombongan sebanyak 14 orang pendaki melakukan pendakian dari jalur Pura Jatiluwih, Banjar Sarinbuana, Desa Wanagiri, Selemadeg, pada Sabtu (25/4) pukul 07.30 WITA.
Pada pukul 15.00 WITA, sepuluh orang pendaki berhasil mencapai puncak, sementara empat orang lainnya masih tertinggal di belakang karena tidak kuat melanjutkan perjalanan.
“Empat orang ini kemudian memutuskan untuk kembali ke Pura Jatiluwih,” tulis BPBD Tabanan dalam laporannya ke Basarnas Bali.
Di tengah perjalanan, korban Made Didia asal Banjar Sigaran, Desa Jegu, Penebel, memutuskan untuk mendahului pendaki yang lain. Namun, ketika tiga pendaki tiba di Pura Jatiluwih pukul 18.30 WITA, Made Didia tidak ada.
Pada pukul 20.15 WITA, seluruh rombongan pendaki tiba di Pura Jatiluwih, tetapi tidak ada yang melihat Made Didia di sepanjang jalur pendakian.
Upaya pencarian dilakukan pada malam hari, namun belum memberikan hasil. Tim rescue yang menerima laporan segera turun ke Gunung Batukaru untuk melakukan pencarian, bergabung dengan tim SAR lainnya.
Basarnas Bali menerjunkan tujuh personel menuju lokasi kejadian. Mereka dilengkapi dengan peralatan mountaineering, medis serta drone thermal untuk pencarian melalui udara dengan jangkauan yang lebih luas.
Beberapa langkah penting yang dilakukan dalam proses pencarian antara lain:
- Penyisiran area sekitar jalur pendakian menggunakan peralatan canggih seperti drone thermal.
- Koordinasi dengan warga setempat untuk memperluas informasi tentang pergerakan korban.
- Pemantauan cuaca dan kondisi medan secara berkala untuk memastikan kelancaran operasi pencarian.
Upaya pencarian sampai saat ini masih terus berlanjut. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan bersabar dalam menantikan kabar terbaru dari proses pencarian tersebut.










Discussion about this post