klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Local

Guru Razia 18 Siswi di SMKN 2 Garut, Dedi Mulyadi Bawa Murid ke Salon

Redaksi by Redaksi
12 Mei 2026 - 08:04
Reading Time: 3 mins read
0
Guru Razia 18 Siswi di SMKN 2 Garut, Dedi Mulyadi Bawa Murid ke Salon

Aksi Dedi Mulyadi dalam Kasus Razia Rambut Siswi SMKN Garut

Aksi Dedi Mulyadi yang turun tangan dalam kasus viral guru BK di SMKN Garut ramai menjadi perbincangan. Masalah ini muncul setelah sejumlah siswi di sekolah tersebut terkena razia rambut, dan aksi yang dilakukan oleh guru BK dinilai terlalu berlebihan.

Dedi Mulyadi menanyakan alasan mengapa guru BK melakukan razia rambut tersebut. Ia mempertanyakan apakah para siswi yang terkena razia pernah bolos atau tidak rajin masuk. Pertanyaan ini disampaikan melalui channel YouTube Kang Dedi Mulyadi pada Sabtu (9/5/2026).

Guru BK yang bersangkutan menjelaskan bahwa ia merasa resah dengan penampilan siswi di sekolahnya. Ia juga menyebutkan bahwa ada keluhan dari siswa laki-laki terkait penampilan mereka.

“Keresahan kami tentang penampilan siswi. Anak-anak laki-laki merasa resah, karena rambut siswi-siswinya berwarna, ke luar gerbang dibuka kerudungnya, masih pakai seragam, akumulasi dari sana dari sini,” ujar guru BK tersebut.

Mendengar hal itu, Dedi Mulyadi langsung bertindak dengan memastikan penanganan awal telah dilakukan. Ia mengirimkan 18 siswi tersebut ke salon untuk merapikan rambut mereka.

“Anak-anaknya sudah merapikan rambutnya di salon. Kemarin sudah saya kirim, jumlahnya 18 orang, sudah selesai,” kata Dedi Mulyadi.

Namun, Dedi belum bisa memberikan penjelasan lebih rinci terkait pelanggaran yang dilakukan oleh guru BK tersebut. Ia akan menjelaskan lebih lanjut melalui tayangan video di channel YouTube pribadinya.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

“Nanti ada tayangannya sore ini di YouTube saya agar bisa dilihat jelas apa yang dilakukan,” imbuh Dedi Mulyadi.

Sebelum Dedi Mulyadi turun tangan, kasus ini mencuat setelah video sejumlah siswi berhijab di SMKN 2 Garut viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, para siswi terlihat histeris usai rambut mereka dipotong paksa saat razia di sekolah.

Para siswi mengaku tidak terima rambut panjang mereka digunting tanpa persetujuan. Razia dilakukan karena rambut mereka dianggap diwarnai dan melanggar aturan sekolah.

Tindakan tersebut menuai kritik karena dinilai berlebihan. Terlebih, siswi yang mengenakan hijab diminta membuka kerudungnya sebelum rambutnya diperiksa dan dipotong.

Penanganan Awal dan Tindakan Lanjutan

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa langkah pertama yang diambil adalah memastikan para siswi mendapatkan perawatan rambut yang layak. Ia mengatakan bahwa semua siswi yang terkena razia telah diantar ke salon dan rambut mereka telah dirapikan.

Selain itu, Dedi Mulyadi juga berkomitmen untuk menjelaskan seluruh proses dan alasan di balik tindakan yang diambil. Ia menjanjikan tayangan video yang akan menjelaskan secara detail apa yang terjadi dalam kasus ini.

Meski begitu, ia belum dapat memberikan informasi lebih rinci tentang pelanggaran yang dilakukan oleh guru BK tersebut. Namun, ia berharap masyarakat dapat memahami niat baik dari tindakan yang diambil.

Tanggapan Masyarakat

Kasus ini mendapat perhatian luas dari masyarakat, terutama karena adanya kritik terhadap cara penggunaan otoritas oleh guru BK. Banyak orang menilai bahwa tindakan tersebut tidak proporsional dan melanggar hak para siswi.

Beberapa netizen mengkritik tindakan guru BK yang memaksa siswi membuka kerudungnya sebelum memeriksa rambut mereka. Hal ini dinilai sebagai bentuk diskriminasi dan tidak sesuai dengan prinsip kesopanan dan keadilan.

Di sisi lain, beberapa pihak memahami kekhawatiran guru BK terkait penampilan siswi. Namun, mereka menekankan bahwa cara penanganan harus tetap menghormati hak dan martabat setiap individu.

Kesimpulan

Kasus razia rambut di SMKN Garut menjadi peringatan penting tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara aturan sekolah dan hak asasi manusia. Tindakan yang diambil oleh Dedi Mulyadi menunjukkan komitmen untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang manusiawi dan profesional.

Dengan adanya penanganan awal dan rencana tindakan lanjutan, diharapkan kasus ini dapat menjadi pembelajaran bagi semua pihak terkait.

ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

104 Ribu Keluarga di Batang Terima Bantuan Pangan, 3 Kecamatan Menanti
Local

104 Ribu Keluarga di Batang Terima Bantuan Pangan, 3 Kecamatan Menanti

2 Juni 2026 - 20:49
Pencarian Dramatis: Basarnas Selami Ponton Palangka Raya untuk Korban Tenggelam
Local

Pencarian Dramatis: Basarnas Selami Ponton Palangka Raya untuk Korban Tenggelam

2 Juni 2026 - 18:57
Nanang Gasak Rokok Minimarket Brebes untuk Kambing Kurban
Local

Nanang Gasak Rokok Minimarket Brebes untuk Kambing Kurban

2 Juni 2026 - 18:50
Sukabumi-Bocimi: Jakarta Tumpah Ruah, Cibadak Macet Parah
Local

Sukabumi-Bocimi: Jakarta Tumpah Ruah, Cibadak Macet Parah

2 Juni 2026 - 18:04
Mobil Berplat B Dipalak di Bandung, Dedi Mulyadi: Cari Kerja Halal
Local

Mobil Berplat B Dipalak di Bandung, Dedi Mulyadi: Cari Kerja Halal

2 Juni 2026 - 17:51
Prediksi Cuaca Bengkulu 1 Juni 2026: Langit Berawan Merata
Local

Prediksi Cuaca Bengkulu 1 Juni 2026: Langit Berawan Merata

2 Juni 2026 - 16:19
Next Post
Timnas Prancis Bisa Panggil 14 Penyerang di Piala Dunia 2026

Timnas Prancis Bisa Panggil 14 Penyerang di Piala Dunia 2026

Cara Menghitung Weton Jodoh Jawa dan Maknanya

Cara Menghitung Weton Jodoh Jawa dan Maknanya

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com