klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Local

Bekasi Jadi Kota Beracun Kedua, Emisi Metana Capai 6,3 Ton/Jam

Redaksi by Redaksi
9 Mei 2026 - 12:29
Reading Time: 3 mins read
0
Bekasi Jadi Kota Beracun Kedua, Emisi Metana Capai 6,3 Ton/Jam

Kondisi Lingkungan di Bekasi yang Menjadi Sorotan Global

Kondisi lingkungan di kawasan perkotaan kembali menjadi perhatian utama, terutama setelah data terbaru menunjukkan peningkatan signifikan dalam emisi gas rumah kaca. Bekasi, sebuah kota yang terletak di Jawa Barat, kini masuk dalam daftar kota dengan tingkat pencemaran udara yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh produksi gas metana dalam jumlah besar setiap jam, yang menjadi salah satu penyebab utama kekhawatiran global.

Temuan ini bukan sekadar angka biasa, tetapi juga menjadi sinyal penting tentang kualitas udara dan dampaknya terhadap keseharian masyarakat. Berikut adalah beberapa informasi penting mengenai Bekasi sebagai kota beracun kedua di dunia.

1. Emisi Metana Tinggi dari TPST Bantargebang



Bekasi menjadi sorotan setelah data terbaru menunjukkan tingginya kadar emisi metana dari Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Berdasarkan pemantauan lembaga internasional, kawasan ini menghasilkan sekitar 6,3 ton gas metana per jam. Angka tersebut menempatkan Bekasi di posisi kedua sebagai penyumbang emisi metana terbesar di dunia, hanya kalah dari Campo de Mayo di Argentina.

2. Pemantauan Emisi dengan Teknologi Satelit Canggih



Data emisi tersebut diperoleh melalui teknologi pemantauan berbasis satelit seperti Carbon Mapper, satelit Tanager-1 milik Planet Labs, serta instrumen EMIT milik NASA di Stasiun Luar Angkasa Internasional. Teknologi ini memungkinkan pengamatan yang lebih akurat terhadap kontribusi sektor pengelolaan sampah terhadap emisi gas rumah kaca. Di kawasan seperti TPST Bantargebang, yang menerima ribuan ton sampah setiap hari, pengelolaan sampah menjadi faktor utama dalam peningkatan emisi.

3. Dampak Emisi Metana bagi Lingkungan dan Kesehatan



Emisi metana tidak bisa dianggap remeh karena dalam jangka 20 tahun, efek pemanasannya jauh lebih kuat dibanding karbon dioksida. Gas ini mempercepat pemanasan global sekaligus berperan dalam pembentukan ozon troposfer yang berbahaya bagi kesehatan, terutama sistem pernapasan. Dampak jangka panjang dari emisi ini dapat menyebabkan peningkatan suhu bumi dan gangguan kesehatan pada penduduk.

FAQ Tentang Bekasi Kota Beracun Kedua di Dunia

Pertanyaan: Apa itu gas metana dan bagaimana terbentuk?

Gas metana adalah gas rumah kaca yang terbentuk dari proses pembusukan bahan organik tanpa oksigen, seperti sampah di tempat pembuangan akhir.

Pertanyaan: Mengapa TPST Bantargebang menghasilkan metana dalam jumlah besar?

Karena volume sampah yang sangat tinggi dan sebagian besar berupa limbah organik yang terus terurai setiap hari.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

Pertanyaan: Apakah gas metana berbahaya jika terhirup langsung?

Dalam konsentrasi tinggi, metana dapat mengurangi kadar oksigen di udara dan berisiko bagi kesehatan, terutama di ruang tertutup.

Solusi untuk Membangun Lingkungan yang Lebih Baik

Kondisi ini menegaskan pentingnya pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan, terutama di TPST Bantargebang. Langkah-langkah seperti pengurangan sampah, daur ulang, dan penggunaan teknologi ramah lingkungan dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca. Selain itu, kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan juga menjadi kunci dalam menciptakan kota yang lebih sehat dan berkelanjutan.

ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

104 Ribu Keluarga di Batang Terima Bantuan Pangan, 3 Kecamatan Menanti
Local

104 Ribu Keluarga di Batang Terima Bantuan Pangan, 3 Kecamatan Menanti

2 Juni 2026 - 20:49
Pencarian Dramatis: Basarnas Selami Ponton Palangka Raya untuk Korban Tenggelam
Local

Pencarian Dramatis: Basarnas Selami Ponton Palangka Raya untuk Korban Tenggelam

2 Juni 2026 - 18:57
Nanang Gasak Rokok Minimarket Brebes untuk Kambing Kurban
Local

Nanang Gasak Rokok Minimarket Brebes untuk Kambing Kurban

2 Juni 2026 - 18:50
Sukabumi-Bocimi: Jakarta Tumpah Ruah, Cibadak Macet Parah
Local

Sukabumi-Bocimi: Jakarta Tumpah Ruah, Cibadak Macet Parah

2 Juni 2026 - 18:04
Mobil Berplat B Dipalak di Bandung, Dedi Mulyadi: Cari Kerja Halal
Local

Mobil Berplat B Dipalak di Bandung, Dedi Mulyadi: Cari Kerja Halal

2 Juni 2026 - 17:51
Prediksi Cuaca Bengkulu 1 Juni 2026: Langit Berawan Merata
Local

Prediksi Cuaca Bengkulu 1 Juni 2026: Langit Berawan Merata

2 Juni 2026 - 16:19
Next Post
Matangkan RDTR, Walikota Lis Tekankan Sinkronisasi Tata Ruang dan Lindungi Kawasan Strategis

Matangkan RDTR, Walikota Lis Tekankan Sinkronisasi Tata Ruang dan Lindungi Kawasan Strategis

Dampak Serangan Israel di Lebanon: 3 Prajurit TNI Gugur, 5 Terluka, PBB Kecam, UNIFIL Selidiki

Per Siswa Rp1,01 Juta, Ini Daftar SD Penerima Dana BOS 2026 Aceh Barat, Siapa Terbesar?

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com