Kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh di SDN Tebet Barat 08 Akibat Robohnya Tembok Sekolah
Pada Senin, 4 Mei 2026 sekitar pukul 22.00 WIB, sebuah tembok sekolah SDN Tebet Barat 08 roboh. Kejadian ini diduga disebabkan oleh hujan deras yang terjadi beberapa hari sebelumnya. Sejumlah sumber menyebutkan bahwa tembok yang roboh menutup saluran air dan berdampak pada beberapa bangunan sekolah, terutama kantin.
Kepala SDN Tebet Barat 08, Daryono, menjelaskan bahwa informasi mengenai kejadian tersebut berasal dari penjaga sekolah dan guru-guru yang berada di sekitar lokasi. Ia juga menambahkan bahwa saat ini pihak sekolah sedang melakukan langkah-langkah darurat untuk memastikan keselamatan siswa dan staf.
Penanganan Darurat oleh Petugas Gabungan
Untuk menangani kejadian tersebut, pihak sekolah bekerja sama dengan petugas gabungan dari berbagai instansi. Mereka melibatkan unsur petugas PPSU, Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut), serta Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA). Proses penanganan ini dilakukan secara cepat agar area yang terdampak dapat segera dikosongkan dan dipastikan aman.
Selama proses penanganan, pihak sekolah memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi peserta didik. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan pimpinan agar area terdampak dirapikan dan dipastikan aman terlebih dahulu sebelum para siswa dan guru kembali ke sekolah.
Perbaikan yang Sudah Direncanakan
Daryono menjelaskan bahwa perbaikan tembok sekolah sebenarnya sudah direncanakan sebelumnya bersama SDA. Namun, kejadian ini terjadi lebih dulu. Ia menegaskan bahwa pihak sekolah akan segera melakukan perbaikan agar memberikan rasa aman bagi warga dan lingkungan sekolah.
Dalam proses penanganan awal, sekitar 40 personel gabungan dikerahkan. Selanjutnya, pihak SDA akan menurunkan alat berat dan truk untuk mempercepat proses pembersihan. Hal ini bertujuan agar area yang terkena dampak bisa segera dibersihkan dan dipastikan aman untuk digunakan kembali.
Langkah-Langkah yang Dilakukan
- Pihak sekolah memberlakukan pembelajaran jarak jauh sebagai bentuk perlindungan terhadap siswa dan guru.
- Petugas gabungan dari berbagai instansi bekerja sama dalam proses penanganan.
- Perbaikan tembok sudah direncanakan sebelumnya, namun kejadian ini mempercepat proses perbaikan.
- Alat berat dan truk akan digunakan untuk mempercepat pembersihan area yang terdampak.










Discussion about this post