klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Local

Pria Bawa Borgol Rampas Uang Pedagang Tapai di Gambut Banjar Kalsel, Korban Disekap di Kuburan

Redaksi by Redaksi
8 Mei 2026 - 12:34
Reading Time: 3 mins read
0
Pria Bawa Borgol Rampas Uang Pedagang Tapai di Gambut Banjar Kalsel, Korban Disekap di Kuburan

Pengalaman Menakutkan yang Dialami Seorang Lansia di Kalimantan Selatan

Seorang pria lanjut usia bernama Anton Azwar (72) mengalami kejadian tidak mengenakan yang membuatnya merasa takut dan bingung. Sebagai penjual tapai dan bawang keliling menggunakan sepeda kayuh, Anton menjadi korban perampasan oleh seorang pria tak dikenal. Kejadian ini terjadi di perbatasan Kecamatan Gambut dan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, pada Jumat siang 24 April 2026 sekitar pukul 14.00 Wita.

Anton, yang berasal dari Medan namun sudah lama menetap di Martapura, datang ke Kantor Banjarmasin Post di Banjarmasin pada Rabu (6/5/2026) siang untuk menceritakan pengalamannya. Ia menjelaskan bahwa awalnya seorang pria berbadan kekar menyetopnya di Jalan Pematang. Pria tersebut naik sepeda motor Honda Scoopy warna abu-abu. Anton membeli tapai dengan harga Rp 5.000 dan memberikan kembalian kepada pria itu.

“Dia memakai baju kaus hitam dan bersepatu. Tapi helmnya tidak dibuka. Saya tidak curiga juga,” ujar Anton. Setelah transaksi selesai, Anton melanjutkan perjalanan dengan sepedanya. Namun tanpa diduga, pria tersebut memotong jalan.

Kemudian, pria tersebut meminta Anton masuk ke dalam kuburan muslim di tempat itu. Antara bingung dan takut, Anton menurut saja. Menurut Anton, pria itu menyatakan bahwa ia terlibat keributan dengan seseorang. Orang tersebut kemudian menunjukkan semacam borgol dan meminta dompet Anton.

“Saya sempat mencoba mengambil uang di dompet yang telah dipegang orang itu, tapi tangan saya dipukul,” beber Anton. Setelah dompet berisi uang Rp 750 ribu itu dirampas, orang tersebut menyuruh Anton menunggu di sana. Dia akan memanggil orang yang katanya terlibat keributan dengan Anton.

“Antara bingung, gugup dan takut, saya tak sempat melihat dan mencatat nomor DA sepeda motor orang itu,” sesal Anton. Menunggu beberapa lama, orang tersebut tidak kunjung muncul kembali. Akhirnya, Anton pulang.

Perlu waktu 4 hari bagi Anton hingga melapor ke Polsek Gambut. “Saya pasrah uang modal dagangan jualan tak kembali. Tapi semoga kejadian ini membuat polisi lebih sering patroli di lokasi sunyi, sehingga yang saya alami tak terulang,” tutur Anton.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

Penyebab dan Dampak dari Peristiwa Ini

Kejadian ini menunjukkan betapa pentingnya kesadaran masyarakat akan keamanan, terutama bagi para lansia yang rentan terhadap tindakan kriminal. Anton mengalami trauma akibat peristiwa ini, baik secara psikologis maupun finansial. Uang yang hilang merupakan modal utamanya dalam berdagang, sehingga dampaknya sangat signifikan.

Beberapa faktor yang mungkin menyebabkan kejadian ini antara lain:

  • Lokasi yang Sunyi: Lokasi kejadian berada di perbatasan dua kecamatan, yang bisa jadi kurang ramai dan minim pengawasan.
  • Kurangnya Kesadaran Masyarakat: Masyarakat mungkin belum sepenuhnya sadar akan bahaya tindakan kriminal yang bisa terjadi di lingkungan sekitar.
  • Kurangnya Patroli Polisi: Polisi mungkin tidak cukup rutin melakukan patroli di area-area yang dianggap tidak terlalu rawan.

Langkah-Langkah yang Bisa Dilakukan

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, beberapa langkah dapat dilakukan:

  • Peningkatan Kesadaran Masyarakat: Masyarakat perlu diajak untuk lebih waspada terhadap lingkungan sekitar, terutama saat berada di area yang kurang ramai.
  • Peningkatan Patroli Polisi: Polisi harus lebih aktif melakukan patroli di area-area yang rawan, termasuk daerah perbatasan.
  • Pembentukan Komunitas Keamanan: Masyarakat dapat membentuk komunitas keamanan lokal untuk saling menjaga dan mengawasi lingkungan sekitar.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan kejadian seperti yang dialami Anton tidak lagi terjadi, dan masyarakat dapat hidup dengan rasa aman dan nyaman.


ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

104 Ribu Keluarga di Batang Terima Bantuan Pangan, 3 Kecamatan Menanti
Local

104 Ribu Keluarga di Batang Terima Bantuan Pangan, 3 Kecamatan Menanti

2 Juni 2026 - 20:49
Pencarian Dramatis: Basarnas Selami Ponton Palangka Raya untuk Korban Tenggelam
Local

Pencarian Dramatis: Basarnas Selami Ponton Palangka Raya untuk Korban Tenggelam

2 Juni 2026 - 18:57
Nanang Gasak Rokok Minimarket Brebes untuk Kambing Kurban
Local

Nanang Gasak Rokok Minimarket Brebes untuk Kambing Kurban

2 Juni 2026 - 18:50
Sukabumi-Bocimi: Jakarta Tumpah Ruah, Cibadak Macet Parah
Local

Sukabumi-Bocimi: Jakarta Tumpah Ruah, Cibadak Macet Parah

2 Juni 2026 - 18:04
Mobil Berplat B Dipalak di Bandung, Dedi Mulyadi: Cari Kerja Halal
Local

Mobil Berplat B Dipalak di Bandung, Dedi Mulyadi: Cari Kerja Halal

2 Juni 2026 - 17:51
Prediksi Cuaca Bengkulu 1 Juni 2026: Langit Berawan Merata
Local

Prediksi Cuaca Bengkulu 1 Juni 2026: Langit Berawan Merata

2 Juni 2026 - 16:19
Next Post
Ahmad Dhani Bongkar Alasan Baru Soal Perselingkuhan Maia Estianty Setelah 20 Tahun

Ahmad Dhani Bongkar Alasan Baru Soal Perselingkuhan Maia Estianty Setelah 20 Tahun

Peluncuran Bimtek Kabupaten/Kota Percontohan Anti-Korupsi 2026, Bupati Asahan Harapkan Perubahan Nyata

Peluncuran Bimtek Kabupaten/Kota Percontohan Anti-Korupsi 2026, Bupati Asahan Harapkan Perubahan Nyata

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com