Pengalaman Menakutkan yang Dialami Seorang Lansia di Kalimantan Selatan
Seorang pria lanjut usia bernama Anton Azwar (72) mengalami kejadian tidak mengenakan yang membuatnya merasa takut dan bingung. Sebagai penjual tapai dan bawang keliling menggunakan sepeda kayuh, Anton menjadi korban perampasan oleh seorang pria tak dikenal. Kejadian ini terjadi di perbatasan Kecamatan Gambut dan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, pada Jumat siang 24 April 2026 sekitar pukul 14.00 Wita.
Anton, yang berasal dari Medan namun sudah lama menetap di Martapura, datang ke Kantor Banjarmasin Post di Banjarmasin pada Rabu (6/5/2026) siang untuk menceritakan pengalamannya. Ia menjelaskan bahwa awalnya seorang pria berbadan kekar menyetopnya di Jalan Pematang. Pria tersebut naik sepeda motor Honda Scoopy warna abu-abu. Anton membeli tapai dengan harga Rp 5.000 dan memberikan kembalian kepada pria itu.
“Dia memakai baju kaus hitam dan bersepatu. Tapi helmnya tidak dibuka. Saya tidak curiga juga,” ujar Anton. Setelah transaksi selesai, Anton melanjutkan perjalanan dengan sepedanya. Namun tanpa diduga, pria tersebut memotong jalan.
Kemudian, pria tersebut meminta Anton masuk ke dalam kuburan muslim di tempat itu. Antara bingung dan takut, Anton menurut saja. Menurut Anton, pria itu menyatakan bahwa ia terlibat keributan dengan seseorang. Orang tersebut kemudian menunjukkan semacam borgol dan meminta dompet Anton.
“Saya sempat mencoba mengambil uang di dompet yang telah dipegang orang itu, tapi tangan saya dipukul,” beber Anton. Setelah dompet berisi uang Rp 750 ribu itu dirampas, orang tersebut menyuruh Anton menunggu di sana. Dia akan memanggil orang yang katanya terlibat keributan dengan Anton.
“Antara bingung, gugup dan takut, saya tak sempat melihat dan mencatat nomor DA sepeda motor orang itu,” sesal Anton. Menunggu beberapa lama, orang tersebut tidak kunjung muncul kembali. Akhirnya, Anton pulang.
Perlu waktu 4 hari bagi Anton hingga melapor ke Polsek Gambut. “Saya pasrah uang modal dagangan jualan tak kembali. Tapi semoga kejadian ini membuat polisi lebih sering patroli di lokasi sunyi, sehingga yang saya alami tak terulang,” tutur Anton.
Penyebab dan Dampak dari Peristiwa Ini
Kejadian ini menunjukkan betapa pentingnya kesadaran masyarakat akan keamanan, terutama bagi para lansia yang rentan terhadap tindakan kriminal. Anton mengalami trauma akibat peristiwa ini, baik secara psikologis maupun finansial. Uang yang hilang merupakan modal utamanya dalam berdagang, sehingga dampaknya sangat signifikan.
Beberapa faktor yang mungkin menyebabkan kejadian ini antara lain:
- Lokasi yang Sunyi: Lokasi kejadian berada di perbatasan dua kecamatan, yang bisa jadi kurang ramai dan minim pengawasan.
- Kurangnya Kesadaran Masyarakat: Masyarakat mungkin belum sepenuhnya sadar akan bahaya tindakan kriminal yang bisa terjadi di lingkungan sekitar.
- Kurangnya Patroli Polisi: Polisi mungkin tidak cukup rutin melakukan patroli di area-area yang dianggap tidak terlalu rawan.
Langkah-Langkah yang Bisa Dilakukan
Untuk mencegah kejadian serupa terulang, beberapa langkah dapat dilakukan:
- Peningkatan Kesadaran Masyarakat: Masyarakat perlu diajak untuk lebih waspada terhadap lingkungan sekitar, terutama saat berada di area yang kurang ramai.
- Peningkatan Patroli Polisi: Polisi harus lebih aktif melakukan patroli di area-area yang rawan, termasuk daerah perbatasan.
- Pembentukan Komunitas Keamanan: Masyarakat dapat membentuk komunitas keamanan lokal untuk saling menjaga dan mengawasi lingkungan sekitar.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan kejadian seperti yang dialami Anton tidak lagi terjadi, dan masyarakat dapat hidup dengan rasa aman dan nyaman.










Discussion about this post