Kecelakaan Laut di Perairan Tanjung Barate, Tujuh Pemancing Terbalik Akibat Arus Kuat
Pada malam hari tanggal 2 Mei 2026, sebuah kecelakaan laut terjadi di perairan Tanjung Barate, Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang. Sebuah sampan yang membawa tujuh warga Kabupaten Kupang, yang sedang melakukan aktivitas memancing, terbalik akibat arus laut yang sangat kuat.
Korban yang selamat adalah Mulianto Tabais dan Hendrik Adonis. Keduanya berhasil bertahan hidup setelah terseret oleh arus laut sejauh sekitar 4 mil sebelum akhirnya mencapai Pantai Barate Kecil. Dari sana, mereka langsung meminta bantuan kepada nelayan setempat.
Awal Kecelakaan
Menurut informasi yang diperoleh dari Kapolsek Fatuleu, Iptu Maks Tameno, kejadian bermula saat para korban berencana untuk berpindah lokasi memancing. Saat itu, pemilik sampan mencoba menarik jangkar yang tersangkut di karang. Namun, pada saat bersamaan, arus laut di lokasi kejadian sangat kuat, sehingga menyebabkan sampan kehilangan keseimbangan dan akhirnya terbalik.
Dalam situasi darurat, pemilik sampan memberikan papan kepada dua korban agar mereka berenang menuju daratan. Namun, alih-alih langsung mencapai pantai, keduanya justru terbawa arus hingga ke tengah laut.
Proses Evakuasi dan Pencarian
Setelah berjuang melawan arus laut selama beberapa jam, sekitar pukul 03.00 WITA, Mulianto Tabais dan Hendrik Adonis akhirnya berhasil mencapai daratan. Sesampainya di pantai, mereka langsung meminta pertolongan kepada nelayan setempat. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada aparat kepolisian dan tim penyelamat.
Berkat laporan dari kedua korban, proses evakuasi terhadap korban lainnya segera dilakukan. Empat korban lainnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat dan langsung dievakuasi bersama aparat gabungan. Sementara itu, satu korban lainnya bernama Adrianus Adonis hingga kini masih dalam pencarian oleh tim gabungan Basarnas NTT, Polsek Fatuleu, dan masyarakat setempat.
Imbauan dari Pihak Berwajib
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pemancing, agar lebih berhati-hati serta selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan aktivitas di laut. Mereka juga menyarankan agar semua pengguna perahu atau sampan selalu membawa perlengkapan keselamatan yang cukup dan memastikan kondisi kapal dalam keadaan baik sebelum berlayar.
Situasi Terkini
Saat ini, tim gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang hilang. Mereka bekerja sama dengan masyarakat setempat untuk memastikan tidak ada korban yang terlewat. Selain itu, pihak berwenang juga sedang melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut.










Discussion about this post