klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home kesehatan

Cara sederhana mengurangi bahaya kesehatan dari duduk lama

Redaksi by Redaksi
28 April 2026 - 09:59
Reading Time: 3 mins read
0
Cara sederhana mengurangi bahaya kesehatan dari duduk lama

Manfaat Beraktivitas Secara Teratur

Beraktivitas secara teratur memiliki banyak manfaat bagi kesehatan fisik dan mental. Aktivitas fisik dapat meningkatkan kesejahteraan mental, mengurangi risiko berbagai penyakit, serta memperpanjang usia harapan hidup. Orang dewasa dianjurkan untuk melakukan olahraga setidaknya 150 menit aktivitas sedang (seperti jalan cepat atau bersepeda santai) atau setidaknya 75 menit aktivitas berat (seperti lari atau bermain tenis), ditambah dengan dua sesi latihan kekuatan setiap minggu. Namun, hanya sebagian kecil dari populasi dunia yang memenuhi rekomendasi ini.

Gaya Hidup Sedenter dan Dampaknya

Gaya hidup sedenter mengacu pada kebiasaan yang melibatkan gerakan tubuh yang sangat minim atau bahkan tidak sama sekali. Contohnya adalah banyak duduk, berbaring, atau berdiri tanpa gerakan aktif. Bagi kebanyakan orang, sebagian besar waktu mereka dihabiskan dengan duduk. Penelitian menyebutkan bahwa rata-rata orang dewasa menghabiskan enam jam sehari dalam posisi duduk. Namun, penelitian yang menggunakan alat pengukur aktivitas langsung menunjukkan angka yang lebih tinggi, yaitu hingga 10 jam per hari.

Risiko Kesehatan Akibat Kurang Aktivitas Fisik

Kurangnya aktivitas fisik diklasifikasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai faktor risiko yang dapat dimodifikasi dari empat penyebab kematian utama. Diperkirakan bahwa dengan peningkatan aktivitas sebesar 10 persen, 500 juta kematian dini dapat dicegah.

Dari sisi biologis, kurangnya aktivitas fisik menyebabkan perubahan fisiologis. Saat duduk, metabolisme melambat karena kebutuhan energi jauh lebih rendah. Ini bisa dibandingkan dengan mesin mobil yang mati saat berhenti di lampu merah. Duduk dalam waktu lama juga berpotensi menyebabkan penumpukan lemak dalam darah karena produksi enzim tertentu seperti lipoprotein lipase (LPL) menurun. LPL membantu memecah lemak dalam darah agar bisa digunakan sebagai sumber energi.

Dalam studi pada hewan pengerat, kadar LPL menurun saat hewan tersebut tidak aktif. Jika duduk terus-menerus selama bertahun-tahun, lemak berlebih dapat mengganggu metabolisme insulin dan glukosa, serta meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Selain itu, otot akan melemah jika tidak digunakan, dan varises serta trombosis vena dalam (DVT) dapat terjadi akibat penumpukan darah di kaki. Seiring waktu, risiko demensia, kanker, penyakit jantung, dan kematian dini pun meningkat.

Tidak Semua Kebiasaan Duduk Harus Diubah

Meskipun duduk dalam waktu lama berdampak negatif, bukan berarti kebiasaan ini harus sepenuhnya dihentikan. Beraktivitas fisik, bahkan jika disertai dengan waktu duduk yang lama, lebih baik bagi kesehatan daripada tidak beraktivitas sama sekali. Namun, ini bergantung pada seberapa aktif dan seberapa lama seseorang duduk.

Dalam sebuah studi, para peneliti menemukan bahwa peningkatan waktu duduk dikaitkan dengan kematian dini terlepas dari seberapa aktifnya seseorang. Namun, risikonya lebih tinggi bagi mereka yang kurang aktif. Bagi mereka yang memenuhi pedoman aktivitas fisik WHO, duduk lebih dari enam jam per hari memiliki risiko yang sama dengan mereka yang duduk kurang dari enam jam per hari tetapi tidak memenuhi pedoman tersebut.

Tips Mengurangi Waktu Duduk

Mengganti duduk dengan aktivitas fisik adalah solusi terbaik. Studi menemukan bahwa mengganti 30 menit duduk dengan aktivitas fisik dapat mengurangi risiko kematian dini sebesar dua persen pada orang yang duduk lebih dari empat jam per hari. Berdiri dan bergerak selama 30 menit mungkin tidak selalu memungkinkan dalam semua situasi, jadi penting untuk mengurangi waktu duduk yang terus-menerus dan tanpa henti.

Berhenti duduk setiap 20-30 menit dengan melakukan aktivitas selama dua menit (seperti jalan santai, jumping jack, squat, atau aktivitas lainnya) sudah cukup untuk menjaga metabolisme tetap berjalan serta mengontrol kadar insulin dan glukosa. Untuk mengingatkan diri sendiri, atur alarm ponsel setiap 20-30 menit dan bangunlah untuk bergerak.

Kesimpulan

Tubuh manusia memang dirancang untuk bergerak, bukan diam terlalu lama. Kebiasaan duduk berjam-jam dan minim aktivitas fisik dapat perlahan memengaruhi kesehatan fisik dan mental tanpa disadari. Kabar baiknya, perubahan kecil seperti rutin berjalan kaki, berdiri setiap beberapa menit, menggunakan tangga, atau menyempatkan olahraga singkat setiap hari sudah bisa memberi manfaat besar.

Buy JNews
ADVERTISEMENT
ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Mengapa Sebagian Orang Nyaman Sendirian? Ini Penjelasan Psikologi
kesehatan

Mengapa Sebagian Orang Nyaman Sendirian? Ini Penjelasan Psikologi

16 Oktober 2026 - 23:56
Sering Haus Saat Baru Bangun Bisa Menandakan Gula Darah Sedang Tinggi
kesehatan

Sering Haus Saat Baru Bangun Bisa Menandakan Gula Darah Sedang Tinggi

14 Oktober 2026 - 07:27
Deteksi Dini, Dara The Virgin Ditemukan Punya Empat Benjolan Jinak di Payudara
kesehatan

Deteksi Dini, Dara The Virgin Ditemukan Punya Empat Benjolan Jinak di Payudara

11 Oktober 2026 - 22:54
7 Tanda Kucing Menua: Panduan Pemilik Kucing
kesehatan

7 Tanda Kucing Menua: Panduan Pemilik Kucing

2 Juni 2026 - 23:07
Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih: 8 Tanda Peringatan
kesehatan

Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih: 8 Tanda Peringatan

2 Juni 2026 - 22:27
Botol PP vs. PPSU: Mana Terbaik untuk Si Kecil?
kesehatan

Botol PP vs. PPSU: Mana Terbaik untuk Si Kecil?

2 Juni 2026 - 17:45
Next Post
Kejari Lampung Tengah Bantu Kelancaran Pembangunan dengan Pendampingan Hukum Pemda dan TNI

Kejari Lampung Tengah Bantu Kelancaran Pembangunan dengan Pendampingan Hukum Pemda dan TNI

Prakiraan Cuaca Padang Hari Ini: Pagi Cerah, Siang Hujan Lebat

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com