klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home kesehatan

Sepatu kecil, bahaya maut? Ini penyebabnya

Redaksi by Redaksi
8 Mei 2026 - 07:10
Reading Time: 5 mins read
0
Sepatu kecil, bahaya maut? Ini penyebabnya

Kondisi Mandala yang Memburuk Akibat Sepatu Kekecilan

Seorang siswa kelas 2 SMK bernama Mandala (16) dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (24/4/2026) akibat komplikasi kesehatan yang bermula dari menggunakan sepatu kekecilan. Akibat kesulitan ekonomi yang dialami keluarganya, Mandala harus memaksakan diri bersekolah meski kakinya bengkak kemerahan karena memakai sepatu ukuran 40 yang dipaksakan masuk ke kakinya berukuran 44.

Sang Mama, Ratnasari (40), menjelaskan bahwa kaki putranya sakit sekali. Namun, karena tidak punya biaya untuk membeli sepatu baru, Mandala harus memakai sepatu itu dengan menyelipkan pembungkus buah berwarna pink supaya tidak sakit. Banyak orangtua yang tidak menyadari bahwa sepatu sekolah anak yang kekecilan dapat berujung kematian. Lantas, bagaimana penjelasan medisnya? Simak pembahasan selengkapnya telah siapkan.

Alasan Mandala Meninggal Usai Pakai Sepatu Kekecilan

Kondisi Mandala kian memburuk saat menjalani program magang sebagai pramuniaga di salah satu pusat perbelanjaan di Samarinda. Pekerjaan tersebut membuat Mandala harus berdiri sepanjang hari tanpa banyak kesempatan untuk beristirahat atau sekadar duduk. Alhasil, infeksi pada kakinya yang lecet akibat gesekan sepatu sempit semakin menyebar. Hal ini membuat nafsu makan Manda menurun drastis hingga tubuhnya menjadi sangat kurus.

Ratnasari sempat membawa putranya untuk berobat, namun kesulitan ekonomi yang dialami membuatnya tidak sadar bahwa infeksi yang dialami Mandala telah mencapai titik kritis. Pada akhirnya, Mandala meninggal dunia ketika sedang tertidur. Mirisnya, sebelum menghembuskan napas terakhir, Mandala sempat mengutarakan keinginan sederhananya yang tak bisa dipenuhi sang Mama untuk dibelikan sepatu baru.

6 Risiko Memakaikan Sepatu Terlalu Sempit pada Anak

  1. Lecet dan benjolan akibat gesekan sepatu yang kekecilan

    Melansir dari laman First Walkers, sepatu yang terlalu sempit dapat mengganggu masa pertumbuhan kaki anak. Berbeda dengan kaki orang dewasa, kaki usia anak masih terbentuk dari tulang yang lembut dan fleksibel, sehingga bentuknya bisa berubah. Ketika anak memakai sepatu yang terlalu sempit, gesekan antara kulit kaki dan bahan sepatu dapat menimbulkan lecet yang terasa menyakitkan. Tak sampai di situ, sepatu kekecilan juga dapat membuat kaki menumbuhkan sedikit benjol yang disertai rasa perih sekaligus gatal. Jika benjolan pecah, risiko infeksi pun meningkat. Mama perlu waspada jika muncul tanda seperti kemerahan yang semakin parah, nanah, atau demam, dan segera konsultasikan ke dokter. Gesekan yang terus terjadi juga bisa menyebabkan ruam berulang dan membuat anak kesakitan saat memakai sepatu apa pun.

  1. Cara berjalan yang tidak normal

    Sepatu yang terlalu sempit dapat mengubah cara anak berjalan secara signifikan. Posisi kaki dan keseimbangannya menjadi terganggu, sehingga langkah menjadi lebih pendek, gerakan tidak stabil, hingga meningkatkan risiko terjatuh. Hal ini tentu dapat memengaruhi perkembangan motorik si Kecil. Mama mungkin akan melihat anak lebih sering berpegangan pada dinding, berjalan dengan tergesa-gesa namun goyah, atau enggan bermain aktif karena takut jatuh. Sensasi kaku dari sepatu sempit juga membuat anak sulit merasakan permukaan tanah, padahal hal ini penting untuk melatih keseimbangan dan koordinasi. Jika dibiarkan, pola berjalan yang tidak tepat ini bisa menjadi kebiasaan, bahkan saat anak tidak memakai sepatu. Kondisi ini biasanya membaik dengan penggunaan sepatu yang pas dan membiarkan anak lebih sering berjalan tanpa alas kaki.

  1. Kuku tumbuh ke dalam (ingrown nails)

    Sepatu yang tidak pas memberikan tekanan besar pada area jari kaki anak. Mama mungkin akan melihat tanda seperti kemerahan, nyeri, dan pembengkakan di sekitar kuku. Anak juga bisa mulai pincang atau mengubah cara berjalan untuk menghindari rasa sakit tersebut. Jika tekanan terus terjadi, kuku bisa tumbuh ke dalam kulit dan berisiko infeksi. Bila muncul nanah, pembengkakan berlebih, atau anak terlihat sangat kesakitan, segera hubungi dokter karena kondisi ini tidak boleh dibiarkan.

  1. Risiko terjadunya Morton’s Neuroma pada anak

    Morton’s Neuroma adalah kondisi terjepitnya saraf akibat tekanan dari sepatu yang terlalu sempit. Walaupun lebih umum terjadi pada orang dewasa, kondisi ini juga bisa dialami anak jika mereka terus-menerus memakai sepatu yang tidak pas. Kondisi ini mirip seperti kaki kesemutan atau mati rasa yang terjadi berulang karena saraf terus tertekan. Kondisi ini biasanya cepat membaik setelah anak memakai sepatu yang sesuai ukurannya. Namun jika dibiarkan, tekanan saraf berkepanjangan bisa menyebabkan nyeri kronis dan gangguan aliran darah. Pemeriksaan dini oleh ahli sangat dianjurkan. Anak kemungkinan juga memerlukan sol khusus atau terapi fisik untuk mencegah dampak jangka panjang.

Buy JNews
ADVERTISEMENT
  1. Berpotensi mengganggu kenyamanan pada bagian tumit maupun jari

    Memilih sepatu anak tidak hanya soal ukuran, tetapi juga struktur dan fleksibilitasnya. Jika bagian belakang sepatu (heel counter) terlalu lembut, tumit anak tidak mendapatkan penopang yang cukup. Padahal, tumit berperan penting dalam menjaga kestabilan saat anak berdiri dan berjalan. Tanpa dukungan yang baik, kaki bisa lebih mudah bergeser di dalam sepatu, sehingga keseimbangan anak terganggu dan berpotensi memengaruhi cara berjalan mereka. Di sisi lain, jika bagian depan sepatu terlalu kaku, jari-jari kaki anak tidak bisa bergerak secara alami saat melangkah. Padahal, fleksibilitas jari sangat dibutuhkan untuk membantu dorongan saat berjalan, menjaga keseimbangan, serta melatih koordinasi gerak. Sepatu yang terlalu kaku di bagian depan justru bisa menghambat fungsi alami kaki.

” dampaknya kalau bagian belakang sepatu itu terlalu soft, tumit anak itu tidak ter-support dengan baik. Kalau bagian depan sepatunya itu terlalu kaku, bagian jari-jari anak itu nggak bisa fleksibel waktu melangkah,” kata dr. Zie,AAAM melansir dari penjelasannya di akun Instagram @dr.yessicatania. “Anak itu umur di mana otot, sendi, itu masih berkembang,” lanjutnya.

Apakah Sepatu Kekecilan Dapat Berujung Kematian?

Secara langsung, memakai sepatu yang terlalu sempit tidak menyebabkan kematian. Namun, dalam kondisi ekstrem seperti yang dialami Mandala, komplikasi infeksi yang tidak ditangani bisa menjadi serius. Pada kondisi tertentu, terutama jika anak memiliki daya tahan tubuh lemah, infeksi bisa berkembang menjadi kondisi serius seperti penyebaran infeksi ke aliran darah yang membahayakan kesehatan.

Demikian pembahasan mengenai sepatu sekolah kekecilan bisa berujung kematian. Mulai sekarang, jangan sepelekan sepatu sempit anak ya, Ma.

ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

7 Tanda Kucing Menua: Panduan Pemilik Kucing
kesehatan

7 Tanda Kucing Menua: Panduan Pemilik Kucing

2 Juni 2026 - 23:07
Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih: 8 Tanda Peringatan
kesehatan

Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih: 8 Tanda Peringatan

2 Juni 2026 - 22:27
Botol PP vs. PPSU: Mana Terbaik untuk Si Kecil?
kesehatan

Botol PP vs. PPSU: Mana Terbaik untuk Si Kecil?

2 Juni 2026 - 17:45
10 Tipe Kakek-Nenek Toxic: Ancaman Psikologis bagi Tumbuh Kembang Cucu
kesehatan

10 Tipe Kakek-Nenek Toxic: Ancaman Psikologis bagi Tumbuh Kembang Cucu

2 Juni 2026 - 06:54
11 Tanda Langka Kecerdasan Trauma Menurut Psikologi
kesehatan

11 Tanda Langka Kecerdasan Trauma Menurut Psikologi

2 Juni 2026 - 06:34
Muda Sering Jeroan? Waspada Hipertensi Serang Usia Produktif
kesehatan

Muda Sering Jeroan? Waspada Hipertensi Serang Usia Produktif

2 Juni 2026 - 01:38
Next Post
Terjebak Membandingkan Redmi Note 14 5G vs OPPO Reno14 F, Mana yang Lebih Layak Dibeli?

Terjebak Membandingkan Redmi Note 14 5G vs OPPO Reno14 F, Mana yang Lebih Layak Dibeli?

Persija Jakarta Kalah dari Dewa United dalam Pertandingan Penting untuk Mengamankan Talent Muda

Persija Jakarta Kalah dari Dewa United dalam Pertandingan Penting untuk Mengamankan Talent Muda

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com