Perjalanan Dr. Myta Aprilia Azmy yang Berakhir Dengan Kehilangan Mendalam
Dr. Myta Aprilia Azmy, seorang dokter muda yang lahir pada 13 April 2001, baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-25 pada tanggal tersebut. Namun, hari itu juga menjadi momen terakhir bagi keluarga untuk menyampaikan doa dan harapan terbaik untuk masa depannya. Unggahan di media sosial Okta Yusri, ibu dari dr. Myta, mencerminkan rasa cinta dan harapan yang tulus.
“Selamat ulang tahun yang ke-25 th, kakak Myta. Semoga panjang umur, sehat, murah rezeki, dan bahagia serta sukses selalu nak. Selalu jadi kebanggaan kami aamiin,” tulis unggahan sang ibu dalam facebook yang dikutip hari ini, Sabtu (2/5/2026). Kalimat penuh doa ini tertulis pada tanggal 13 April lalu dan menjadi kado terakhir sekaligus kenangan manis bagi dr. Myta Aprilia Azmi sebelum ia mengembuskan napas terakhir.
Dokter muda kelahiran 13 April 2001 tersebut wafat di tengah masa pengabdiannya sebagai dokter internship di RSUD KH Daud Arif, Jambi, pada Jumat (1/5/2026) kemarin. Kepergian dr. Myta Aprilia kini tidak hanya menjadi duka keluarga, tetapi juga memicu gelombang desakan transparansi pada pihak RSUD KH Daud Arif sebagai tempat dr. Myta Aprilia mengabdikan diri sebagai dokter internship.
Wakil Bupati Tanjabbar, Katamso SA, secara tegas meminta manajemen RSUD untuk memberikan penjelasan terbuka dan tidak menutupi fakta di balik kronologi sakitnya sang dokter muda saat bertugas.
Kondisi Kesehatan Sebelum Bertugas
Menurut informasi dari dr. Febri, kondisi Myta sebelum menjalani penugasan di RSUD Kuala Tungkal dalam keadaan sehat dan telah melalui proses seleksi serta skrining medis. “Tidak ada riwayat penyakit paru, hasil rontgen dan laboratorium juga baik, sehingga dinyatakan layak mengikuti program internship,” katanya.
Selama bertugas, Myta disebut sempat mengeluhkan padatnya jadwal jaga, namun tidak secara rinci. “Dia hanya sempat bercerita bahwa jadwal jaga cukup padat. Kami tidak mendalami lebih lanjut karena menganggap itu bagian dari pengabdian,” ujarnya.
Kronologi Sakit Hingga Wafat
Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, Myta sempat mengalami sesak napas, demam, dan batuk saat bertugas di Kuala Tungkal. Ia sempat menjalani perawatan di rumah sakit setempat dan kondisinya sempat membaik. Namun, satu minggu kemudian, gejala kembali kambuh. Saturasi oksigen sempat turun di bawah 90 persen, bahkan hingga 80 persen. Ia kemudian disarankan berobat ke rumah sakit di Jambi.
Karena disarankan beristirahat, Myta sempat dibawa ke OKU Selatan. Namun kondisinya kembali memburuk dengan saturasi oksigen turun hingga 75–80 persen. Akhirnya, Myta dirujuk ke RSUP Dr Mohammad Hoesin dan dirawat di ICU. “Saat masuk ICU, kondisi sudah sangat berat, dengan saturasi di bawah 70 persen dan harus menggunakan ventilator,” ujarnya.
Setelah menjalani perawatan selama tiga hari, Myta dinyatakan meninggal dunia pada 1 Mei 2026 pukul 11.20 WIB.

Keluarga Dukung Investigasi Kemenkes RI
Keluarga besar almarhumah Myta Aprilia Azmy, dokter internship yang meninggal dunia di ICU RSUP Dr Mohammad Hoesin, Jumat (1/5/2026), menyatakan mendukung dan menyerahkan sepenuhnya hasil investigasi kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terkait penyebab kematian almarhumah. Hal ini disampaikan paman almarhumah, dr. Febri, saat podcast bersama Tribunsumsel.com dan Sripoku.com, Sabtu (2/5/2026).
“Memang ada dugaan beban kerja berat ataupun faktor lain, namun kami belum mendapatkan data secara lengkap. Saat ini kami masih dalam suasana duka, dan Myta baru dimakamkan pukul 10.00 WIB tadi,” ujar dr. Febri.
Ia menambahkan, pihak keluarga juga belum banyak berdiskusi dengan rekan sesama dokter internship yang hadir dari Kuala Tungkal, Jambi. “Dari Kemenkes juga akan melakukan investigasi di Muara Tungkal pada Senin besok,” katanya.










Discussion about this post