KARIMUN, KLIKKEPRI.com— Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad, secara resmi membuka perhelatan akbar Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) X Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026.
Upacara pembukaan (opening ceremony) ajang olahraga pelajar terbesar se-Provinsi Kepri ini dipusatkan secara meriah di Coastal Area, Tanjung Balai Karimun, Kamis (2/7/2026).
Pesta olahraga multieven antarpelajar ini dijadwalkan berlangsung selama sepekan, mulai tanggal 2 hingga 8 Juli 2026.
Ajang bergengsi ini mempertemukan ratusan atlet muda potensial dari tujuh kabupaten dan kota se-Kepri untuk memperebutkan gelar juara sekaligus memperkokoh tali persaudaraan.
Mengusung tema besar “Melaju Raih Prestasi, Bersatu Dalam Harmoni”, POPDA X Kepri tahun ini mempertandingkan 10 cabang olahraga (cabor) unggulan.
Kesepuluh cabor tersebut meliputi bola basket, renang, atletik, pencak silat, sepak takraw, tenis meja, bulu tangkis, tenis lapangan, sepak bola, dan bola voli.
Berdasarkan data resmi panitia penyelenggara, ratusan atlet, pelatih, hingga ofisial didelegasikan oleh masing-masing daerah.
Kota Tanjungpinang memimpin jumlah kontingen terbanyak dengan mengirimkan 248 orang, disusul Kota Batam sebanyak 246 orang, Kabupaten Bintan 227 orang, Kabupaten Karimun selaku tuan rumah 188 orang, Kabupaten Lingga 89 orang, Kabupaten Kepulauan Anambas 87 orang, dan Kabupaten Natuna sebanyak 70 orang.
Dalam arahannya, Gubernur Ansar Ahmad menegaskan komitmen penuh Pemerintah Provinsi Kepri dalam memperkuat struktur pembinaan olahraga sejak usia dini.
Menurutnya, investasi jangka panjang di sektor olahraga pelajar ini krusial demi mencetak atlet-atlet profesional masa depan yang mampu mengharumkan nama Kepri di pentas nasional maupun internasional.
Gubernur Ansar memberikan instruksi tegas kepada seluruh wasit, juri, dan panitia pelaksana agar mengawal seluruh pertandingan secara profesional tanpa intervensi.
“Saya berpesan agar seluruh rangkaian pertandingan dilaksanakan secara profesional, objektif, transparan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai fair play.
Hal ini penting sehingga mampu menghasilkan atlet-atlet terbaik yang benar-benar layak mewakili daerah ke tingkat yang lebih tinggi,” tegas Ansar Ahmad.
Selain menjadi ladang perburuan medali emas dan prestasi sains olahraga, kehadiran ribuan anggota kontingen POPDA X ini diproyeksikan memberikan dampak ekonomi berantai (multiplier effect) bagi masyarakat lokal.
Sektor perhotelan, penginapan, transportasi, kuliner, hingga pelaku UMKM di Kabupaten Karimun dipastikan mencatat lonjakan pendapatan yang signifikan selama pergelaran berlangsung.(din)










Discussion about this post