klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Internasional

Uni Eropa perpanjang sanksi militer Myanmar hingga 2027

Redaksi by Redaksi
30 April 2026 - 14:42
Reading Time: 3 mins read
0
Uni Eropa perpanjang sanksi militer Myanmar hingga 2027

Jakarta, IDN Times – Uni Eropa resmi memperpanjang masa berlaku sanksi terhadap rezim militer Myanmar hingga Mei 2027. Keputusan diplomatik yang diumumkan pada Senin (27/4/2026) ini, bertujuan mempertahankan pembatasan internasional, menyusul situasi keamanan di Myanmar yang dinilai belum stabil pasca-kudeta lima tahun lalu.

Sanksi tersebut mencakup pembekuan aset dan larangan perjalanan bagi para pejabat tinggi militer yang terlibat dalam pengambilalihan pemerintahan sipil pada Februari 2021. Langkah ini diambil oleh Uni Eropa sebagai respons atas berlanjutnya operasi keamanan terhadap masyarakat sipil di berbagai wilayah konflik Myanmar.

1. Pembekuan aset milik pejabat dan perusahaan militer

Kebijakan ini menargetkan 105 individu di posisi strategis pemerintahan militer dan 22 entitas bisnis yang terafiliasi dengan angkatan bersenjata Tatmadaw. Seluruh aset mereka di wilayah yurisdiksi Uni Eropa akan dibekukan.

Selain itu, warga dan perusahaan di Eropa dilarang menyediakan dana atau sumber daya ekonomi untuk membatasi kapasitas pembiayaan operasi militer Myanmar.

“Uni Eropa kembali mengecam tindakan militer Myanmar sejak kudeta pada tahun 2021,” kata perwakilan Dewan Uni Eropa, dilansir The Straits Times.

Dewan Uni Eropa juga menyoroti dugaan pelanggaran hak asasi manusia dan pembatasan ruang sipil. Sanksi ini turut menyasar Myanma Oil and Gas Enterprise (MOGE) sebagai salah satu sumber pendapatan militer. Pembatasan ekonomi ini ditujukan untuk mengurangi akses dana yang biasa digunakan dalam pengadaan peralatan militer dari luar negeri.

2. Larangan pengiriman senjata dan penghentian pelatihan militer

Uni Eropa mempertahankan larangan ekspor senjata dan peralatan yang berpotensi digunakan untuk represi sipil, termasuk teknologi pemantauan komunikasi. Negara-negara anggota Uni Eropa juga menghentikan semua bentuk pelatihan dan kerja sama teknis militer. Hal ini dilakukan untuk mencegah transfer pengetahuan yang dapat meningkatkan kapasitas militer di negara tersebut.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

“Melihat tingkat kekerasan di Myanmar, dunia perlu mengambil langkah pencegahan seperti embargo senjata, dan Uni Eropa siap memberikan sanksi tambahan,” kata Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan, Josep Borrell.

Blok Eropa juga memastikan bantuan kemanusiaan tetap disalurkan kepada warga sipil melalui jalur yang independen dan tidak dikelola oleh otoritas militer.

3. Respons terhadap pergantian jabatan presiden

Perpanjangan sanksi ini bertepatan dengan transisi posisi pemimpin militer, Min Aung Hlaing, menjadi presiden pada awal April 2026. Komunitas internasional mengkritik pergantian jabatan ini karena dipandang sebagai upaya mempertahankan dominasi militer di pemerintahan.

Meskipun posisi pimpinan angkatan bersenjata kini dijabat oleh Ye Win Oo, Uni Eropa menilai proses tersebut tidak melalui mekanisme demokratis dan berpotensi memperpanjang krisis yang telah menyebabkan 3,6 juta orang mengungsi.

“Min Aung Hlaing sudah lama memiliki rencana mengubah posisi dari panglima tertinggi menjadi presiden, dan saat ini hal itu terealisasi,” kata analis independen Aung Kyaw Soe.

Pergantian posisi kepemimpinan ini terpantau belum menurunkan eskalasi konflik dengan kelompok bersenjata di dalam negeri. Dengan laporan sekitar 8.000 korban jiwa dari kalangan sipil dan penahanan para aktivis, Uni Eropa menyatakan akan mempertahankan sanksi hingga Myanmar memulai kembali proses transisi demokrasi dan menghentikan operasi militer.

Pemimpin Junta Militer Myanmar Beri Amnesti pada 4.335 Tahanan Antisipasi Kelangkaan, Myanmar Wajibkan Kode QR untuk Beli BBM Soroti Krisis Myanmar dan Palestina, RI: Dewan HAM Harus Tetap Relevan

ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Trump Sinyalkan Keputusan Baru soal Iran, Teheran Siapkan Balasan Lebih Luas
Internasional

Trump Sinyalkan Keputusan Baru soal Iran, Teheran Siapkan Balasan Lebih Luas

4 Oktober 2026 - 20:55
Trump Bantah Kabar Tawaran Keringanan Sanksi untuk Iran di Tengah Negosiasi Nuklir
Internasional

Trump Bantah Kabar Tawaran Keringanan Sanksi untuk Iran di Tengah Negosiasi Nuklir

30 September 2026 - 10:47
Iran Kembali Tolak Jalur Negosiasi dengan AS di Tengah Sanksi dan Serangan
Internasional

Iran Kembali Tolak Jalur Negosiasi dengan AS di Tengah Sanksi dan Serangan

30 September 2026 - 09:17
Trump Menolak Usulan Iran untuk Buka Selat Hormuz dan Mulai Negosiasi Nuklir
Internasional

Trump Menolak Usulan Iran untuk Buka Selat Hormuz dan Mulai Negosiasi Nuklir

30 September 2026 - 03:17
PM Lebanon Desak Mekanisme Tiga Pihak untuk Dorong Penarikan Israel
Internasional

PM Lebanon Desak Mekanisme Tiga Pihak untuk Dorong Penarikan Israel

30 September 2026 - 01:18
Patung Raja Ali Haji Berdiri di Taman Budaya Turkmenistan Sejajar Shakespeare dan Goethe
Internasional

Patung Raja Ali Haji Berdiri di Taman Budaya Turkmenistan Sejajar Shakespeare dan Goethe

4 Juni 2026 - 14:51
Next Post
Jadwal Thomas dan Uber Cup 2026 hari ini: Tim putra Indonesia hadapi Prancis, tim putri bertemu Taiwan

Jadwal Thomas dan Uber Cup 2026 hari ini: Tim putra Indonesia hadapi Prancis, tim putri bertemu Taiwan

3 rumah sakit tangani korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur

3 rumah sakit tangani korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com