Wali Kota New York Kritik Perang AS dan Iran
Wali Kota New York, Zohran Mamdani, mengecam perang yang terjadi antara Amerika Serikat dan Iran. Menurutnya, konflik ini tidak hanya menyebabkan banyak korban jiwa, tetapi juga merugikan AS secara finansial. Dana besar dialokasikan untuk operasi militer, sementara uang tersebut seharusnya digunakan untuk program-program prioritas di dalam negeri.
“Kita sedang berbicara tentang perang yang telah menewaskan ribuan warga sipil. Hal-hal yang sering saya bicarakan dan sangat dibutuhkan oleh warga New York, hanya akan menelan biaya sebagian kecil dari puluhan miliar dolar yang kita lihat (untuk mendanai perang). Hal itu telah membuat kita semua frustrasi,” ujar Mamdani dalam wawancara bersama Al Jazeera pada Jumat (10/4/2026).
Keinginan Mamdani untuk Mengakhiri Perang
Mamdani ingin perang antara AS dan Iran segera berakhir. Ia mengkhawatirkan bahwa jika perang terus berlanjut, akan ada lebih banyak korban jiwa dan dana yang terbuang sia-sia. Selain itu, perang ini juga akan memperparah upaya dehumanisasi di kawasan Timur Tengah.
“Inti dari setiap perang adalah dehumanisasi yang tidak pernah terbatas hanya pada perang itu sendiri. Itulah bentuk dehumanisasi yang kita biarkan berkembang di negara kita,” tegas Mamdani. Ia menilai upaya dehumanisasi di Timur Tengah akibat perang di Iran juga akan merendahkan martabat AS di kancah internasional.
Perang AS dan Iran Sudah Mereda

Sebetulnya, perang antara AS dan Iran sudah mereda. Sebab, Presiden AS, Donald Trump, sudah menyepakati gencatan senjata dengan Iran selama dua pekan pada Selasa (7/4/2026) lalu. Gencatan senjata ini akhirnya disepakati usai AS dan Israel membombardir Iran sejak 28 Februari lalu.
Gencatan senjata ini lantas disambut baik oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Netanyahu mengatakan, meski hanya bersifat sementara, gencatan senjata tersebut sangat berguna bagi AS, Israel, dan Iran untuk mengakhiri perang agar tidak berlarut-larut.
Lebanon Tidak Terlibat dalam Gencatan Senjata

Sayangnya, AS dan Israel menegaskan, Lebanon tidak terlibat dalam kesepakatan gencatan senjata yang sudah disetujui dengan Iran. Oleh karena itu, Israel hingga kini masih terus menyerang Lebanon. Padahal, menurut Iran, dokumen gencatan senjata yang diberikan AS sudah melibatkan Lebanon.
Israel sendiri kembali meluncurkan serangan udara besar-besaran ke Lebanon pada Rabu (8/4/2026). Dilansir The Guardian, serangan tersebut menewaskan lebih dari 300 orang. Sementara itu, 1.165 orang lainnya mengalami luka-luka.
Saat ini, seluruh korban luka sudah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan. Sayangnya, petugas layanan kesehatan mengalami kendala karena banyak rumah sakit di Lebanon yang rusak akibat diserang Israel.
Berita Terkait
Presiden Iran: Kami Ingin Akhiri Perang dengan Bermartabat
AS Akan Memburu dan Menyita Kapal Iran di Perairan Internasional
Harga Minyak Global Anjlok usai Iran Buka Selat Hormuz










Discussion about this post