klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Internasional

Selat Hormuz, Medan Baru Persaingan AS dan Tiongkok

Redaksi by Redaksi
24 April 2026 - 13:44
Reading Time: 3 mins read
0
Selat Hormuz, Medan Baru Persaingan AS dan Tiongkok

Perubahan Diplomasi Tiongkok di Selat Hormuz

Pernyataan Menteri Pertahanan Tiongkok, Dong Jun, pada April tahun ini menunjukkan pergeseran dalam diplomasi Beijing. Dari pendekatan yang sebelumnya cenderung tenang, kini Tiongkok mengirimkan pesan deterensi yang lebih tegas terkait situasi di Selat Hormuz. Hal ini menjadi indikasi bahwa Tiongkok semakin memperkuat posisinya sebagai kekuatan global yang tidak ragu untuk melindungi kepentingannya.

Perspektif Akademisi Mesir

Dr. Nadia Helmy, Associate Professor dari Universitas Beni Suef Mesir, menilai bahwa pernyataan tersebut bukan hanya sekadar sikap politik, tetapi juga bentuk pengambilan langkah praktis untuk mencegah gangguan navigasi di kawasan tersebut. Ia menyoroti penegasan Tiongkok bahwa kapal-kapalnya akan terus beroperasi di Selat Hormuz tanpa menerima ‘pengawasan eksternal’ atas aktivitas mereka. Ini menunjukkan pengakuan implisit Tiongkok terhadap kedaulatan Iran atas selat tersebut.

Menurut Helmy, pernyataan Tiongkok merupakan tantangan langsung terhadap tekanan AS yang ingin mengontrol atau menutup Selat Hormuz. Ia juga menyebut bahwa hubungan antara dukungan Tiongkok kepada Iran dan strategi blokade laut AS adalah “persamaan kompleks yang terus meningkat”. Langkah Tiongkok ini tidak akan membuat Washington mundur, bahkan bisa memicu eskalasi konflik.

Respons Tiongkok terhadap Blokade AS

Helmy menjelaskan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump mempertimbangkan blokade laut terhadap Iran dan Selat Hormuz sambil memperingatkan Tiongkok agar tidak memberikan dukungan militer kepada Teheran. Menurutnya, Washington melihat pengetatan tekanan terhadap Iran sebagai bagian dari konfrontasi yang lebih luas dengan Beijing.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap bentuk blokade balasan antara AS dan Tiongkok berpotensi menjadi “pemicu perang” yang dapat menyeret kedua negara ke konflik langsung. Hal ini menunjukkan bahwa situasi di Selat Hormuz memiliki dampak yang sangat luas.

Ketergantungan Energi Tiongkok

Sikap tegas Tiongkok tidak lepas dari ketergantungannya yang besar terhadap minyak Iran. Tiongkok membeli lebih dari 80 persen impor minyaknya dari Iran, sekitar 1,38 juta barel per hari. Lebih lanjut, sekitar 40 persen impor minyak Tiongkok dan 30 persen kebutuhan LNG juga melewati jalur Selat Hormuz. Kondisi ini membuat Tiongkok menolak keras segala upaya penutupan selat.

Selain itu, Tiongkok menggunakan hak veto terhadap resolusi yang dinilai hanya menyalahkan Iran tanpa menyentuh akar konflik. Hal ini menunjukkan bahwa Tiongkok berusaha menciptakan solusi yang lebih adil dan berkelanjutan.

Awal Konfrontasi Global yang Lebih Luas

Helmy menilai bahwa langkah Tiongkok di Selat Hormuz merupakan awal dari konfrontasi tidak langsung dengan AS yang melampaui aspek ekonomi. Pernyataan Tiongkok menjadi tantangan langsung terhadap blokade Amerika terhadap Teheran. Ia menambahkan bahwa Beijing juga memanfaatkan celah strategis akibat fokus Washington di kawasan Teluk untuk memperluas pengaruhnya di wilayah lain, seperti Laut China Selatan dan Taiwan.

Di sisi lain, Tiongkok tetap memainkan peran diplomatik aktif, termasuk sebagai mediator dalam pembicaraan gencatan senjata antara Teheran dan Washington. Hal ini menunjukkan kapasitas Tiongkok sebagai pengelola krisis global.

Sinyal Kesiapan Tiongkok

Dalam analisisnya, Helmy menyebut situasi saat ini sebagai bentuk “internasionalisasi paksa” dari krisis di Selat Hormuz. Ia menegaskan bahwa Tiongkok tidak akan puas hanya dengan tekanan ekonomi jika pasokan energinya dari Iran terancam. Tiongkok juga menegaskan kehadiran militernya di kawasan tersebut sebagai langkah rutin untuk mengamankan rantai pasok.

Selain itu, Beijing mendorong pembentukan aliansi regional untuk menghadapi intervensi asing. Sebagai langkah antisipasi, Tiongkok meningkatkan cadangan minyak strategisnya hingga 1,2 miliar barel, cukup untuk 109 hari konsumsi, guna mengurangi dampak gangguan pasokan.

Helmy menyimpulkan bahwa jaminan Tiongkok terhadap Iran justru memperumit situasi dan mendorong AS meningkatkan tekanan, termasuk melalui blokade laut. Kondisi ini meningkatkan kemungkinan konfrontasi langsung antara kekuatan besar di Selat Hormuz.

Buy JNews
ADVERTISEMENT
ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Putin Tetapkan Zona Keamanan 660 Kilometer di Ukraina, Tak Masuk Meja Negosiasi
Internasional

Putin Tetapkan Zona Keamanan 660 Kilometer di Ukraina, Tak Masuk Meja Negosiasi

17 Oktober 2026 - 15:49
Ukraina Klaim Cegat Drone KVS Rusia dengan Desain Sayap Cincin
Internasional

Ukraina Klaim Cegat Drone KVS Rusia dengan Desain Sayap Cincin

17 Oktober 2026 - 04:20
Trump Prediksi Konflik dengan Iran Segera Usai, Harga Minyak Bisa Turun Drastis
Internasional

Trump Prediksi Konflik dengan Iran Segera Usai, Harga Minyak Bisa Turun Drastis

15 Oktober 2026 - 21:25
Houthi Mengaku Tembak Jet Tempur Arab Saudi di Langit Saada
Internasional

Houthi Mengaku Tembak Jet Tempur Arab Saudi di Langit Saada

15 Oktober 2026 - 20:32
IRGC Klaim Tanker Minyak Meledak setelah Menabrak Ranjau di Selat Hormuz
Internasional

IRGC Klaim Tanker Minyak Meledak setelah Menabrak Ranjau di Selat Hormuz

12 Oktober 2026 - 17:27
Trump Klaim Rusia-Ukraina Sepakat Hentikan Serangan Energi, Kyiv Minta Penjelasan
Internasional

Trump Klaim Rusia-Ukraina Sepakat Hentikan Serangan Energi, Kyiv Minta Penjelasan

12 Oktober 2026 - 09:30
Next Post
KFC (FAST) Alami Kerugian Rp 366 Miliar Tahun 2025

KFC (FAST) Alami Kerugian Rp 366 Miliar Tahun 2025

Cara Mengatasi Purging Retinol Tanpa Khawatir

Cara Mengatasi Purging Retinol Tanpa Khawatir

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com