klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Internasional

Otoritas Thailand Bongkar Jaringan Pembuat Bumbu Palsu

Redaksi by Redaksi
21 April 2026 - 02:38
Reading Time: 3 mins read
0
Otoritas Thailand Bongkar Jaringan Pembuat Bumbu Palsu

Penangkapan Jaringan Pembuat Bumbu Palsu di Bangkok

Biro Investigasi Pusat (CIB) Thailand bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) berhasil mengungkap jaringan pembuat monosodium glutamat (MSG) dan bumbu penyedap palsu di Bangkok. Operasi ini dilakukan setelah penyelidikan selama tiga bulan untuk menghentikan peredaran produk makanan ilegal yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.

Operasi ini berhasil memutus jaringan distribusi antarprovinsi setelah petugas memeriksa beberapa lokasi yang diduga sebagai pabrik dan gudang penyimpanan. Dari pemeriksaan tersebut, petugas menyita ribuan bungkus bumbu palsu dan alat produksi dengan nilai total hampir 2 juta baht (Rp1,07 miliar).

Polisi Lacak dan Tangkap Kurir Bumbu Palsu Antarprovinsi

Penyelidikan ini bermula dari temuan bumbu penyedap mencurigakan yang beredar di Provinsi Chaiyaphum. Kasus ini kemudian ditelusuri hingga ke pusat distribusi di Bangkok untuk memutus rantai penjualannya.

“Operasi ini bermula dari penangkapan pedagang kecil di Provinsi Chaiyaphum. Tim lalu melacak jalur pengirimannya selama tiga bulan sampai menemukan pabrik ilegal di distrik Bang Khun Thian,” kata Wakil Inspektur Divisi Pemberantasan Kejahatan Ekonomi 1, Polisi Letnan Kolonel Wiwattanachai Kluenkaew.

Pada 25 Maret 2026, petugas menghentikan sebuah truk di stasiun pengisian bahan bakar daerah Sam Khok, Provinsi Pathum Thani. Petugas menangkap sopir bernama Uthit yang membawa ribuan bungkus produk palsu untuk dijual ke pasar. Para pelaku diketahui memakai kendaraan logistik untuk menyembunyikan bumbu palsu di antara barang lain agar lolos dari pemeriksaan petugas.

“Petugas memantau pergerakan truk boks yang mencurigakan saat keluar dari kawasan padat. Kami lalu melakukan penangkapan di lokasi yang aman agar semua barang bukti bisa disita dan tidak dihilangkan oleh pelaku,” kata Letnan Kolonel Wiwattanachai Kluenkaew.

Penangkapan kurir ini kemudian membuka jalan bagi petugas untuk mendatangi lokasi pabrik pembuat bumbu palsu yang berada di kawasan permukiman warga.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

Polisi Geledah Pabrik Ilegal dan Ungkap Modus Distribusi

Setelah menangkap kurir, petugas gabungan memeriksa sebuah rumah di Soi Sakae Ngam 50 yang dijadikan fasilitas produksi tanpa izin. Di lokasi tersebut, petugas menangkap tersangka bernama Kriangkrai beserta tiga pekerja yang sedang membuat bumbu merek palsu, seperti Ros Dee, dalam kondisi yang tidak higienis.

“Saya sudah memproduksi barang palsu ini secara ilegal selama lebih dari dua tahun. Setiap hari kami memproduksi seribu lima ratus bungkus untuk pelanggan tetap,” kata Kriangkrai.

Proses pembuatan bumbu ini tidak mengikuti standar keamanan pangan. Mereka memakai bahan baku di bawah standar, bahan kimia yang komposisinya tidak diketahui, serta menggunakan kemasan tiruan yang sangat mirip dengan aslinya agar pembeli tertipu.

Untuk mendistribusikan produknya, pelaku menggunakan jasa pengiriman swasta atau mengatur titik temu di pinggir jalan pada jam-jam tertentu guna menghindari pengawasan petugas.

“Bumbu yang sudah dikemas biasanya diserahkan di jalanan atau dikirim lewat jasa pengiriman pribadi, lalu dijual bebas di pasar Bang Khae dan distrik Nong Khaem,” kata Kriangkrai.

Total Barang Bukti Mencapai Lebih dari 24 Ribu Kemasan

Total barang bukti yang disita dalam operasi ini mencapai lebih dari 24 ribu kemasan, di antaranya 4.804 bungkus MSG palsu dan 1.532 bungkus bumbu penyedap palsu. Tujuh tersangka kini telah ditahan untuk menjalani proses hukum.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat membeli bumbu penyedap. Barang palsu yang diproduksi di tempat tanpa izin sering kali mengandung bahan berbahaya yang berisiko bagi kesehatan,” kata pejabat senior FDA Thailand.

Para tersangka dikenakan berbagai pasal berlapis dari Undang-Undang Makanan dan Undang-Undang Merek Dagang. Mereka didakwa memproduksi makanan palsu, menggunakan label yang menyesatkan, dan melanggar hak kekayaan intelektual yang merugikan produsen resmi.

Pemerintah Thailand menegaskan tindakan ini dilakukan untuk membersihkan pasar dari produk ilegal dan menjaga standar keamanan pangan nasional. Pihak berwenang juga memberikan imbauan kepada para konsumen sebagai langkah pencegahan.

“Konsumen disarankan untuk memeriksa nomor registrasi makanan, keterangan pada label, dan memastikan kredibilitas toko tempat membeli agar bumbu yang dikonsumsi dipastikan aman dan legal,” kata perwakilan FDA.


ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Putin Tetapkan Zona Keamanan 660 Kilometer di Ukraina, Tak Masuk Meja Negosiasi
Internasional

Putin Tetapkan Zona Keamanan 660 Kilometer di Ukraina, Tak Masuk Meja Negosiasi

17 Oktober 2026 - 15:49
Ukraina Klaim Cegat Drone KVS Rusia dengan Desain Sayap Cincin
Internasional

Ukraina Klaim Cegat Drone KVS Rusia dengan Desain Sayap Cincin

17 Oktober 2026 - 04:20
Trump Prediksi Konflik dengan Iran Segera Usai, Harga Minyak Bisa Turun Drastis
Internasional

Trump Prediksi Konflik dengan Iran Segera Usai, Harga Minyak Bisa Turun Drastis

15 Oktober 2026 - 21:25
Houthi Mengaku Tembak Jet Tempur Arab Saudi di Langit Saada
Internasional

Houthi Mengaku Tembak Jet Tempur Arab Saudi di Langit Saada

15 Oktober 2026 - 20:32
IRGC Klaim Tanker Minyak Meledak setelah Menabrak Ranjau di Selat Hormuz
Internasional

IRGC Klaim Tanker Minyak Meledak setelah Menabrak Ranjau di Selat Hormuz

12 Oktober 2026 - 17:27
Trump Klaim Rusia-Ukraina Sepakat Hentikan Serangan Energi, Kyiv Minta Penjelasan
Internasional

Trump Klaim Rusia-Ukraina Sepakat Hentikan Serangan Energi, Kyiv Minta Penjelasan

12 Oktober 2026 - 09:30
Next Post
PLN tingkatkan K3 untuk listrik andal dan aman bagi masyarakat

PLN tingkatkan K3 untuk listrik andal dan aman bagi masyarakat

Prakiraan Cuaca Kepri Hari Ini: BMKG Hang Nadim Batam 20 April 2026

Prakiraan Cuaca Kepri Hari Ini: BMKG Hang Nadim Batam 20 April 2026

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com