klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Internasional

Negosiasi Iran-AS Macet, Delegasi Dikritik Tidak Seimbang

Redaksi by Redaksi
17 April 2026 - 21:50
Reading Time: 3 mins read
0
Negosiasi Iran-AS Macet, Delegasi Dikritik Tidak Seimbang

Kegagalan Perundingan Iran dan Amerika Serikat: Perbedaan Delegasi yang Membentuk Hasil

Perundingan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) di Islamabad, Pakistan, yang berlangsung selama sekitar 21 jam, akhirnya berujung pada kegagalan tanpa kesepakatan. Kegiatan ini terjadi setelah lebih dari satu bulan sejak pecahnya konflik akibat operasi militer “Operation Epic Fury” yang dilancarkan AS bersama Israel terhadap Iran pada akhir Februari 2026.

Wakil Presiden AS, JD Vance, menyampaikan bahwa perundingan gagal karena Iran menolak proposal yang diajukan pihaknya. Ia menegaskan bahwa AS telah menawarkan batasan yang jelas, termasuk usulan penghentian permanen program nuklir Iran. “Kami telah menjelaskan dengan sangat jelas apa batasan kami, hal-hal apa saja yang bersedia kami akomodasi dari mereka. Mereka telah memilih untuk tidak menerima persyaratan kami,” ujarnya.

Di sisi lain, Iran tidak menganggap kegagalan ini sebagai akhir dari jalur diplomasi. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghei, menegaskan bahwa komunikasi antarnegara akan tetap berjalan. “Diplomasi tidak pernah berakhir,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa Iran akan terus melakukan konsultasi dengan Pakistan serta negara-negara mitra dan tetangga guna menjaga kepentingan nasionalnya.

Perundingan ini sendiri merupakan bagian dari kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan yang difasilitasi oleh sejumlah negara, termasuk Pakistan, Turki, China, Arab Saudi, dan Mesir. Namun, di balik kegagalan tersebut, perhatian tertuju pada perbedaan kualitas delegasi yang dikirim kedua negara.

Komposisi Delegasi Iran yang Kuat

Dosen Hubungan Internasional President University, Teuku Rezasyah, menilai Iran tampil dengan kekuatan penuh melalui jajaran tokoh berpengalaman. Ia menyoroti kehadiran Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf yang memiliki latar belakang militer kuat dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), serta Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Akbar Ahmadian yang juga merupakan veteran IRGC dengan latar akademik strategis.

Selain itu, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi yang dikenal sebagai akademisi dan diplomat senior, serta Gubernur Bank Sentral Iran Abdolnaser Hemmati, turut memperkuat posisi Iran dalam meja perundingan. “Saya perhatikan delegasi Iran ini luar biasa,” kata Teuku Rezasyah. Menurutnya, komposisi tersebut mencerminkan kesiapan Iran dalam menghadapi negosiasi kompleks, baik dari sisi militer, diplomasi, maupun ekonomi.

Delegasi AS yang Dinilai Kurang Seimbang

Sebaliknya, ia menilai delegasi AS tidak menunjukkan kekuatan yang setara. Meski dipimpin oleh JD Vance, dua tokoh lainnya justru berasal dari kalangan bisnis, yakni Steve Witkoff dan Jared Kushner. “Mereka hanya membawa tokoh seperti JD Vance, kemudian Steve Witkoff dan Jared Kushner,” ujarnya. Ia mengakui JD Vance memiliki pengalaman pemerintahan, namun menilai latar belakang dua delegasi lainnya sebagai pengusaha memengaruhi pendekatan dalam negosiasi.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

Menurut Teuku Rezasyah, perbedaan latar belakang ini berimplikasi pada cara pandang dalam perundingan. Delegasi Iran dinilai lebih memahami kompleksitas geopolitik dan diplomasi, sementara delegasi AS cenderung menggunakan pendekatan transaksional. “Kalau pengusaha itu pikirannya adalah untung-rugi. ‘Anda tidak setuju nomor dua, nomor tiga oke kita, kita batal,’” tuturnya.

Ia menekankan bahwa negosiasi damai seharusnya mengedepankan pendekatan kenegarawanan, bukan sekadar kalkulasi keuntungan politik atau ekonomi. Dalam konteks ini, ia melihat adanya kesenjangan cara berpikir yang berujung pada kebuntuan dialog. “Padahal, perundingan ini adalah sesuatu yang harus sungguh-sungguh mereka lakukan, karena tidak ingin dianggap sebagai penyebab dari masalah yang membahayakan dunia,” katanya.

Riwayat Perundingan yang Penuh Tantangan

Dalam sejarahnya, perundingan Amerika dan Iran tak selalu berjalan mulus dan berakhir dengan kegagalan. Salah satu perundingan paling signifikan antara Amerika Serikat dan Iran yang gagal mencapai kesepakatan adalah upaya menghidupkan kembali perjanjian nuklir JCPOA (Joint Comprehensive Plan of Action) yang berlangsung sejak April 2021 di Wina, Austria.

Meskipun dimediasi oleh Uni Eropa dan melalui berbagai putaran negosiasi tidak langsung yang intensif, perundingan ini menemui jalan buntu pada akhir tahun 2022. Kegagalan tersebut terutama dipicu oleh perbedaan tajam terkait tuntutan Iran agar Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menutup penyelidikan terhadap jejak uranium di beberapa situs yang tidak diumumkan, serta penolakan AS untuk mencabut sanksi terorisme terhadap Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran.

Upaya mediasi lanjutan di Doha, Qatar pada Juni 2022 juga berakhir tanpa kemajuan berarti, sehingga kesepakatan tersebut gagal diwujudkan dan membiarkan status program nuklir Iran serta sanksi ekonomi AS tetap tidak terselesaikan.


ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Putin Tetapkan Zona Keamanan 660 Kilometer di Ukraina, Tak Masuk Meja Negosiasi
Internasional

Putin Tetapkan Zona Keamanan 660 Kilometer di Ukraina, Tak Masuk Meja Negosiasi

17 Oktober 2026 - 15:49
Ukraina Klaim Cegat Drone KVS Rusia dengan Desain Sayap Cincin
Internasional

Ukraina Klaim Cegat Drone KVS Rusia dengan Desain Sayap Cincin

17 Oktober 2026 - 04:20
Trump Prediksi Konflik dengan Iran Segera Usai, Harga Minyak Bisa Turun Drastis
Internasional

Trump Prediksi Konflik dengan Iran Segera Usai, Harga Minyak Bisa Turun Drastis

15 Oktober 2026 - 21:25
Houthi Mengaku Tembak Jet Tempur Arab Saudi di Langit Saada
Internasional

Houthi Mengaku Tembak Jet Tempur Arab Saudi di Langit Saada

15 Oktober 2026 - 20:32
IRGC Klaim Tanker Minyak Meledak setelah Menabrak Ranjau di Selat Hormuz
Internasional

IRGC Klaim Tanker Minyak Meledak setelah Menabrak Ranjau di Selat Hormuz

12 Oktober 2026 - 17:27
Trump Klaim Rusia-Ukraina Sepakat Hentikan Serangan Energi, Kyiv Minta Penjelasan
Internasional

Trump Klaim Rusia-Ukraina Sepakat Hentikan Serangan Energi, Kyiv Minta Penjelasan

12 Oktober 2026 - 09:30
Next Post
Trump Minta Larangan Lautan Hormuz: Iran Tak Boleh Menjual Satu Tetes Minyak pun

Trump Minta Larangan Lautan Hormuz: Iran Tak Boleh Menjual Satu Tetes Minyak pun

Beberapa Orang Percaya Minyak Kayu Putih Naikkan Oktan Pertalite, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Beberapa Orang Percaya Minyak Kayu Putih Naikkan Oktan Pertalite, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com