klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Internasional

Negara Lain Gugat Israel: Bagaimana Sikap Indonesia?

Redaksi by Redaksi
2 Juni 2026 - 11:56
Reading Time: 3 mins read
0
Negara Lain Gugat Israel: Bagaimana Sikap Indonesia?

Negara-Negara Siapkan Langkah Hukum atas Perlakuan Brutal Militer Israel terhadap Peserta Flotilla Kemanusiaan

Perlakuan brutal yang diduga dilakukan oleh militer Israel terhadap peserta Global Sumud Flotilla (GSF) telah memicu kemarahan internasional. Sejumlah negara, yang warganya menjadi korban dalam misi kemanusiaan tersebut, kini bersiap menempuh jalur hukum untuk menuntut pertanggungjawaban.

Salah satu negara yang telah mengambil langkah tegas adalah Prancis. Perdana Menteri Prancis, Sebastien Lecornu, secara resmi mengumumkan bahwa negaranya akan mengambil tindakan hukum atas aksi kejam yang dilakukan oleh militer Israel terhadap warga Prancis yang berpartisipasi dalam GSF. Kekesalan pemerintah Prancis semakin memuncak setelah beredarnya sebuah video yang diunggah oleh petinggi keamanan nasional Israel, Itamar Ben-Gvir. Video tersebut menunjukkan pasukan keamanan Israel memaksa para aktivis flotilla untuk bersujud di lantai dalam posisi terikat, sementara Ben-Gvir melontarkan pernyataan provokatif.

Tidak ketinggalan, pemerintah Malaysia juga menyatakan niatnya untuk membawa Israel ke Mahkamah Internasional (ICJ). Langkah ini diambil sebagai respons terhadap dugaan penyiksaan yang dialami oleh aktivis GSF 2.0. Tercatat, sebanyak 28 aktivis asal Malaysia turut menjadi korban penculikan oleh Israel dalam insiden tersebut. Pemerintah Malaysia saat ini tengah mempersiapkan segala dokumen dan bukti yang diperlukan untuk mengajukan tuntutan di ICJ terkait dugaan penculikan dan penyiksaan terhadap para aktivis yang tengah menjalankan misi bantuan kemanusiaan menuju Gaza.

Nasib Relawan Indonesia dan Sikap Pemerintah RI

Pertanyaan besar pun muncul mengenai langkah yang akan diambil oleh pemerintah Indonesia. Sejauh ini, tercatat ada sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban kekejaman Israel saat menjalani masa penahanan. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) menyatakan bahwa mereka akan menunggu sikap resmi dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) terkait persoalan ini.

“Kementerian HAM mengikuti sepenuhnya kebijakan Kementerian Luar Negeri karena itu yang menjadi sikap resmi pemerintah,” ujar Staf Khusus Menteri HAM RI, Thomas Harming Suwarta, pada Jumat (29/5/2026).


Menteri Luar Negeri Sugiono memberikan keterangan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, Ahad (24/5/2026). Pemerintah bekerja sama dengan berbagai pihak berhasil memulangkan sembilan WNI yang sempat ditahan oleh militer Israel saat melakukan misi kemanusian Global Sumud Flotilla 2.0. – (/Prayogi)

Buy JNews
ADVERTISEMENT

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri hingga kini belum mengeluarkan pernyataan sikap yang serupa dengan negara-negara lain yang berencana menuntut Israel.

Dorongan untuk Protes dan Investigasi Internasional

Menanggapi situasi ini, seorang akademisi Hubungan Internasional dari Universitas Brawijaya, Abdullah Assegaf, mendorong pemerintah Indonesia untuk tidak tinggal diam. Ia menyarankan agar pemerintah Indonesia melayangkan nota protes resmi ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Menurutnya, Dewan Keamanan PBB harus segera mengadakan rapat darurat untuk membahas pelanggaran hukum yang dilakukan oleh Israel terhadap para relawan Global Sumud Flotilla 2.0.

“Indonesia bisa menyampaikan nota protes ke PBB, Dewan Keamanan PBB harus mengadakan rapat keamanan terkait pelanggaran yang dilakukan oleh Israel,” kata Abdullah di Kota Malang, Jawa Timur, pada Senin.

Abdullah Assegaf menilai bahwa tindakan yang dilakukan oleh Israel terhadap para relawan GSF merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional dan hukum laut internasional. Ia menambahkan bahwa Indonesia juga memiliki peran untuk mendorong dilakukannya investigasi internasional. Hal ini dapat dilakukan dengan membentuk tim investigasi independen yang bertugas untuk mengusut tuntas pelanggaran yang dilakukan oleh Israel.

Pelanggaran Hukum Internasional dalam Misi Kemanusiaan

Para relawan GSF, termasuk sembilan WNI, sejatinya menjalankan misi kemanusiaan dengan tujuan menyalurkan bantuan ke Jalur Gaza. Abdullah Assegaf menegaskan bahwa Israel tidak memiliki dasar hukum untuk menangkap relawan yang datang ke area konflik dengan tujuan memberikan bantuan kepada masyarakat sipil yang terdampak perang.

“Dalam hukum perang warga sipil harus dijaga dan bantuan bagi sipil tidak boleh dicegah karena peperangan memberikan dampak terhadap kelangkaan, krisis, sampai kemiskinan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Abdullah menyoroti titik pencegatan kapal yang ditumpangi oleh GSF oleh pasukan Israel. Ia menyatakan bahwa pencegatan tersebut terjadi di wilayah laut internasional. Menurutnya, laut internasional merupakan jalur pelayaran yang bersifat damai dan tidak boleh ada ancaman dari kekuatan militer.

Ia pun mempertanyakan alasan keamanan yang dijadikan dasar oleh Israel untuk melakukan tindakan pencegatan kapal dan penahanan terhadap para relawan. “Padahal sejak awal sudah disampaikan kalau ini adalah kampanye kemanusiaan dengan relawan dari berbagai negara,” tuturnya.

Kepulangan Sembilan WNI

Sebagai informasi, sembilan WNI yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0 sebagai relawan telah berhasil kembali ke Indonesia. Mereka tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Minggu (24/5). Kepulangan para relawan ini merupakan hasil dari upaya evakuasi yang dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri melalui perwakilan RI di luar negeri, sebagai bentuk perlindungan terhadap warga negaranya.

ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Putin Tetapkan Zona Keamanan 660 Kilometer di Ukraina, Tak Masuk Meja Negosiasi
Internasional

Putin Tetapkan Zona Keamanan 660 Kilometer di Ukraina, Tak Masuk Meja Negosiasi

17 Oktober 2026 - 15:49
Ukraina Klaim Cegat Drone KVS Rusia dengan Desain Sayap Cincin
Internasional

Ukraina Klaim Cegat Drone KVS Rusia dengan Desain Sayap Cincin

17 Oktober 2026 - 04:20
Trump Prediksi Konflik dengan Iran Segera Usai, Harga Minyak Bisa Turun Drastis
Internasional

Trump Prediksi Konflik dengan Iran Segera Usai, Harga Minyak Bisa Turun Drastis

15 Oktober 2026 - 21:25
Houthi Mengaku Tembak Jet Tempur Arab Saudi di Langit Saada
Internasional

Houthi Mengaku Tembak Jet Tempur Arab Saudi di Langit Saada

15 Oktober 2026 - 20:32
IRGC Klaim Tanker Minyak Meledak setelah Menabrak Ranjau di Selat Hormuz
Internasional

IRGC Klaim Tanker Minyak Meledak setelah Menabrak Ranjau di Selat Hormuz

12 Oktober 2026 - 17:27
Trump Klaim Rusia-Ukraina Sepakat Hentikan Serangan Energi, Kyiv Minta Penjelasan
Internasional

Trump Klaim Rusia-Ukraina Sepakat Hentikan Serangan Energi, Kyiv Minta Penjelasan

12 Oktober 2026 - 09:30
Next Post
Tiga Shio Beruntung Sepanjang 2026: Rezeki Mengalir Tanpa Henti

Tiga Shio Beruntung Sepanjang 2026: Rezeki Mengalir Tanpa Henti

Dokter di Ujung Tanduk: Perjuangan Lee Jae Wook di Pulau Terpencil

Dokter di Ujung Tanduk: Perjuangan Lee Jae Wook di Pulau Terpencil

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com