Presiden Argentina Kembali Tegaskan Klaim Kepulauan Falkland
Presiden Argentina, Javier Milei, kembali mengungkapkan klaim negaranya terhadap Kepulauan Falkland. Pernyataan ini muncul setelah Amerika Serikat (AS) mengambil sikap netral terkait sengketa wilayah tersebut. Milei menegaskan bahwa Argentina akan melakukan segala cara untuk mengembalikan kepulauan tersebut ke tangan negaranya melalui metode yang manusiawi.
“Kedaulatan tidak dapat dinegosiasikan, tetapi harus ditangani dengan justifikasi yang benar dan masuk akal,” ujarnya dalam pernyataannya. Pernyataan ini disampaikan setelah AS menyatakan netralitasnya dalam sengketa antara Argentina dan Inggris.
Argentina Terus Dorong Dialog dengan Inggris
Menteri Luar Negeri Argentina, Pablo Quirno, menyatakan bahwa negaranya akan terus mengklaim hak atas Kepulauan Falkland, Georgia Selatan, dan Sandwich Selatan. Ia juga menekankan pentingnya dialog antara Argentina dan Inggris untuk mencapai solusi damai.
“Okupansi pada 1833 adalah aksi pemaksaan yang bertentangan dengan hukum internasional saat itu. Argentina bersedia melanjutkan negosiasi bilateral dengan Inggris untuk mencapai solusi atas perselisihan kedaulatan ini,” katanya.
Inggris Tekankan Kepulauan Falkland Tidak Dinegosiasikan
Di sisi lain, Inggris menegaskan bahwa Kepulauan Falkland tidak bisa dibahas dalam negosiasi. Pihak Inggris menyatakan bahwa rakyat di kepulauan tersebut sudah memilih untuk tetap menjadi bagian dari Wilayah Terluar Inggris.
“Posisi kami jelas dan tidak berubah. Rakyat di Falkland memutuskan sendiri untuk tetap bersama Inggris dalam referendum 2013, di mana 98,8 persen ingin menjadi bagian dari Inggris,” ujar pihak Inggris.
AS Konfirmasi Netralitas dalam Sengketa Falkland
Kementerian Luar Negeri AS menyatakan bahwa posisi negaranya tetap netral terkait sengketa Kepulauan Falkland. Meskipun demikian, AS tetap mengakui administrasi Inggris di kepulauan tersebut.
“Kami tetap netral. Kami mengakui adanya klaim kepemilikan antara Argentina dan Inggris. Kami mengakui secara de facto administrasi Inggris di kepulauan tersebut tanpa mengambil posisi lebih,” kata perwakilan AS.
Situasi Politik di Argentina
Selain isu Falkland, situasi politik di Argentina juga tengah memanas. Presiden Argentina membatasi akses jurnalis ke Istana Casa Rosada. Di samping itu, Argentina juga telah mengusir diplomat Iran dan menetapkan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) sebagai kelompok teroris.
Isu Terkini Lainnya
Beberapa isu terkini lainnya juga menjadi sorotan. Misalnya, Argentina resmi menetapkan IRGC sebagai kelompok teroris. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintahan Milei semakin keras dalam menghadapi ancaman dari luar negeri.










Discussion about this post