Tanggapan Andre Taulany Terkait Kasus Penganiayaan ART yang Melibatkan Mantan Istrinya
Andre Taulany, seorang presenter dan mantan vokalis band Stinky, akhirnya memberikan pernyataan terkait kasus dugaan penganiayaan terhadap asisten rumah tangga (ART) yang melibatkan mantan istrinya, Rien Wartia Trigina atau Erin. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa dirinya tidak lagi memiliki keterkaitan dengan masalah tersebut setelah keduanya resmi bercerai.
Kasus ini awalnya muncul ke permukaan setelah unggahan di platform Threads mengenai dugaan penganiayaan terhadap ART. Sejak saat itu, nama Erin menjadi sorotan publik. Setelah beberapa waktu berlalu, kasus ini akhirnya masuk ke ranah hukum setelah dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Selatan. Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/1680/IV/2026/Polres Metro Jakarta Selatan pada 29 April 2026.
Menanggapi isu yang berkembang, Andre Taulany menyampaikan bahwa dirinya tidak ingin lagi dikaitkan dengan kasus ini. Ia meminta media agar tidak lagi menanyakan pendapatnya mengenai hal tersebut.
“Tolong, masalah ini jangan ditanya lagi sama saya,” ujar Andre Taulany, seperti dikutip dari YouTube Reyben Entertainment, Rabu (6/5/2026).
Ia mengaku tidak mengetahui secara rinci tentang perkara yang sedang dihadapi mantan istrinya. Menurutnya, kasus ini sudah berada di luar urusannya sejak mereka bercerai.
“Karena saya tidak tahu dan saya tak ada urusan lagi sama dia sejak bercerai,” lanjut Andre.
Meski menjaga jarak dari polemik ini, Andre tetap menyampaikan pesan untuk menyelesaikan masalah dengan bijak dan damai.
“Kalau bisa, cobalah tabayyun, bermuhasabah diri, dan saling memaafkan. Gitu saja,” kata Andre.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjalani hidup dengan tenang tanpa memperpanjang drama yang ada.
“Hiduplah dengan damai, enggak usah banyak-banyak drama,” sambungnya.
Penyebab Dugaan Penganiayaan ART
Dugaan penganiayaan terhadap ART pertama kali diungkap oleh Nia Damanik, penyalur ART. Ia mengaku menerima telepon dari ART berinisial H yang meminta bantuan. Menurut Nia, korban mengaku mengalami kekerasan fisik berupa pukulan menggunakan sapu. Dugaan itu disebut dipicu oleh persoalan sepele terkait keterlambatan menutup jendela rumah.
“Kepala saya dipukul pakai sapu,” ujar H seperti ditirukan Nia Damanik.
Nia mengaku sempat bertanya apa kesalahan yang dilakukan ART tersebut. Namun menurut pengakuan korban, dirinya merasa tidak melakukan kesalahan besar.
“Entah cuman gara-gara telat nutup jendela,” lanjut Nia menirukan pengakuan ART.
Penyangkalan Erin dan Langkah Hukum yang Diambil
Erin membantah seluruh tuduhan yang beredar. Ia menegaskan memiliki bukti yang dapat membantah dugaan penganiayaan tersebut.
“Saya sudah mengetahui apa yang dilaporkan oleh penyalurnya itu dan saya punya bukti bukti semuanya, saya akan melaporkan balik,” ujar Erin.
Erin bersama kuasa hukumnya juga telah melaporkan dugaan pencemaran nama baik ke Polres Metro Jakarta Selatan. Langkah hukum ini diambil karena ia merasa dirugikan dan difitnah atas tuduhan yang viral di media sosial.
Kuasa hukum Erin memastikan bahwa kliennya tidak melakukan tindakan kekerasan sebagaimana yang dituduhkan. Mereka menyebut Erin justru menjadi korban pencemaran nama baik.
Hingga kini, kasus ini masih dalam penanganan pihak kepolisian dan belum ada keputusan hukum tetap terkait dugaan penganiayaan tersebut.










Discussion about this post