JAKARTA — Rupiah kembali ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Rabu, 12 Agustus 2026. Di pasar spot, mata uang Indonesia berakhir di posisi Rp 17.894 per dolar AS, naik 0,49% dibanding penutupan sehari sebelumnya di Rp 17.981 per dolar AS. Dengan capaian itu, rupiah tercatat sebagai mata uang dengan performa terbaik di kawasan Asia pada hari tersebut.
Penguatan rupiah terjadi di tengah pergerakan mata uang Asia yang cenderung positif hingga pukul 15.00 WIB. Di antara mata uang regional, yen Jepang berada tepat di bawah rupiah dalam daftar penguatan, setelah naik 0,26%. Kondisi ini menunjukkan sentimen pasar di Asia pada sesi perdagangan hari itu lebih banyak mendukung aset mata uang regional ketimbang dolar AS.
Di kelompok mata uang lain, dolar Taiwan ikut menanjak 0,15%, sedangkan rupee India menguat 0,13%. Dua mata uang Asia Tenggara, yakni dolar Singapura dan baht Thailand, sama-sama bertambah 0,09%. Adapun yuan China serta ringgit Malaysia juga bergerak ke zona hijau, meski kenaikannya relatif kecil, masing-masing 0,04% dan 0,03%.
Pergerakan positif turut terlihat pada dolar Hong Kong yang naik tipis 0,02%. Meski demikian, tidak semua mata uang di Asia mampu bertahan di wilayah penguatan. Peso Filipina justru menjadi mata uang dengan pelemahan paling dalam di kawasan setelah ditutup turun 0,12%.
Selain peso Filipina, won Korea Selatan juga terkoreksi walau sangat tipis, yakni 0,007%. Dengan komposisi tersebut, pasar mata uang Asia pada hari itu memperlihatkan arah yang beragam, tetapi rupiah tetap menonjol karena penguatannya paling besar dibandingkan mata uang regional lainnya.
Posisi rupiah di akhir perdagangan ini menambah catatan bahwa kurs domestik masih sangat dipengaruhi dinamika pasar global. Meski sempat berada dalam tekanan, rupiah mampu menutup sesi dengan hasil lebih baik daripada sebagian besar mata uang Asia, sekaligus menempati urutan teratas dalam daftar penguatan harian.
Sumber: investasi.kontan.co.id










Discussion about this post