Pergerakan harga komoditas pangan strategis nasional menunjukkan dinamika yang bervariasi pada hari ini, Selasa, 31 Maret 2026. Sejumlah bahan pokok penting, mulai dari aneka jenis cabai, daging ayam, hingga telur ayam, dilaporkan mengalami penurunan harga. Kondisi ini tentu menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat dalam mengelola anggaran rumah tangga.
Fluktuasi Harga Beras
Komoditas beras, yang merupakan makanan pokok utama bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, menunjukkan pergerakan harga yang beragam di berbagai tingkatan kualitasnya. Berdasarkan pantauan pada pukul 08.32 WIB, harga beras kualitas bawah I terpantau stabil di angka Rp14.500 per kilogram. Namun, harga beras kualitas bawah II mengalami sedikit kenaikan sebesar 0,35%, mencapai Rp14.500 per kilogram.
Pergeseran harga juga terlihat pada beras kualitas medium. Harga beras medium I tetap bertahan di Rp16.000 per kilogram, begitu pula dengan beras medium II yang tercatat stabil pada Rp15.850 per kilogram. Sementara itu, beras kualitas super menunjukkan tren kenaikan. Beras kualitas super I mengalami peningkatan harga sebesar 0,29%, menjadi Rp17.250 per kilogram. Di sisi lain, beras kualitas super II juga mencatatkan kenaikan harga sebesar 0,3%, menjadi Rp16.800 per kilogram.
Tren Penurunan pada Aneka Cabai
Sektor aneka cabai menjadi sorotan utama karena mayoritas mengalami penurunan harga yang cukup signifikan. Cabai rawit merah, misalnya, terpantau mengalami penurunan harga tajam sebesar 9,02%, kini diperdagangkan di angka Rp85.750 per kilogram. Komoditas lain yang juga mengalami pelemahan harga adalah cabai merah keriting, dengan penurunan mencapai 16,67%, sehingga harganya kini berada di Rp47.500 per kilogram.
Cabai merah besar tidak luput dari tren penurunan ini. Harganya merosot sebesar 13,17%, menjadi Rp48.800 per kilogram. Bahkan, cabai rawit hijau pun turut merasakan dampaknya, dengan penurunan harga sebesar 3,82%, kini berada di kisaran Rp56.650 per kilogram.
Kenaikan Harga Bawang
Berbeda dengan cabai, komoditas bawang menunjukkan tren kenaikan harga. Bawang merah ukuran sedang mengalami peningkatan harga sebesar 5,24%, mencapai Rp47.200 per kilogram. Sementara itu, bawang putih ukuran sedang juga mencatat kenaikan, meskipun lebih moderat, yaitu sebesar 0,62%, menjadi Rp40.450 per kilogram.
Daging Ayam dan Telur Stabil di Jalur Penurunan
Sektor protein hewani, khususnya daging ayam ras segar dan telur ayam ras segar, juga dilaporkan mengalami penurunan harga. Rata-rata harga daging ayam ras segar turun sebesar 0,7%, kini berada di angka Rp42.850 per kilogram. Hal serupa terjadi pada harga telur ayam ras segar, yang mengalami penurunan sebesar 0,74%, menjadi Rp33.400 per kilogram.
Daging Sapi Cenderung Melemah
Daging sapi pun terpantau mengalami tren penurunan harga, baik pada kualitas satu maupun dua. Daging sapi kualitas 1 mengalami penurunan harga sebesar 1,53%, menjadi Rp148.450 per kilogram. Sementara itu, daging sapi kualitas 2 juga melemah sebesar 1,44%, kini diperdagangkan di harga Rp140.200 per kilogram.
Gula dan Minyak Goreng: Kenaikan Terbatas
Di sisi lain, komoditas gula pasir menunjukkan pergerakan harga yang naik terbatas. Harga gula pasir premium tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,5%, mencapai Rp20.100 per kilogram. Gula pasir lokal juga tidak ketinggalan, dengan kenaikan sebesar 0,53%, kini dihargai Rp18.900 per kilogram.
Sektor minyak goreng juga mencatatkan kenaikan harga. Harga minyak goreng curah naik sebesar 1,02%, menjadi Rp19.850 per kilogram. Minyak goreng kemasan bermerek 1 juga mengalami kenaikan 0,44%, mencapai Rp23.000 per kilogram. Sementara itu, minyak goreng kemasan bermerek 2 naik sebesar 0,69%, menjadi Rp22.000 per kilogram.
Secara keseluruhan, pergerakan harga pangan strategis nasional pada hari ini mencerminkan adanya dinamika pasar yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pasokan, permintaan, dan potensi distribusi. Penurunan harga pada beberapa komoditas seperti cabai, daging ayam, dan telur diharapkan dapat memberikan sedikit kelegaan bagi rumah tangga, sementara kenaikan pada komoditas lain seperti bawang, gula, dan minyak goreng perlu terus dipantau dampaknya terhadap daya beli masyarakat.










Discussion about this post