klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Ekonomi

IESR Minta Pemerintah Hitung Ulang Biaya dan Risiko B50

Redaksi by Redaksi
31 Juli 2026 - 21:35
Reading Time: 2 mins read
0
IESR Minta Pemerintah Hitung Ulang Biaya dan Risiko B50



JAKARTA – Institute for Essential Services Reform (IESR) menyarankan pemerintah untuk meninjau kembali kebijakan wajib biodiesel 50 persen (B50) yang akan mulai berlaku pada Rabu (1/7/2026). IESR menganggap kebijakan ini bisa menjadi solusi sementara untuk mengurangi impor solar, tetapi tidak seharusnya menjadi strategi utama dalam transisi energi nasional.

Fabby Tumiwa, Chief Executive Officer IESR, menyatakan bahwa setiap kebijakan memiliki manfaat dan konsekuensi yang perlu dianalisis secara menyeluruh. Menurutnya, penerapan B50 dipercepat karena Indonesia menghadapi krisis energi akibat penutupan Selat Hormuz pada akhir Februari lalu. Kejadian ini memicu kenaikan harga minyak dunia dan mengganggu pasokan minyak.

“Pemerintah perlu melihat penerapan B50 secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi pengurangan impor solar, tetapi juga dari dampaknya terhadap biaya, pasokan bahan baku, harga pangan, petani kecil, dan lingkungan,” ujar Fabby, Rabu (1/7/2026).

Menurut IESR, perluasan mandatori biodiesel memiliki dampak lintas sektor. Peningkatan kebutuhan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) untuk memenuhi kebutuhan B50 dapat memengaruhi pasokan bahan baku pangan, mendorong kenaikan harga minyak goreng, meningkatkan tekanan inflasi, serta berdampak pada kesejahteraan petani kecil.

Selain itu, peningkatan permintaan CPO juga dinilai perlu diantisipasi agar tidak memicu tekanan terhadap daya dukung lingkungan dan tata kelola lahan.

IESR menilai dasar ekonomi penerapan B50 juga perlu dihitung kembali karena kondisi yang melatarbelakanginya telah berubah. Harga minyak dunia mulai menurun, risiko gangguan impor berkurang, diversifikasi sumber impor terus dilakukan, serta produksi solar dari kilang dalam negeri, termasuk Kilang Balikpapan, mulai meningkat.

Di sisi lain, harga CPO masih berada pada level tinggi. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan biaya implementasi B50 apabila selisih harga biodiesel dan solar semakin lebar.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

Karena itu, IESR meminta pemerintah menghitung ulang beban biaya kebijakan tersebut serta menyiapkan langkah mitigasi sebelum memperluas penerapan mandatori biodiesel.

IESR menilai elektrifikasi sektor transportasi dan penerapan standar efisiensi bahan bakar merupakan strategi yang lebih efektif untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus menurunkan emisi.

Berdasarkan pemodelan IESR, adopsi kendaraan listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) diproyeksikan mampu mengurangi emisi hingga 46 juta ton karbon dioksida pada 2060.

Apabila dikombinasikan dengan kebijakan pembatasan usia kendaraan, jumlah kendaraan listrik diperkirakan mencapai sekitar 66 juta mobil dan 143 juta sepeda motor pada 2060, dengan potensi penurunan emisi hingga 210 juta ton karbon dioksida.

Selain itu, peningkatan penggunaan transportasi umum dari 16 persen menjadi 40 persen pangsa perjalanan diproyeksikan dapat mengurangi emisi hingga 101 juta ton karbon dioksida pada 2060.

Sebaliknya, analisis IESR menunjukkan peningkatan mandatori biodiesel hingga B60 diperkirakan hanya mampu menurunkan emisi sekitar 88 juta ton karbon dioksida pada 2060. Estimasi tersebut juga belum memperhitungkan emisi akibat perubahan penggunaan lahan.

IESR menilai hasil tersebut menunjukkan bahwa kebijakan biodiesel saja belum cukup untuk mendukung target dekarbonisasi sektor transportasi.

Menurut IESR, pemerintah perlu memastikan kebijakan biodiesel tidak mengalihkan fokus dari agenda transisi energi yang lebih menyeluruh. Dalam jangka panjang, dekarbonisasi transportasi membutuhkan percepatan kendaraan listrik, penguatan transportasi publik, penerapan standar efisiensi kendaraan, pengembangan energi terbarukan, serta pembangunan infrastruktur pengisian daya.

IESR mendorong pemerintah melakukan evaluasi terbuka terhadap manfaat, biaya, dan risiko penerapan B50 agar kebijakan energi tetap selaras dengan target dekarbonisasi, ketahanan energi, stabilitas harga, dan perlindungan masyarakat.

“Kebijakan energi harus dirancang agar tidak menimbulkan beban baru bagi masyarakat maupun sektor lain,” tegas Fabby.

ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Harga BBM Pertamina per 1 Oktober 2026 Masih Stabil di Sejumlah Daerah
Ekonomi

Harga BBM Pertamina per 1 Oktober 2026 Masih Stabil di Sejumlah Daerah

1 Oktober 2026 - 09:18
Pemerintah Siapkan BSU Rp900.000 untuk 13,3 Juta Pekerja pada Kuartal IV 2026
Ekonomi

Pemerintah Siapkan BSU Rp900.000 untuk 13,3 Juta Pekerja pada Kuartal IV 2026

1 Oktober 2026 - 08:18
Rupiah Menguat ke Rp 17.894 per Dolar AS pada Penutupan Perdagangan 12 Agustus 2026
Ekonomi

Rupiah Menguat ke Rp 17.894 per Dolar AS pada Penutupan Perdagangan 12 Agustus 2026

30 September 2026 - 19:17
Harga Emas Antam 30 September 2026 Naik Tipis, Buyback Melonjak ke Rp2,405 Juta per Gram
Ekonomi

Harga Emas Antam 30 September 2026 Naik Tipis, Buyback Melonjak ke Rp2,405 Juta per Gram

30 September 2026 - 12:17
Zulhas: Manajer Kopdes Merah Putih Digaji Rp 6,8 Juta hingga Rp 8,3 Juta per Bulan
Ekonomi

Zulhas: Manajer Kopdes Merah Putih Digaji Rp 6,8 Juta hingga Rp 8,3 Juta per Bulan

30 September 2026 - 04:18
Manajer Kopdes Merah Putih Berstatus PKWT Dua Tahun, Gaji Disesuaikan UMK
Ekonomi

Manajer Kopdes Merah Putih Berstatus PKWT Dua Tahun, Gaji Disesuaikan UMK

30 September 2026 - 01:47
Next Post
Buka Ruang Transparansi, SPPG Polda Kepri Terima Kunjungan DPRD Batam hingga Ojol

Buka Ruang Transparansi, SPPG Polda Kepri Terima Kunjungan DPRD Batam hingga Ojol

Penyebab Kematian Rasdy di Kamboja, Jasadnya Tiba di Binjai Setelah 2 Bulan

Penyebab Kematian Rasdy di Kamboja, Jasadnya Tiba di Binjai Setelah 2 Bulan

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com