Lonjakan Harga Pertamax di Kalimantan Selatan: Beban Baru bagi Masyarakat
Masyarakat Kalimantan Selatan (Kalsel) kini dihadapkan pada realitas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang cukup signifikan. Mulai Rabu, Juni 2026, PT Pertamina secara resmi memberlakukan harga baru untuk produk Pertamax (RON 92) di wilayah tersebut. Kenaikan ini tidak main-main, membuat para pemilik kendaraan harus merogoh kocek lebih dalam untuk mengisi tangki kendaraan mereka.
Berdasarkan pengumuman yang beredar, harga Pertamax kini melonjak drastis menjadi Rp 17.000 per liter. Angka ini merupakan lompatan tajam dari harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp 12.900 per liter. Kenaikan sebesar Rp 4.100 per liter, atau sekitar 31,78 persen, ini tentu saja menjadi perhatian utama bagi seluruh pengguna kendaraan pribadi di Bumi Lambung Mangkurat.
Penyesuaian Harga BBM Periode Juni 2026
Dalam penyesuaian tarif yang diberlakukan pada periode Juni 2026 ini, Pertamax menjadi satu-satunya produk BBM yang mengalami perubahan harga. Hal ini menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat mengenai alasan di balik spesifiknya Pertamax yang mengalami kenaikan.
Sementara itu, untuk jenis BBM bersubsidi maupun produk non-subsidi lainnya, harga terpantau stabil dan masih dijual dengan tarif yang sama seperti periode sebelumnya. Ini memberikan sedikit kelegaan bagi sebagian pengguna BBM, namun tidak bagi mereka yang telah terbiasa menggunakan Pertamax.
Rincian Harga BBM yang Berlaku di Kalimantan Selatan
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas kepada masyarakat, berikut adalah rincian lengkap harga BBM di Kalimantan Selatan per Juni 2026:
-
Pertalite (BBM Subsidi): Rp 10.000 per liter.
Harga Pertalite tetap dipertahankan, menjadikannya pilihan yang lebih terjangkau bagi masyarakat luas. -
Pertamax (RON 92 – Non-Subsidi): Rp 17.000 per liter.
Produk ini mengalami kenaikan paling signifikan, dari Rp 12.900 menjadi Rp 17.000 per liter. -
Pertamax Turbo (Non-Subsidi): Rp 21.650 per liter.
Produk non-subsidi kelas atas ini masih stabil pada harganya. -
Biosolar (BBM Subsidi): Rp 6.800 per liter.
Sama seperti Pertalite, harga Biosolar juga tidak mengalami perubahan. -
Dexlite (Non-Subsidi): Rp 24.000 per liter.
Produk ini tetap dijual dengan harga yang sama dari periode sebelumnya. -
Pertamina Dex (Non-Subsidi): Rp 25.900 per liter.
Produk diesel dengan kualitas tertinggi ini juga mempertahankan harganya.
Dampak Kenaikan Pertamax
Lonjakan harga Pertamax yang mencapai lebih dari 30 persen ini dipastikan akan memberikan dampak langsung pada pengeluaran harian masyarakat Kalsel. Terutama bagi mereka yang selama ini menjadikan Pertamax sebagai bahan bakar utama untuk kendaraan pribadi, baik roda dua maupun roda empat. Biaya operasional kendaraan akan meningkat, yang berpotensi merambat ke sektor lain seperti biaya transportasi barang dan jasa.
Meskipun penyesuaian tarif ini telah berlaku di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kalimantan Selatan, hingga berita ini diturunkan, pihak Pertamina belum merilis pernyataan resmi yang menjelaskan secara rinci mengenai indikator utama atau faktor eksternal spesifik yang melatarbelakangi lonjakan tajam pada produk Pertamax tersebut.
Masyarakat berharap agar ke depannya ada kejelasan lebih lanjut mengenai kebijakan penetapan harga BBM, serta upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga stabilitas harga demi kesejahteraan masyarakat. Kenaikan harga BBM selalu menjadi isu sensitif yang memerlukan perhatian serius dari semua pihak.










Discussion about this post