Investasi di Parepare Melonjak di Awal 2026, Sektor UMKM Jadi Tulang Punggung
PAREPARE – Kota Parepare, Sulawesi Selatan, mencatatkan tren positif dalam realisasi investasi pada triwulan pertama tahun 2026. Data menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta bisnis kuliner dan ritel modern menjadi motor penggerak utama.
Perolehan investasi selama periode Januari hingga Maret 2026 berhasil menembus angka Rp53,860 miliar. Angka ini melampaui realisasi pada triwulan pertama tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp50,699 miliar. Informasi ini dihimpun dari laporan resmi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Parepare.
Kepala DPMPTSP Kota Parepare, Ramah Amir, menjelaskan bahwa mayoritas investasi yang masuk ke Parepare berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Dominasi ini sangat terasa, terutama di sektor usaha mikro yang semakin berkembang pesat.
Sektor Mikro dan UMKM Penggerak Utama Ekonomi Lokal
Ramah Amir merinci bahwa pertumbuhan pesat warung kopi (warkop) dan kafe-kafe baru menjadi salah satu kontributor terbesar dalam investasi skala mikro di Kota Parepare. Fenomena ini mencerminkan geliat ekonomi lokal yang kuat, di mana bisnis-bisnis kecil dan menengah mampu menyerap modal dan menciptakan perputaran ekonomi yang signifikan.
“Kita di Parepare ini banyak dari PMDN. Pertumbuhan warung kopi (warkop) dan kafe-kafe baru menjadi salah satu penyumbang terbesar dalam investasi mikro,” ujar Ramah Amir saat ditemui di Kantor DPRD Parepare. Pernyataannya menekankan bahwa geliat bisnis kuliner bukan sekadar tren sesaat, melainkan telah menjadi fondasi penting bagi iklim investasi di kota tersebut.
Secara lebih rinci, pada triwulan pertama 2026, tambahan investasi dari PMDN mencapai Rp53,551 miliar. Angka ini menunjukkan kepercayaan investor domestik terhadap potensi ekonomi Parepare.
Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) memberikan kontribusi yang lebih kecil, yaitu sebesar Rp308,276 juta. Investasi asing yang masuk, menurut Ramah Amir, umumnya berasal dari korporasi yang membuka jaringan atau kantor cabang di daerah. Contohnya adalah rencana investasi dari sektor hiburan, seperti bioskop, yang diperkirakan akan segera beroperasi di Parepare. Kehadiran investor asing ini diharapkan dapat membawa teknologi baru dan standar operasional yang lebih tinggi, sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal.
Optimisme Mengejar Target Investasi Tahunan
Dengan tren positif yang terlihat di awal tahun, Ramah Amir optimis bahwa Kota Parepare dapat mencapai target realisasi investasi sebesar Rp175 miliar pada tahun 2026. Target ini telah ditetapkan berdasarkan Rencana Strategis (Renstra) daerah, dan pencapaiannya diharapkan dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan hingga akhir tahun anggaran.
“Nanti di akhir Januari 2027, saat masuk triwulan keempat, baru bisa dilihat apakah trennya positif meningkat atau negatif. Jika kami bisa mencapai target Renstra sebesar Rp 175 miliar tersebut, maka trennya dipastikan positif,” jelasnya.
Evaluasi menyeluruh mengenai tren pergerakan investasi baru dapat disimpulkan secara komprehensif pada awal tahun berikutnya, setelah seluruh data dari triwulan keempat terkumpul dan diakumulasikan. Kepastian ini penting untuk merumuskan strategi investasi yang lebih efektif di masa mendatang.
Faktor Pendorong Pertumbuhan Investasi
Beberapa faktor diduga berkontribusi terhadap peningkatan investasi di Parepare:
- Potensi Pasar yang Terus Berkembang: Dengan jumlah penduduk yang terus bertambah dan daya beli yang meningkat, Parepare menawarkan pasar yang menarik bagi para pelaku usaha, terutama di sektor kuliner dan ritel.
- Kemudahan Berbisnis: Upaya pemerintah daerah dalam menyederhanakan perizinan dan menciptakan iklim investasi yang kondusif menjadi daya tarik tersendiri bagi investor.
- Infrastruktur yang Memadai: Akses transportasi yang baik dan ketersediaan fasilitas pendukung lainnya turut mendukung kelancaran operasional bisnis.
- Dukungan Sektor UMKM: Keberadaan UMKM yang kuat menciptakan ekosistem bisnis yang dinamis, di mana usaha besar dapat bersinergi dengan usaha kecil.
Tantangan dan Proyeksi ke Depan
Meskipun tren investasi menunjukkan hasil yang menggembirakan, masih ada tantangan yang perlu diatasi. Di antaranya adalah upaya untuk menarik lebih banyak investasi asing yang dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. Selain itu, perlu terus dilakukan inovasi untuk mempertahankan daya tarik investasi, terutama dalam menghadapi persaingan antar daerah.
Dengan target yang ambisius dan tren awal yang positif, Parepare diharapkan terus menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi di wilayahnya. Keberhasilan dalam mencapai target investasi tahunan tidak hanya akan berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Pemerintah Kota Parepare berkomitmen untuk terus menciptakan kebijakan yang pro-investasi dan mendukung para pelaku usaha agar dapat berkembang lebih jauh. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan potensi ekonomi Parepare yang lebih besar di masa depan.









Discussion about this post