klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Ekonomi

Rupiah Menguat Terbatas: Sentimen Pendukungnya

Redaksi by Redaksi
5 Juni 2026 - 21:27
Reading Time: 3 mins read
0
Rupiah Menguat Terbatas: Sentimen Pendukungnya
Buy JNews
ADVERTISEMENT

Rupiah Berpeluang Menguat Terbatas di Jangka Pendek, Namun Tantangan Jangka Panjang Tetap Ada

Setelah mengalami periode tekanan yang cukup signifikan, nilai tukar rupiah menunjukkan potensi penguatan terbatas dalam jangka pendek. Pada penutupan perdagangan Selasa (2/6/2026), rupiah spot berada di level Rp 17.839 per dolar Amerika Serikat (AS), sebuah pelemahan tipis sebesar 0,19% dari posisi Rp 17.805 per dolar AS sehari sebelumnya.

Analis PT Finex Bisnis Solusi Future, Brahmantya Himawan, mengungkapkan bahwa penguatan rupiah yang diperkirakan terjadi dalam waktu dekat ini didorong oleh beberapa faktor positif.

Faktor-faktor Pendorong Penguatan Rupiah

  • Stabilisasi Pasar Global: Kondisi pasar keuangan internasional yang mulai menunjukkan stabilitas memberikan sentimen positif bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
  • Aliran Devisa Masuk: Masuknya aliran devisa ke dalam negeri turut berkontribusi pada peningkatan pasokan dolar AS, yang secara teoritis akan menopang nilai tukar rupiah.
  • Harapan Gencatan Senjata AS-Iran: Meningkatnya harapan pasar terhadap potensi perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran dianggap dapat meredakan ketidakpastian geopolitik. Hal ini berpotensi menurunkan tekanan pada harga energi global, yang seringkali berdampak pada volatilitas mata uang.

Meskipun demikian, Brahmantya memberikan pandangan yang lebih realistis untuk jangka menengah hingga panjang. Ia memperkirakan bahwa pada kuartal III-2026 menuju kuartal IV-2026, pergerakan rupiah masih akan cenderung fluktuatif. Kisaran pergerakan yang diprediksi berada di angka Rp 18.000 hingga Rp 18.500 per dolar AS.

Jika level Rp 18.500 per dolar AS ini mampu ditembus, maka rupiah berpotensi mengalami pelemahan lebih lanjut, menuju level psikologis berikutnya di kisaran Rp 19.000 hingga Rp 20.000 per dolar AS.

“Arah pergerakannya akan sangat bergantung pada kondisi global, terutama kekuatan dolar AS, harga energi, dan arus modal asing ke emerging market,” jelas Brahmantya pada Senin (1/6/2026).

Peran Kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) SDA

Salah satu kebijakan yang dinilai positif dalam upaya menopang rupiah adalah implementasi kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA). Brahmantya menjelaskan bahwa kebijakan ini membantu meningkatkan pasokan dolar AS di dalam negeri. Ketika para eksportir memilih untuk menempatkan devisa hasil ekspor mereka di perbankan domestik, likuiditas dalam mata uang asing menjadi lebih besar. Hal ini secara langsung dapat mengurangi tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Selain itu, kebijakan DHE SDA juga memiliki beberapa manfaat lain:

  • Mengurangi Devisa Keluar Negeri: Kebijakan ini dapat mencegah sebagian devisa hasil ekspor mengalir ke luar negeri, sehingga menjaga ketersediaannya di dalam negeri.
  • Memperkuat Intervensi Bank Indonesia: Dengan likuiditas valas yang lebih memadai, Bank Indonesia memiliki kemampuan yang lebih kuat untuk melakukan intervensi di pasar jika diperlukan guna menjaga stabilitas nilai tukar.
  • Memberikan Sinyal Investor: Kebijakan ini juga mengirimkan sinyal positif kepada para investor, menunjukkan bahwa pemerintah dan otoritas moneter serius dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Namun, Brahmantya menekankan bahwa kebijakan DHE SDA lebih tepat dikategorikan sebagai “bantalan” daripada “solusi utama” bagi permasalahan rupiah. Ia berpendapat bahwa pergerakan rupiah saat ini masih sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal.

Faktor-faktor Utama yang Membebani Rupiah

Brahmantya mengidentifikasi tiga faktor utama yang berpotensi terus membebani pergerakan rupiah di masa mendatang:

  1. Arah Kebijakan Federal Reserve (The Fed): Jika suku bunga acuan di Amerika Serikat dipertahankan tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama, hal ini akan cenderung membuat dolar AS tetap kuat. Penguatan dolar AS secara inheren memberikan tekanan pada mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
  2. Harga Minyak Dunia: Indonesia masih memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap fluktuasi harga energi, terutama minyak. Kenaikan harga minyak global akan meningkatkan beban impor migas, yang berujung pada pelebaran defisit neraca perdagangan dan memberikan tekanan pada rupiah.
  3. Geopolitik Global: Perkembangan situasi geopolitik global, khususnya ketegangan dan konflik di Timur Tengah, dapat memicu sentimen risk-off di pasar keuangan internasional. Dalam kondisi seperti itu, investor cenderung beralih ke aset safe haven (aset aman), yang berarti terjadi arus keluar modal dari pasar negara berkembang.

Selain ketiga faktor tersebut, kenaikan yield obligasi global juga perlu dicermati. Peningkatan imbal hasil obligasi di negara maju dapat menarik modal asing keluar dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, karena investor mencari imbal hasil yang lebih menarik dan risiko yang lebih rendah.

Kesimpulannya, meskipun kebijakan DHE SDA dapat memperkuat fondasi pasar valas domestik dan berfungsi sebagai penyangga, stabilitas rupiah pada akhirnya akan tetap ditentukan oleh kombinasi kekuatan fundamental ekonomi dalam negeri dan dinamika kondisi global. Kebijakan DHE SDA adalah sebuah bantalan yang baik, namun bukan tameng yang kebal terhadap segala bentuk tekanan eksternal.

ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Pemerintah Baru Kaji Rekening Gratis, Skema HP Gratis Belum Diputuskan
Ekonomi

Pemerintah Baru Kaji Rekening Gratis, Skema HP Gratis Belum Diputuskan

14 Oktober 2026 - 16:16
Harga Emas Antam 14 Oktober 2026 Bertahan di Rp2,574 Juta per Gram
Ekonomi

Harga Emas Antam 14 Oktober 2026 Bertahan di Rp2,574 Juta per Gram

14 Oktober 2026 - 10:05
Rencana BSU Oktober-Desember 2026: Pekerja Bisa Pantau Status Lewat Aplikasi JMO
Ekonomi

Rencana BSU Oktober-Desember 2026: Pekerja Bisa Pantau Status Lewat Aplikasi JMO

13 Oktober 2026 - 22:36
Harga emas Antam di Pegadaian melemah, Galeri24 dan UBS juga bergerak bervariasi
Ekonomi

Harga emas Antam di Pegadaian melemah, Galeri24 dan UBS juga bergerak bervariasi

13 Oktober 2026 - 14:39
Survei Celios: Mayoritas Responden Menilai Pajak dan Pungutan Pemerintah Terlalu Memberatkan
Ekonomi

Survei Celios: Mayoritas Responden Menilai Pajak dan Pungutan Pemerintah Terlalu Memberatkan

13 Oktober 2026 - 12:00
Daftar Harga BBM Pertamina 13 Oktober 2026 di Seluruh Provinsi, Pertalite Tetap dan Nonsubsidi Stabil
Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina 13 Oktober 2026 di Seluruh Provinsi, Pertalite Tetap dan Nonsubsidi Stabil

13 Oktober 2026 - 09:21
Next Post
Said Iqbal Berpeluang Isi Posisi Strategis Kabinet

Said Iqbal Berpeluang Isi Posisi Strategis Kabinet

Dimas Adi Borong Dua Gol, Timnas U-19 Taklukkan Myanmar 3-0

Dimas Adi Borong Dua Gol, Timnas U-19 Taklukkan Myanmar 3-0

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com