Penjelasan Pertamina Mengenai Perbedaan Harga Pertalite dan Pertamax
KLIKKEPRI.com – Pertamina akhir-akhir ini menghadapi pertanyaan publik terkait perbedaan harga antara Pertalite dan Pertamax. Beberapa unggahan di media sosial menyebutkan bahwa harga asli Pertalite mencapai Rp16.088 per liter, sedangkan Pertamax hanya Rp12.800 per liter. Hal ini memicu berbagai spekulasi mengenai mekanisme subsidi BBM yang diberikan oleh pemerintah.
Video yang diunggah oleh akun TikTok okbhermansyah menunjukkan struk pembelian BBM yang menyebutkan bahwa Pertalite disubsidi sebesar Rp6.088 sehingga harganya menjadi Rp10.000 per liter. Namun, video tersebut juga memunculkan pertanyaan mengapa Pertamax tidak mendapat subsidi meskipun harganya lebih rendah dibandingkan harga asli Pertalite.
Beberapa pertanyaan muncul dari video tersebut, seperti:
- Apa alasan Pertalite yang mendapatkan subsidi, bukan Pertamax?
- Mengapa harga asli Pertalite lebih mahal daripada Pertamax?
- Bagaimana dengan kualitas bensin? Pertamax memiliki ron yang lebih tinggi, tetapi harganya justru lebih murah.
- Di mana uang subsidi yang diberikan?
Menanggapi hal ini, Taufik Kurniawan selaku Area Manager Communication, Relation, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah dan DIY menjelaskan bahwa harga Pertamax sebenarnya juga ditahan agar tetap terjangkau bagi masyarakat. Ia menyatakan bahwa Pertamax tetap disubsidi, tetapi oleh Pertamina sendiri, bukan oleh pemerintah.
Alasan Harga Pertamax Dihargai Rendah
Taufik menjelaskan bahwa harga keekonomian Pertamax sebenarnya lebih tinggi karena memiliki kadar oktan yang lebih tinggi dibanding Pertalite. Namun, Pertamina memilih untuk mempertahankan harga jual agar tidak terjadi lonjakan perpindahan konsumen ke BBM subsidi.
“Jika Pertamax ikut naik, bayangannya semua orang beralih ke Pertalite,” katanya. Ia menambahkan bahwa Pertalite memiliki kuota yang merepresentasikan anggaran negara, sehingga jika ada perpindahan besar-besaran, kuota subsidi berpotensi jebol dan membebani anggaran negara.
Penetapan Harga BBM Non Subsidi
Dia juga menyebut bahwa penetapan harga BBM non subsidi tetap dikonsultasikan dengan pemerintah meski secara regulasi dapat mengikuti harga keekonomian pasar. “Untuk kenaikan non subsidi itu selalu kami konsultasikan dengan pemerintah,” ujarnya.
Selain itu, Taufik menjelaskan bahwa selisih harga BBM non subsidi saat ini ditanggung oleh perusahaan untuk menjaga stabilitas sosial dan daya beli masyarakat.
Harga Riil dan Patokan Pasar
Harga riil Pertalite dan Pertamax mengacu pada MOPS atau Mean of Platts Singapore yang menjadi patokan harga minyak dunia. Meskipun harga minyak dunia mengalami eskalasi, termasuk akibat situasi geopolitik global seperti ketegangan di Selat Hormuz, Pertamina tetap mempertahankan harga jual agar tidak mengganggu kesejahteraan masyarakat.










Discussion about this post