Penjelasan tentang Menjemur Bayi
Sejak lama, menjemur bayi baru lahir menjadi kebiasaan yang dilakukan oleh banyak orangtua. Tujuannya adalah untuk mendukung pertumbuhan tulang dan gigi serta mencegah sakit kuning pada bayi. Namun, seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, banyak orangtua mulai mempertanyakan apakah menjemur bayi benar-benar diperlukan atau tidak.
Menjemur bayi dulu dianggap penting karena paparan sinar matahari dapat membantu tubuh bayi dalam membentuk vitamin D. Vitamin D sangat penting untuk pembentukan tulang, daya tahan tubuh, hingga perkembangan otak bayi. Namun, kini ilmu pengetahuan telah berkembang, sehingga beberapa faktor yang memengaruhi efektivitas proses ini pun diketahui.
Beberapa faktor seperti waktu dan durasi berjemur, cuaca, lokasi, warna kulit, serta area kulit yang terpapar sinar matahari bisa memengaruhi proses pembentukan vitamin D. Karena itu, efektivitas praktik menjemur bayi kini sulit dipastikan. Selain itu, kulit bayi masih sangat tipis dan sensitif, sehingga paparan sinar matahari berlebihan dapat merusak kulit dan meningkatkan risiko kanker kulit di masa depan.
Rekomendasi IDAI Mengenai Vitamin D
Berdasarkan rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), orangtua disarankan untuk memberikan vitamin D secara rutin kepada bayi. Berikut dosis vitamin D yang direkomendasikan:
- Untuk bayi usia di bawah 12 bulan: 400 IU per hari (berlaku untuk semua bayi dengan ASI eksklusif atau ASI sebagian)
- Untuk anak dan remaja di atas 1 tahun: 600 IU per hari
Dengan pemberian vitamin D secara teratur, bayi tetap dapat memperoleh manfaatnya tanpa harus terpapar sinar matahari secara langsung.
Penggunaan Tabir Surya pada Bayi
IDAI juga memberikan tips mengenai penggunaan tabir surya (sunscreen) pada bayi. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Untuk bayi di bawah usia 6 bulan, oleskan tabir surya hanya pada area kecil, seperti wajah, jika pakaian pelindung dan tempat teduh tidak tersedia.
- Untuk bayi di atas 6 bulan, oleskan tabir surya ke seluruh area tubuh yang terpapar, namun hindari area mata.
- Jika tabir surya mengiritasi kulit, ganti produk dengan kandungan titanium dioxide atau zinc oxide.
- Jika terjadi ruam setelah penggunaan tabir surya, konsultasikan ke dokter.
Cara Menjemur Bayi dengan Aman
Jika menjemur bayi di tengah panas terik, maka kulit bayi berisiko terbakar karena kulitnya masih sangat sensitif. Contoh cara menjemur bayi yang baik adalah di bawah teras atau di bawah pohon agar sinar matahari tidak langsung mengenai tubuh bayi. Yang dibutuhkan adalah sinar UV-nya, bukan panas matahari.
Jadi, jika cuaca berawan, mendung, dan tidak ada panas, namun selama masih ada sinar matahari, Mama masih bisa menjemur bayi dan mendapatkan paparan sinar UV. Sinar UV bisa membantu bayi mendapatkan vitamin D yang baik untuk pertumbuhan tulang dan gigi bayi.
Waktu Terbaik untuk Menjemur Bayi
Dr. Miza Afrizal menyarankan bahwa bayi di bawah usia 6 bulan tidak disarankan untuk dijemur di bawah matahari langsung. Hal ini karena kulit bayi di bawah 6 bulan masih sangat tipis dan melanin pada kulitnya belum terbentuk. Melanin adalah bagian dari kulit yang fungsinya untuk memberikan warna kulit, mata, dan rambut. Melanin juga berfungsi untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV yang berbahaya.

Mengutip dari akun Instagram milik dr. Miza Afrizal (@mizaafrizal), menjemur bayi di bawah 6 bulan di bawah sinar matahari langsung bisa menyebabkan kulit bayi terbakar, kulit menjadi kemerahan, dan menggelap. Oleh karena itu, bayi baru boleh dijemur di bawah sinar matahari ketika berusia lebih dari 6 bulan. Di usia itu, melanin pada kulitnya sudah terbentuk.

Perubahan Cara Merawat Anak
Cara menjaga dan merawat anak zaman dulu dan sekarang tentu bisa berubah seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan zaman, Ma. Namun ada satu hal yang tidak berubah, yaitu semangat agar si Kecil selalu mendapatkan yang terbaik, sehat, dan tidak mudah sakit.
Itu penjelasan tentang soal boleh atau tidaknya menjemur bayi menurut IDAI. Ingat, cara menjaga anak zaman dulu dan sekarang memang bisa saja berubah. Namun semangat kita tetap sama, yakni agar anak selalu mendapatkan yang terbaik di masanya.









Discussion about this post