Latihan Soal IPAS Kelas 5 SD: Memahami Bencana Alam dan Pengelolaan Sampah
Bagi siswa kelas 5 Sekolah Dasar, pemahaman mengenai berbagai fenomena alam dan cara mengelolanya merupakan bagian penting dari kurikulum Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Mempersiapkan diri menghadapi ulangan harian atau sekadar memperdalam materi dapat dilakukan dengan latihan soal yang relevan. Kunci jawaban yang disediakan berfungsi sebagai panduan belajar untuk memastikan pemahaman yang tepat.
Berikut ini adalah kumpulan latihan soal IPAS yang mencakup topik-topik penting, dilengkapi dengan kunci jawaban untuk membantu proses belajar.
Mengenal Bencana Alam
Bencana alam adalah peristiwa yang disebabkan oleh alam dan dapat menimbulkan kerugian besar bagi manusia. Memahami penyebab dan gejala susulan dari berbagai jenis bencana adalah langkah awal untuk mitigasi.
-
Bencana banjir, sebuah peristiwa alam yang sangat umum terjadi, dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satu penyebab utamanya adalah:
- a. Curah hujan yang tinggi
- b. Kemarau berkepanjangan
- c. Kebakaran hutan
- d. Abrasi pantai
Jawaban: A
Curah hujan yang tinggi dan berlangsung lama dapat menyebabkan volume air sungai meningkat drastis melebihi kapasitasnya, sehingga meluap dan menyebabkan banjir. -
Gempa bumi yang berpusat di dasar laut memiliki potensi menimbulkan bencana susulan yang sangat destruktif. Gejala susulan yang paling mungkin terjadi akibat fenomena ini adalah:
- a. Banjir
- b. Tsunami
- c. Tanah longsor
- d. Puting beliung
Jawaban: B
Tsunami adalah gelombang laut raksasa yang dipicu oleh pergeseran dasar laut, seringkali akibat gempa bumi bawah laut. -
Gerakan massa tanah atau bebatuan yang meluncur dari ketinggian, seperti lereng gunung, menuju area yang lebih rendah merupakan definisi dari bencana alam yang dikenal sebagai:
- a. Erosi
- b. Tanah longsor
- c. Gempa bumi
- d. Abrasi
Jawaban: B
Tanah longsor terjadi ketika gaya gravitasi melebihi kekuatan geser tanah, menyebabkan pergerakan massa tanah atau batuan ke bawah. -
Penebangan hutan secara liar dan tidak terkendali dapat mengakibatkan hutan menjadi gundul. Kondisi hutan yang gundul ini sangat rentan terhadap erosi, terutama saat musim hujan, yang pada akhirnya dapat memicu terjadinya banjir. Untuk mencegah bencana ini, upaya yang paling efektif adalah:
- a. Membangun perumahan di area yang gundul
- b. Mengubah hutan menjadi sawah
- c. Membuat tanggul penahan air
- d. Melakukan reboisasi
Jawaban: D
Reboisasi, yaitu penanaman kembali hutan yang gundul, adalah solusi paling fundamental untuk mengembalikan fungsi ekologis hutan, mencegah erosi, dan menjaga keseimbangan air.
Pengelolaan Sampah: Tanggung Jawab Bersama
Sampah merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern, namun penanganannya yang buruk dapat menimbulkan berbagai masalah lingkungan. Memahami jenis sampah dan cara mengelolanya adalah kunci untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat.
-
Sampah adalah benda-benda yang sudah tidak terpakai lagi oleh pemiliknya. Penumpukan sampah yang dibiarkan berserakan di lingkungan, seperti jalanan atau sungai, dapat menimbulkan dampak negatif yang signifikan, di antaranya adalah:
- a. Membuat lingkungan menjadi indah
- b. Menimbulkan polusi tanah dan banjir
- c. Lingkungan terhindar dari banjir
- d. Lingkungan terhindar dari penyakit
Jawaban: B
Sampah yang membusuk dapat mencemari tanah dan air, sementara tumpukan sampah dapat menyumbat saluran air, memicu banjir, dan menjadi sarang penyakit. -
Banyak benda di sekitar kita yang terbuat dari plastik. Setelah tidak lagi digunakan, benda-benda ini menjadi sampah plastik yang menimbulkan masalah pencemaran lingkungan karena karakteristiknya yang unik. Sampah plastik mencemari lingkungan karena:
- a. Menyuburkan tanah dan perairan
- b. Mudah membusuk di lingkungan
- c. Sulit terurai secara alami oleh bakteri
- d. Menimbulkan bau tidak sedap
Jawaban: C
Plastik membutuhkan waktu ratusan hingga ribuan tahun untuk terurai secara alami, menjadikannya polutan persisten yang merusak ekosistem. -
Kemarin malam, hujan angin yang lebat menyebabkan banyak daun beterbangan dan memenuhi halaman sekolah. Daun-daun kering yang berserakan ini membuat halaman menjadi kotor. Berdasarkan jenisnya, daun-daun kering termasuk dalam kategori sampah:
- a. Organik
- b. Anorganik
- c. Sampah kering
- d. Sampah logam
Jawaban: A
Sampah organik adalah sampah yang berasal dari makhluk hidup dan dapat terurai secara alami, seperti sisa makanan, dedaunan, dan ranting pohon. -
Sampah anorganik adalah jenis sampah yang sulit terurai oleh bakteri atau proses alami lainnya. Di lingkungan sekitar kita, contoh sampah anorganik yang sering ditemukan adalah:
- a. Daun kering, kulit pisang, dan cangkang telur
- b. Plastik, daun kering, kaleng, dan kertas
- c. Logam, kaleng, kaca, dan plastik
- d. Kaca, plastik, logam, dan cangkang telur
Jawaban: C
Pilihan (c) mencakup berbagai jenis material anorganik seperti logam, kaca, dan plastik yang memerlukan proses daur ulang khusus untuk diolah kembali. -
Tindakan-tindakan berikut ini merupakan upaya untuk mengurangi, menggunakan kembali, atau mendaur ulang sampah (Reduce, Reuse, Recycle):
- (1) Mengganti sedotan plastik dengan sedotan stainless steel
- (2) Memanfaatkan kaleng bekas sebagai tempat pensil
- (3) Membuat barang kerajinan dari bungkus makanan
- (4) Mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos
- (5) Mengolah kertas bekas menjadi kertas daur ulang layak pakai
Tindakan daur ulang (recycle) yang dapat ditunjukkan oleh nomor…
* a. (2), (2), dan (3)
* b. (1), (3), dan (4)
* c. (2), (3), dan (5)
* d. (3), (4), dan (5)Jawaban: C
* (2) Memanfaatkan kaleng bekas sebagai tempat pensil adalah contoh “Reuse” (menggunakan kembali).
* (3) Membuat barang kerajinan dari bungkus makanan adalah contoh “Reuse” (menggunakan kembali) atau bahkan “Upcycling” jika nilai produknya meningkat.
* (5) Mengolah kertas bekas menjadi kertas daur ulang layak pakai adalah contoh “Recycle” (mendaur ulang).
Meskipun pilihan jawaban tidak secara eksklusif hanya mencakup “Recycle”, pilihan (c) adalah yang paling mendekati dengan memasukkan elemen daur ulang dan penggunaan kembali yang relevan dengan konsep 3R.
-
Pengelolaan sampah di lingkungan rumah tangga merupakan langkah awal yang penting untuk menciptakan kebiasaan baik. Berikut ini adalah upaya yang dapat dilakukan untuk mengelola sampah di lingkungan rumah sendiri secara efektif:
- a. Membayar iuran kebersihan dan listrik
- b. Membuat tempat penampungan sampah sementara
- c. Membangun tempat pembuangan akhir sampah
- d. Menempatkan sampah organik dan anorganik pada tempat yang berbeda
Jawaban: D
Memisahkan sampah organik dan anorganik memudahkan proses pengolahan selanjutnya, seperti kompos untuk sampah organik dan daur ulang untuk sampah anorganik. Ini adalah praktik dasar dalam pengelolaan sampah rumah tangga.








Discussion about this post