JAKARTA,
Konsep “Out of Nusantara” yang Menggeger Dunia Ilmiah
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengajukan konsep baru dalam penelitian sejarah manusia purba dengan menyampaikan teori “Out of Nusantara” sebagai alternatif dari teori yang sudah mapan, yaitu “Out of Africa”. Teori ini menawarkan pandangan bahwa perluasan manusia purba bermula dari wilayah Nusantara, bukan Afrika seperti yang selama ini diyakini oleh komunitas ilmiah. Pertanyaannya adalah, apakah teori ini akan memengaruhi penulisan ulang sejarah nasional?
Fadli Zon menjelaskan bahwa teori-teori baru harus diupdate dalam proses penulisan sejarah. Ia menegaskan bahwa pernyataannya tentang “Out of Nusantara” dimaksudkan untuk mendorong para ahli agar tidak terpaku pada satu teori lama yang kini mulai dipertanyakan.
“Saya hanya ingin menggugah para ahli agar lebih terbuka dan tidak terjebak pada satu mazhab. Istilahnya ‘multi regional’ versus ‘out of Africa’,” ujarnya kepada media.
Perbedaan antara Teori Out of Africa dan Out of Nusantara
Teori “Out of Africa” adalah teori yang paling diterima secara luas dalam komunitas ilmiah. Teori ini menjelaskan bahwa manusia purba berasal dari Afrika dan kemudian menyebar ke berbagai belahan dunia. Banyak bukti ilmiah seperti fosil, DNA, dan penemuan arkeologi mendukung teori ini.
Sementara itu, teori “Out of Nusantara” yang dikemukakan oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengklaim bahwa perluasan manusia purba bermula dari Nusantara. Menurut teori ini, manusia purba bisa menyebar ke berbagai belahan dunia melalui pelayaran. Namun, sampai saat ini belum ada bukti konkret yang mendukung klaim ini.
Tanggapan dari Ahli Sejarah
Dalam wawancara terpisah, Profesor Singgih Tri Sulistiyono, salah satu dari tiga editor umum proyek penulisan sejarah nasional, menyatakan bahwa teori “Out of Nusantara” belum masuk ke dalam buku sejarah yang sedang ditulis ulang.
“Pernyataan tentang ‘Out of Nusantara’ tidak ada dalam buku. Masih butuh banyak pembuktian untuk menuju ke sana,” kata Singgih.
Menurutnya, proses penulisan sejarah nasional sudah hampir selesai dan sedang dalam tahap finishing.
Fadli Zon juga memastikan bahwa hasil penulisan sejarah nasional akan diluncurkan bertepatan dengan Hari Sejarah Nasional.
“Luncuran akan dilakukan pada 14 Desember 2025,” ujarnya.
Kontroversi yang Muncul
Kontroversi mengenai teori migrasi manusia purba ini awalnya muncul dari pidato Fadli Zon dalam konferensi internasional Persatuan Ilmuwan Prasejarah dan Protosejarah (UISPP) Inter-Regional Conference 2025 di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, Senin (27/10/2025).
Dalam pidatonya, Fadli Zon mengklaim bahwa migrasi manusia purba bermula dari Nusantara, bukan Afrika seperti yang selama ini diyakini benar oleh ilmuwan.
Namun, Arkeolog dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Profesor Harry Truman Simanjuntak, membantah teori ini. Ia menegaskan bahwa tidak ada bukti-bukti yang mendukung teori “Out of Nusantara”.
“Teori ‘Out of Africa’ didukung oleh bukti-bukti dari berbagai disiplin ilmu. Tidak ada yang meragukan teori ini. Bukti evolusi, arkeologi, dan tampilan fisiologi semuanya mendukung teori ‘Out of Africa’,” ujarnya.
Kesimpulan
Meskipun teori “Out of Nusantara” masih menjadi isu kontroversial, perlu dipertimbangkan bahwa setiap teori baru membutuhkan bukti yang kuat dan valid. Sampai saat ini, teori “Out of Africa” tetap menjadi dasar utama dalam pemahaman kita tentang asal usul manusia.
Bagi para penulis sejarah, penting untuk tetap terbuka terhadap gagasan-gagasan baru, namun tetap mematuhi prinsip ilmiah dan data yang dapat diverifikasi.









Discussion about this post