Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 Berjalan Lancar di Kalimantan Selatan
Sejak dimulainya Sensus Ekonomi (SE) 2026 pada 15 Juni 2026, para petugas langsung turun ke lapangan untuk melakukan pendataan. Salah satu petugas yang bertugas adalah Diki Rahman di Kecamatan Awayan, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Dalam sehari, Diki mampu mendata lima hingga tujuh unit rumah warga di wilayah tersebut.
Diki mengungkapkan bahwa dalam dua minggu pertama pelaksanaan sensus, tidak ada kendala berarti. Bahkan, warga sangat kooperatif dan tidak menolak kedatangan petugas. Ia menyebutkan bahwa respon masyarakat sangat baik, bahkan ada warga yang menanyakan kapan mereka akan didata.
“Untuk penolakan, pada dua minggu pertama ini belum ada. Respon masyarakat juga sangat baik dengan kedatangan kami, bahkan ada warga yang menanyakan kapan mereka didata,” ujar Diki, Senin (29/6).
Warga yang telah dilakukan pendataan tidak mengungkapkan kekhawatiran terkait pajak. Menurut Diki, kebanyakan warga lebih dulu menanyakan tujuan dari pendataan tersebut. Tujuan utamanya adalah melakukan pendataan tentang usaha atau bisnis. Setelah mendapat penjelasan dari petugas, warga pun memahami tujuan dari sensus ini.
Selama proses pendataan, Diki selalu berkoordinasi dengan Ketua RT setempat sebelum turun ke lapangan. Hal ini dilakukan agar Ketua RT dapat memberikan informasi kepada warga bahwa ada petugas yang datang.
Informasi yang Ditanyakan Petugas
Siti Rahimah, seorang warga Banjarmasin Tengah, menjelaskan bahwa petugas menanyakan cukup banyak informasi mengenai kondisi ekonomi keluarga. Mulai dari pekerjaan dan penghasilan suami, penggunaan listrik dan gas, kepemilikan kendaraan, status rumah, hingga perkiraan pengeluaran belanja sehari-hari.
“Ditanya pekerjaan suami, gaji per bulan, pakai AC atau tidak, token listrik berapa sebulan, pakai gas apa, punya kendaraan berapa, ada mobil atau tidak, rumah milik sendiri atau bukan, uang belanja sehari-hari sampai ada usaha atau bisnis,” tuturnya.
Yang paling mengejutkan bagi Siti adalah setelah proses wawancara selesai, petugas juga meminta izin untuk mengambil foto bagian dalam rumah sebagai bagian dari dokumentasi pendataan. “Terakhir izin foto dalam rumah sebelum pasang stiker,” katanya.
Tujuan Sensus Ekonomi 2026
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Banjarmasin, Sukma Handayani, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 bertujuan untuk memperoleh potret menyeluruh mengenai kondisi ekonomi masyarakat. Data tersebut nantinya akan menjadi landasan pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Menurut Sukma, pendataan tahun ini tidak hanya menyasar pelaku usaha, tetapi juga seluruh keluarga yang tinggal di Kota Banjarmasin. Oleh karena itu, petugas akan menanyakan berbagai informasi terkait kondisi rumah tangga, termasuk aktivitas ekonomi anggota keluarga yang tinggal dalam satu rumah.
Sukma juga menyampaikan bahwa sejauh ini hanya ditemukan satu hingga dua kasus penolakan yang umumnya dapat diselesaikan melalui pendekatan persuasif oleh petugas. “Kalau ada penolakan, teman-teman kami lebih dulu memberikan penjelasan kepada warga. Selama ini alhamdulillah masih bisa diselesaikan secara persuasif,” katanya.
Dukungan dari Himpunan Pengusaha Mikro Kecil dan Menengah Indonesia
Terpisah, Himpunan Pengusaha Mikro Kecil dan Menengah Indonesia (Hipmikindo) Kalimantan Selatan menyambut baik pelaksanaan SE 2026. Hipmikindo siap membantu kelancaran pendataan dengan menginformasikan kepada seluruh anggotanya apabila ada kunjungan petugas sensus.
“Saat ini anggota kami sekitar 350 orang. Kami akan menyampaikan informasi melalui grup WhatsApp apabila ada petugas BPS yang akan melakukan pendataan kepada anggota,” ujar Ketua Hipmikindo Kalsel Sujtipto, Selasa (30/6).
Mereka berharap dengan Sensus Ekonomi ini, setelah seluruh pelaku UMKM terdata dengan baik, pemerintah dapat memberikan dukungan yang lebih nyata, baik berupa bantuan permodalan maupun berbagai kemudahan lainnya untuk mendorong pertumbuhan usaha.








Discussion about this post